• Login
Bacaini.id
Thursday, May 7, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Jejak Kekejaman Belanda di Alun-alun Bondowoso

ditulis oleh
1 August 2020 14:26
Durasi baca: 1 menit
Gerbong maut yang menewaskan para pejuang kemerdekaan di kawasan alun-alun Bondowoso. Foto: Bacaini

Gerbong maut yang menewaskan para pejuang kemerdekaan di kawasan alun-alun Bondowoso. Foto: Bacaini

BONDOWOSO – Tak hanya dikenal sebagai penghasil tape singkong, Kabupaten Bondowoso juga memiliki jejak sejarah kemerdekaan fenomenal. Diantaranya adalah gerbong maut yang menjadi koleksi museum kereta api satu-satunya di Jawa Timur.

Di Indonesia, jumlah museum perkeretaapian hanya empat. Mereka adalah Museum Ambarawa, Museum Sawahlunto, Museum Lawang Sewu, dan Museum Kereta Api Stasiun Bondowoso. Museum ini pertama kali diresmikan pada tanggal 17 Agustus 2016 dan menjadi satu-satunya museum kereta api di Jawa Timur.

Salah satu koleksinya yang terkenal adalah gerbong barang dengan nomor GR 10152. Gerbong itu adalah satu dari tiga gerbong barang yang mengangkut 116 pejuang Indonesia yang ditangkap Belanda. Peristiwa kelam ini terjadi pada tanggal 23 November 1947.

Dalam peristiwa agresi militer Belanda I usai proklamasi kemerdekaan, pasukan Belanda berusaha menguasai aset penting Indonesia, salah satunya jalur kereta api. Para pejuang yang ditangkap kemudian diarak ke Stasiun Bondowoso untuk dikirim ke penjara Bubutan di Surabaya.

Di sinilah kisah memilukan itu terjadi. Sebanyak 116 pejuang dipaksa masuk ke dalam tiga gerbong barang yang tak memiliki ventilasi udara. Mereka dibagi ke dalam tiga kelompok yang masing-masing membawa 38 tawanan, 29 tawanan, dan 33 tawanan.

Perjalanan panjang dari Bondowoso menuju Surabaya yang ditempuh selama 16 jam tersebut memakan banyak korban jiwa. Para pejuang yang kesulitan bernafas karena minimnya ventilasi berguguran di dalam gerbong. Mereka juga tak diberi makan atau minum selama perjalanan tersebut. Kondisi gerbong yang sempit dengan bahan baja dan atap seng menambah terik suhu udara hingga menyiksa para pejuang di dalamnya. Inilah kebengisan penjajah Belanda yang sulit dilupakan.

Kisah pilu para pejuang itu bisa kita kenang saat berkunjung di museum Stasiun Kereta Api Bondowoso. Gerbong bernomor GR 10152 kini dipajang di kawasan alun-alun Bondowoso dengan dilengkapi diorama.

Lokasi ini kerap menjadi tempat berswafoto masyarakat. Sambil ngeceng, mereka bisa mengabadikan monumen gerbong maut agar tak dilupakan zaman. (HTW)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: gerbong mautstasiun bondowoso
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Tonny Andreas kandidat Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030 mendapat dukungan 27 cabang olahraga

Tonny Andreas Kantongi Dukungan 27 Cabor, Maju Kandidat Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030

Fenomena awan pelangi atau cloud iridescence terlihat berwarna-warni di langit wilayah Jabodetabek

Fenomena Awan Pelangi Viral, Ini Penjelasan Sains dan Maknanya dalam Primbon Jawa

lomba balap dayung perahu tradisional di Pantai Mutiara Trenggalek

Lomba Balap Dayung Tradisional di Pantai Mutiara Trenggalek Tarik Animo Wisatawan

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kedatangan KPK ke Blitar Picu Rumor OTT, Jubir Pastikan Hanya Sosialisasi Pencegahan Korupsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In