• Login
Bacaini.id
Wednesday, January 28, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Wabah Virus Nipah di India Bikin Dunia Waspada: Kenali Gejalanya

Lonjakan kasus virus Nipah di India memicu kewaspadaan global, mengingat tingkat kematian tinggi serta belum tersedianya vaksin maupun obat khusus

ditulis oleh Editor
28 January 2026 17:44
Durasi baca: 5 menit
Ilustrasi virus Nipah penyebab wabah mematikan di India yang ditularkan dari kelelawar buah ke manusia

Wabah virus Nipah (foto ilustrasi/Unsplash)

Bacaini.ID, KEDIRI — Wabah virus Nipah yang terjadi di India membuat seluruh dunia waspada. Lonjakan kasus baru menyangkut virus ini memicu kekhawatiran global.

Otoritas kesehatan India dilaporkan telah mengarantina sekitar 100 orang yang memiliki riwayat kontak dekat dengan pasien terinfeksi untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Virus ini menarik perhatian karena tingkat kematiannya yang sangat tinggi, berkisar antara 40% hingga 75%, serta fakta bahwa hingga saat ini belum ada vaksin atau obat spesifik yang tersedia.

Beberapa negara telah memperketat pemeriksaan kesehatan di bandara, yang mirip dengan protokol COVID-19 bagi penumpang yang datang dari wilayah terdampak. 

Mengenal Virus Nipah, Kelelawar Buah Inangnya

Menurut World Health Organization (WHO), virus Nipah (NiV) merupakan virus zoonosis, ditularkan dari hewan ke manusia, dan juga dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi atau langsung antar manusia.

Pada orang yang terinfeksi, virus ini menyebabkan berbagai penyakit mulai dari infeksi tanpa gejala hingga penyakit pernapasan akut dan ensefalitis, peradangan akut pada jaringan otak, yang fatal.

Virus ini juga menginfeksi berbagai macam hewan dan menyebabkan penyakit parah serta kematian pada manusia, sehingga menjadi masalah kesehatan masyarakat.

Baca Juga:

  • Kemenkes Ajarkan Cara Mencegah Penularan Virus HMPV
  • Sejarah Nusantara, Gagah Digempur Wabah

Virus Nipah pertama kali dikenali pada tahun 1999 saat terjadi wabah di kalangan peternak babi di Malaysia. Penyakit ini juga teridentifikasi di Bangladesh pada tahun 2001, dan wabah hampir terjadi setiap tahun di negara tersebut sejak saat itu.

Di India Timur, penyakit ini juga telah teridentifikasi secara berkala. Wilayah lain memiliki kemungkinan risiko terinfeksi, karena bukti keberadaan virus telah ditemukan pada reservoir alami.

Apa itu? Spesies kelelawar Pteropus, dan beberapa spesies kelelawar lainnya di sejumlah negara, termasuk Kamboja, Ghana, Indonesia, Madagaskar, Filipina, dan Thailand.

Kelelawar buah dari famili Pteropodidae, khususnya spesies yang termasuk dalam genus Pteropus, merupakan inang alami virus Nipah.

Namun meskipun menjadi inang dari virus mematikan ini, tidak ada penyakit yang tampak pada kelelawar buah.

Awal Penularan Virus Nipah Dari Hewan ke Manusia

Dari wabah pertama virus Nipah di Malaysia diketahui bahwa sebagian besar infeksi yang terjadi pada manusia adalah akibat kontak langsung dengan babi yang sakit, atau jaringan babi yang terkontaminasi.

Dalam wabah selanjutnya di Bangladesh dan India, konsumsi buah-buahan atau produk buah, seperti jus kurma mentah, yang terkontaminasi urin atau air liur dari kelelawar buah yang terinfeksi diperkirakan menjadi sumber infeksi.

Penularan virus Nipah dari manusia ke manusia juga telah dilaporkan di antara keluarga dan pengasuh pasien yang terinfeksi. Hingga kini, wabah virus Nipah yang kembali terjadi, menyebar dari manusia ke manusia melalui kontak langsung. 

Tanda dan Gejala Virus Nipah

Tanda dan gejala infeksi virus Nipah pada manusia, dari tanpa gejala hingga kondisi fatal. Masa inkubasi umumnya berlangsung antara 4 hingga 14 hari, namun dalam kasus langka dapat mencapai 45 hari.

Gejala klinis yang sering muncul di antaranya:

• Gejala Awal Mirip Flu

Pada tahap awal, 3–14 hari pertama sakit, penderita biasanya mengalami gejala non-spesifik seperti demam dan menggigil, sakit kepala yang hebat, nyeri otot dan kelemahan parah, sakit tenggorokan, batuk, dan muntah.

• Gejala Gangguan Pernapasan

Sebagian besar penderita akan mengalami masalah pernapasan, mulai dari yang ringan hingga berat.

Sesak napas atau kesulitan bernapas, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan dalam kondisi parah dapat berkembang menjadi pneumonia atipikal atau Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS).

• Gejala Neurologis

Jika infeksi berlanjut ke otak, gejala dapat memburuk dengan cepat dalam 24–48 jam. Gejalanya: pusing dan rasa kantuk yang tidak biasa, kebingungan mental (disorientasi) atau penurunan kesadaran, kejang-kejang dan koma yang dapat terjadi secara mendadak. 

Beberapa individu mungkin terinfeksi tanpa menunjukkan gejala klinis sama sekali (asimptomatis). 

Pencegahan Agar Tak Terinfeksi Virus Nipah

Karena belum ada obat yang mampu mencegah infeksi dari virus Nipah, satu-satunya cara adalah dengan meningkatkan kesadaran tentang faktor risiko dan langkah-langkah yang dapat mereka diambil untuk mengurangi paparan virus Nipah.

• Mengurangi risiko penularan dari kelelawar ke manusia

Memakan buah dengan cara aman, di antaranya merebus jika ingin mengambil sari buahnya, terutama pada kurma, cuci bersih dan kupas buah yang akan dikonsumsi, jangan memakan buah-buahan yang terindikasi bekas gigitan kelelawar.

• Mengurangi risiko penularan dari hewan ke manusia

Gunakan sarung tangan dan pakaian pelindung lainnya saat menangani hewan yang sakit atau jaringannya, dan selama prosedur penyembelihan dan pemusnahan. Sebisa mungkin menghindari kontak dengan hewan yang terinfeksi.

• Mengurangi risiko penularan dari manusia ke manusia

Hindari kontak fisik tanpa perlindungan dengan orang yang terinfeksi virus Nipah. Cuci tangan secara teratur, dan gunakan masker.

Virus ini dapat menular antar manusia melalui air liur atau ludah, urine, keringat dan cairan tubuh lainnya seperti feses, lendir dan lainnya. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: wabah nipah
Via: virus nipah
Tags: bacaini.idgejala virus nipahvirus nipahwabah vrus nipah
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: istimewa

Menteri Keuangan Mutasi Sejumlah Pejabat Eselon II

Ilustrasi IHSG. Foto: istimewa

Ramai Berita MSCI Picu Anjloknya Saham, Ini Penjelasan Sederhananya

Aurora berwarna merah dan hijau terlihat di langit Eropa akibat badai Matahari Januari 2026

Aurora Muncul di Berbagai Negara, Ini Penjelasan Ilmiah Badai Matahari Januari 2026

  • Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

    KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur, BMKG Sebut Blitar Raya hingga Madura Jalur Utama Angin Kencang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Curhat Ressa di Podcast Denny Sumargo Bikin Publik Berbalik Serang Denada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Harapan Jaya Terobos Lampu Merah, Tabrak Mobil, Motor, dan Rumah di Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In