• Login
Bacaini.id
Tuesday, March 10, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Jejak Kekejaman Belanda di Alun-alun Bondowoso

ditulis oleh
1 August 2020 14:26
Durasi baca: 1 menit
Gerbong maut yang menewaskan para pejuang kemerdekaan di kawasan alun-alun Bondowoso. Foto: Bacaini

Gerbong maut yang menewaskan para pejuang kemerdekaan di kawasan alun-alun Bondowoso. Foto: Bacaini

BONDOWOSO – Tak hanya dikenal sebagai penghasil tape singkong, Kabupaten Bondowoso juga memiliki jejak sejarah kemerdekaan fenomenal. Diantaranya adalah gerbong maut yang menjadi koleksi museum kereta api satu-satunya di Jawa Timur.

Di Indonesia, jumlah museum perkeretaapian hanya empat. Mereka adalah Museum Ambarawa, Museum Sawahlunto, Museum Lawang Sewu, dan Museum Kereta Api Stasiun Bondowoso. Museum ini pertama kali diresmikan pada tanggal 17 Agustus 2016 dan menjadi satu-satunya museum kereta api di Jawa Timur.

Salah satu koleksinya yang terkenal adalah gerbong barang dengan nomor GR 10152. Gerbong itu adalah satu dari tiga gerbong barang yang mengangkut 116 pejuang Indonesia yang ditangkap Belanda. Peristiwa kelam ini terjadi pada tanggal 23 November 1947.

Dalam peristiwa agresi militer Belanda I usai proklamasi kemerdekaan, pasukan Belanda berusaha menguasai aset penting Indonesia, salah satunya jalur kereta api. Para pejuang yang ditangkap kemudian diarak ke Stasiun Bondowoso untuk dikirim ke penjara Bubutan di Surabaya.

Di sinilah kisah memilukan itu terjadi. Sebanyak 116 pejuang dipaksa masuk ke dalam tiga gerbong barang yang tak memiliki ventilasi udara. Mereka dibagi ke dalam tiga kelompok yang masing-masing membawa 38 tawanan, 29 tawanan, dan 33 tawanan.

Perjalanan panjang dari Bondowoso menuju Surabaya yang ditempuh selama 16 jam tersebut memakan banyak korban jiwa. Para pejuang yang kesulitan bernafas karena minimnya ventilasi berguguran di dalam gerbong. Mereka juga tak diberi makan atau minum selama perjalanan tersebut. Kondisi gerbong yang sempit dengan bahan baja dan atap seng menambah terik suhu udara hingga menyiksa para pejuang di dalamnya. Inilah kebengisan penjajah Belanda yang sulit dilupakan.

Kisah pilu para pejuang itu bisa kita kenang saat berkunjung di museum Stasiun Kereta Api Bondowoso. Gerbong bernomor GR 10152 kini dipajang di kawasan alun-alun Bondowoso dengan dilengkapi diorama.

Lokasi ini kerap menjadi tempat berswafoto masyarakat. Sambil ngeceng, mereka bisa mengabadikan monumen gerbong maut agar tak dilupakan zaman. (HTW)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: gerbong mautstasiun bondowoso
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Bupati Tulungagung Gatut Sunu menyerahkan SK pensiun kepada ASN Pemkab Tulungagung di Pendopo Kongas Arum

83 ASN Pemkab Tulungagung Pensiun, Bupati Gatut Sunu Serahkan SK dan Tali Asih Korpri

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo saat sosialisasi SPPT PBB-P2 2026 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Minta Distribusi SPPT PBB-P2 2026 Dipercepat

Perbaikan jalan rusak di Kabupaten Trenggalek menjelang Lebaran Idul Fitri 2026

Jalan Rusak di Trenggalek Mulai Diperbaiki Jelang Lebaran Idul Fitri 2026, Pemkab Siapkan Rp95 Miliar

  • Bkami GM. Foto: istimewa

    Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Review Xiaomi 17 & Xiaomi 17 Ultra, Flagship Bertenaga dengan Kamera Leica

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanpa Wawali Blitar, Mas Ibin ‘Pamer’ 70 Prestasi di Refleksi 1 Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In