Bacaini.id, KEDIRI – Ratusan personil gabungan TNI/Polri akan mengawasi jalur mudik menuju Kota Kediri mulai malam ini. Mereka disebar di 7 pos penjagaan untuk mengawasi pemudik bandel.
Kapolres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo mengatakan sebanyak 325 personil gabungan akan disiagakan di beberapa titik sebagai antisipasi adanya masyarakat yang membandel dengan aturan larangan mudik.
Pos pengamanan itu berada di Semampir, Bence, Jalan Doho, Terminal Tamanan dan Tarokan. Ditambah satu pos pantau di wilayah Mrican dan pos pelayanan di Alun-alun Kota Kediri.
Eko Prasetyo mengatakan polisi tidak melakukan penyekatan di jalur perbatasan karena wilayahnya tidak bersinggungan secara langsung dengan akses pintu keluar masuk tol.
“Jadi sifatnya kami sebagai penyeimbang untuk wilayah yang termasuk satu rayon, yaitu Jombang yang berbatasan langsung dengan akses tol. Tujuannya untuk meminimalisir masyarakat yang nekat mudik,” kata Eko dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru Thun 2021 di Mapolresta Kediri, Rabu, 5 Mei 2021.
Saat ini perjalanan antar kota di Jawa Timur yang diperbolehkan mudik hanya untuk wilayah yang berada di dalam satu rayon. Selain Jombang dan Kediri Raya, yang tergabung dalam rayon 4 adalah Nganjuk, Kabupaten Blitar, Tulungagung dan Trenggalek.
Kurangi Nongkrong
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar meminta masyarakat mengurangi aktivitas nongkrong di café. Hingga kini masih banyak dijumpai café dan tempat nongkrong lain yang dipenuhi warga hingga malam.
“Akhir-akhir ini masih saja ditemui kegiatan seperti nongkrong, acara kumpul-kumpul di cafe dan tempat lain, apalagi melebihi waktu malam. Saat ini masih dalam masa pandemi, tolong dikurangi lah, kita bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Kediri,” katanya usai mengikuti apel tersebut.
Abu Bakar juga menghimbau masyarakat patuh pada keputusan pemerintah untuk tidak mudik pada lebaran Idul Fitri tahun 1442 Hijriyah. Hal ini untuk menekan penyebaran Covid-19 yang masih terjadsi.
“Kami himbau kepada masyarakat agar patuh peraturan, tidak bisa dipungkiri saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, sehingga apapun keputusan pasti sudah dipertimbangkan secara matang,” kata Abu.
Penulis: Novira Kharisma
Editor: HTW
Tonton video:





