• Login
Bacaini.id
Tuesday, February 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

3 Tokoh Wanita di Balik Lahirnya Hari Ibu

ditulis oleh
22 December 2021 19:17
Durasi baca: 2 menit
Ilutrasi Hari Ibu. Foto:unsplash

Ilutrasi Hari Ibu. Foto:unsplash

Bacaini.id, SURABAYA – Peringatan Hari Ibu yang jatuh tanggal 22 Desember tidak lepas dari sejarah perjuangan kaum perempuan pada masa penjajahan. Butuh waktu lama sebelum akhirnya peringatan hari ibu nasional ditetapkan.

Sejarah perjuangan Hari Ibu berawal pada tahun 1928, dimana diadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada tanggal 22-25 Desember di DI Yogyakarta. Kongres yang dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Pulau Jawa dan Sumatra itu menjadi tonggak sejarah perjuangan kaum perempuan.

Semangat dan motivasi dari kaum perempuan yang sebagian besar merupakan bagian dari organisasi pemuda pejuang pergerakan bangsa itu semakin menggelora sejak dikumandangkannya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Sejak saat itu para pimpinan perkumpulan kaum perempuan se-Indonesia mulai bersatu dalam satu kesatuan wadah mandiri. Mereka berkumpul menyatukan pikiran dan semangat perjuangan kemerdekaan sekaligus perbaikan nasib kaum perempuan.

Salah satu hasil keputusan Kongres Perempuan Indonesia 1 adalah terbentuknya satu organisasi federasi mandiri yang diberi nama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI). PPPI pada akhirnya menjalin kesatuan bersama dengan kaum laki-laki dalam meningkatkan harkat martabat Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka sekaligus bagi kaum perempuan Indonesia sebagai perempuan yang maju.

Kongres Perempuan Indonesia II kembali digelar pada tahun 1935 di Jakarta. Saat itu PPPI sudah berganti nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII). Pada kongres tersebut terbentuklah Badan Kongres Perempuan Indonesia.

Selain itu juga menetapkan fungsi utama Perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa. Fungsi ini berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih menyadari dan memiliki rasa kebangsaan yang besar.

Kemudian, penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu Nasional sukses menjadi keputusan pada Kongres Perempuan Indonesia III tahun 1938 di Kota Bandung.

Pemerintah mengukuhkan keputusan tersebut dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional. Pada tanggal 16 Desember 1959 menetapkan Hari Ibu sebagai hari nasional dan bukan hari libur.

22 Desember menjadi tonggak sejarah bagi Kesatuan Pergerakan Perempuan Indonesia. Hal itu tidak lepas dari perjuangan tokoh wanita pada awal kongres tahun 1928, diantaranya:

1.  Raden Ajeng Sutartinah, pendiri Taman Siswa sekaligus pemimpin perguruan tinggi Taman Siswa hingga akhir hayatnya. Pada Kongres Perempuan Indonesia I dia mewakili Organisasi Wanita Taman Siswa. Dia dikenal dengan nama Nyi Hajar Dewantara setelah menjadi istri bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara.

2. Siti Soekaptinah juga menjadi tokoh penting dalam Kongres Perempuan I di Yogyakarta. Dia tergabung dalam Organisasi Jong Islamieten Bond Dames Afdeling, ketika masih berusia 21 tahun.

3. Ny. Sujatin Kartowirjono, ketua Organisasi Poetri Indonesia yaitu sebuah organisasi wanita-wanita muda, terutama guru-guru sekaligus pengurus Organisasi Wanita Oetomo.

Penulis: Novira Kharisma
Editor: Budi S

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Hari Ibu
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Tangkapan layar saat Jokowi membuka Rakornas Indonesia Maju. Foto : youtube Sekretariat Presiden

Bantah Tanda Tangani Saat Menjabat, Jokowi Setuju UU KPK Direvisi

Gedung SDN Tlogo 2 Kanigoro yang masih digunakan 182 siswa

Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

Petugas mengevakuasi korban ke RSUD dr Soedomo Trenggalek

Penemuan Mayat di Dam Cangkring Trenggalek, Wildan Ditemukan Bersama Motor di Dasar Bendungan

  • Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

    Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In