Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Berakhir pekan bersama keluarga masih menjadi salah satu pilihan untuk melepas penat. Bagi keluarga yang ingin berlibur secara privat dengan low budget, Bacaini.id merekomendasikan Pantai Coro Tulungagung.
Pantai Coro berada di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung. Perjalanan menuju Pantai Coro ini searah dengan Pantai Popoh, Tulungagung karena lokasi kedua destinasi wisata pantai ini memang sangat berdekatan. Namun, perjalanan ke Pantai Coro jauh lebih sulit.
Wisatawan yang akan berkunjung ke Pantai Coro harus menempuh medan yang cukup terjal. Hingga saat ini, jalan menuju Pantai Coro masih belum diaspal dan lebih didominasi tanah dan bebatuan. Medan ini lebih mudah dilalui kendaraan roda dua maupun mobil off-road.
“Jalannya cukup ekstrem, karena masih belum aspal. Apalagi kalau musim hujan, pasti lebih sulit lagi. Saran saya, ke Pantai Coro pas musim kemarau saja,” kata Ichun, salah satu wisatawan di Pantai Coro kepada Bacaini.id, Sabtu, 24 September 2022.
Bukan tanpa alasan, Ichun memberikan saran. Pria asal Jawa Tengah ini mengaku sudah beberapa kali berkunjung ke Pantai Coro. Meskipun harus melalui medan yang diakuinya cukup ekstrem, tetapi dia selalu ingin kembali ke pantai ini.
Menurutnya, ujian menempuh medan yang sulit akan terbayar lunas setelah sampai di Pantai Coro. Keindahan pantai dengan hamparan pasir putih tanpa ada sampah berserakan, benar-benar memanjakan mata.
Tak hanya itu, medan yang cukup sulit sepertinya menjadikan Pantai Coro belum banyak dikunjungi wisatawan. Seolah-olah pantai ini menjadi milik sendiri atau sedikit orang yang mau dan berani melalui rintangan selama perjalanan.
“Jadi lokasi wisata ini lebih privat. Saya juga tidak tahu kenapa, pantai seindah ini dinamakan Pantai Coro,” kata Ichun sambil tersenyum.
Berlibur ke Pantai Coro juga bisa dilakukan saat tanggal tua sekalipun. Wisatawan yang datang tidak perlu membayar retribusi tiket alias gratis. Di area pantai juga tersedia warung yang menyajikan makanan, minuman juga jajanan ringan.
“Pokoknya ekonomis lah liburan ke Pantai Coro ini. Mau ke sini setiap akhir pekan pun oke-oke saja,” imbuhnya.
Keindahan Pantai Coro tidak hanya terlihat saat pagi, siang atau sore hari saja. Karena hal itu, banyak wisatawan yang datang untuk berkemah. Suara debur ombak berpadu dengan nyala api unggun membuat hati dan pikiran lebih relaks sebelum kembali berkutat dengan rutinitas dihari Senin.
Potensi wisata Pantai Coro diharapkan menjadi perhatian Pemkab Tulungagung. Khususnya terkait perbaikan jalan yang masih berupa tanah dan batu. Sehingga lebih menarik datangnya wisatawan dan secara otomatis berimbas pada perekonomian, terutama bagi warga setempat.
Penulis: Setiawan
Editor: Novira