Poin Penting:
- Krisis air bersih: 65 desa di 14 kecamatan Trenggalek terdampak kekeringan, meski tidak seluruh wilayah desa mengalami kondisi yang sama.
- Penanganan BPBD: 142 tandon air telah didistribusikan ke 68 desa, disertai 400 jeriken dan 151 lembar terpal.
- Perkiraan musim hujan: hujan diperkirakan mulai mengguyur Trenggalek pada minggu pertama atau kedua Desember 2026, sedangkan prakiraan jangka pendek menyebut belum ada hujan dalam 10 hari ke depan.
Bacaini.ID, TRENGGALEK – Krisis air bersih di Trenggalek, Jawa Timur, meluas hingga 65 desa yang tersebar di 14 kecamatan. Di tengah kekeringan, pemenuhan kebutuhan air bersih, warga di 65 desa terdampak kekeringan Trenggalek bergantung dari pasokan pemerintah. Sementara itu, musim hujan di Trenggalek diperkirakan baru mulai pada minggu pertama atau kedua Desember 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan krisis air bersih sebagai dampak kekeringan di Trenggalek berlangsung sporadis atau tidak merata. Sebagian wilayah mengalami kesulitan air di desa tertentu dan itu terbatas pada lingkungan RT dan RW.
“Berdasarkan laporan dari desa maupun kecamatan, sampai hari ini ada 65 desa yang terdampak kekeringan dan tersebar di 14 kecamatan. Namun, bukan berarti seluruh wilayah di setiap kecamatan mengalami kekeringan,” kata Triadi Atmono kepada wartawan.
Dalam kekeringan Trenggalek 2026 ini Kecamatan Panggul jadi salah satu wilayah yang terdampak luas. Dari total 17 desa di Panggul, 13 desa di antaranya terdampak kekeringan. BPBD Trenggalek diketahui juga mendistribusikan penampungan air atau tandon.
Saat ini sebanyak 142 tandon air BPBD Trenggalek telah disalurkan ke 68 desa. Juga 400 jeriken untuk 50 desa, serta 151 lembar terpal yang tersebar di 55 desa. Sementara Prakiraan BMKG menyebut wilayah Trenggalek masih berpotensi belum diguyur hujan 10 hari ke depan.
BPBD telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, untuk kemungkinan operasi modifikasi cuaca sebagai salah satu upaya memicu hujan. Namun, pelaksanaan masih bergantung pada kondisi dan pertimbangan teknis.
“Musim hujan di Trenggalek diperkirakan baru mulai pada minggu pertama atau kedua Desember 2026,” pungkasnya. (aby/sa)




