Bacaini.ID, KEDIRI — Wabah virus Nipah yang terjadi di India membuat seluruh dunia waspada. Lonjakan kasus baru menyangkut virus ini memicu kekhawatiran global.
Otoritas kesehatan India dilaporkan telah mengarantina sekitar 100 orang yang memiliki riwayat kontak dekat dengan pasien terinfeksi untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Virus ini menarik perhatian karena tingkat kematiannya yang sangat tinggi, berkisar antara 40% hingga 75%, serta fakta bahwa hingga saat ini belum ada vaksin atau obat spesifik yang tersedia.
Beberapa negara telah memperketat pemeriksaan kesehatan di bandara, yang mirip dengan protokol COVID-19 bagi penumpang yang datang dari wilayah terdampak.
Mengenal Virus Nipah, Kelelawar Buah Inangnya
Menurut World Health Organization (WHO), virus Nipah (NiV) merupakan virus zoonosis, ditularkan dari hewan ke manusia, dan juga dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi atau langsung antar manusia.
Pada orang yang terinfeksi, virus ini menyebabkan berbagai penyakit mulai dari infeksi tanpa gejala hingga penyakit pernapasan akut dan ensefalitis, peradangan akut pada jaringan otak, yang fatal.
Virus ini juga menginfeksi berbagai macam hewan dan menyebabkan penyakit parah serta kematian pada manusia, sehingga menjadi masalah kesehatan masyarakat.
Baca Juga:
Virus Nipah pertama kali dikenali pada tahun 1999 saat terjadi wabah di kalangan peternak babi di Malaysia. Penyakit ini juga teridentifikasi di Bangladesh pada tahun 2001, dan wabah hampir terjadi setiap tahun di negara tersebut sejak saat itu.
Di India Timur, penyakit ini juga telah teridentifikasi secara berkala. Wilayah lain memiliki kemungkinan risiko terinfeksi, karena bukti keberadaan virus telah ditemukan pada reservoir alami.
Apa itu? Spesies kelelawar Pteropus, dan beberapa spesies kelelawar lainnya di sejumlah negara, termasuk Kamboja, Ghana, Indonesia, Madagaskar, Filipina, dan Thailand.
Kelelawar buah dari famili Pteropodidae, khususnya spesies yang termasuk dalam genus Pteropus, merupakan inang alami virus Nipah.
Namun meskipun menjadi inang dari virus mematikan ini, tidak ada penyakit yang tampak pada kelelawar buah.
Awal Penularan Virus Nipah Dari Hewan ke Manusia
Dari wabah pertama virus Nipah di Malaysia diketahui bahwa sebagian besar infeksi yang terjadi pada manusia adalah akibat kontak langsung dengan babi yang sakit, atau jaringan babi yang terkontaminasi.
Dalam wabah selanjutnya di Bangladesh dan India, konsumsi buah-buahan atau produk buah, seperti jus kurma mentah, yang terkontaminasi urin atau air liur dari kelelawar buah yang terinfeksi diperkirakan menjadi sumber infeksi.
Penularan virus Nipah dari manusia ke manusia juga telah dilaporkan di antara keluarga dan pengasuh pasien yang terinfeksi. Hingga kini, wabah virus Nipah yang kembali terjadi, menyebar dari manusia ke manusia melalui kontak langsung.
Tanda dan Gejala Virus Nipah
Tanda dan gejala infeksi virus Nipah pada manusia, dari tanpa gejala hingga kondisi fatal. Masa inkubasi umumnya berlangsung antara 4 hingga 14 hari, namun dalam kasus langka dapat mencapai 45 hari.
Gejala klinis yang sering muncul di antaranya:
• Gejala Awal Mirip Flu
Pada tahap awal, 3–14 hari pertama sakit, penderita biasanya mengalami gejala non-spesifik seperti demam dan menggigil, sakit kepala yang hebat, nyeri otot dan kelemahan parah, sakit tenggorokan, batuk, dan muntah.
• Gejala Gangguan Pernapasan
Sebagian besar penderita akan mengalami masalah pernapasan, mulai dari yang ringan hingga berat.
Sesak napas atau kesulitan bernapas, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan dalam kondisi parah dapat berkembang menjadi pneumonia atipikal atau Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS).
• Gejala Neurologis
Jika infeksi berlanjut ke otak, gejala dapat memburuk dengan cepat dalam 24–48 jam. Gejalanya: pusing dan rasa kantuk yang tidak biasa, kebingungan mental (disorientasi) atau penurunan kesadaran, kejang-kejang dan koma yang dapat terjadi secara mendadak.
Beberapa individu mungkin terinfeksi tanpa menunjukkan gejala klinis sama sekali (asimptomatis).
Pencegahan Agar Tak Terinfeksi Virus Nipah
Karena belum ada obat yang mampu mencegah infeksi dari virus Nipah, satu-satunya cara adalah dengan meningkatkan kesadaran tentang faktor risiko dan langkah-langkah yang dapat mereka diambil untuk mengurangi paparan virus Nipah.
• Mengurangi risiko penularan dari kelelawar ke manusia
Memakan buah dengan cara aman, di antaranya merebus jika ingin mengambil sari buahnya, terutama pada kurma, cuci bersih dan kupas buah yang akan dikonsumsi, jangan memakan buah-buahan yang terindikasi bekas gigitan kelelawar.
• Mengurangi risiko penularan dari hewan ke manusia
Gunakan sarung tangan dan pakaian pelindung lainnya saat menangani hewan yang sakit atau jaringannya, dan selama prosedur penyembelihan dan pemusnahan. Sebisa mungkin menghindari kontak dengan hewan yang terinfeksi.
• Mengurangi risiko penularan dari manusia ke manusia
Hindari kontak fisik tanpa perlindungan dengan orang yang terinfeksi virus Nipah. Cuci tangan secara teratur, dan gunakan masker.
Virus ini dapat menular antar manusia melalui air liur atau ludah, urine, keringat dan cairan tubuh lainnya seperti feses, lendir dan lainnya.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





