Bacaini.id, KEDIRI – Seorang tutor program English Massive (Emas) berhasil lolos seleksi beasiswa LPDP dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia. Kini ia telah menjalan pendidikan di University of Edinburgh.
Cindy, tentor program Emas lolos seleksi melalui jalur reguler Non-LoA pada tahun 2022. Ia sukses menyingkirkan kandidat lainnya dengan memegang skor IELTS minimal 6,5. “Untuk mendaftar di kampus University of Edinburgh overall 7 dan skor per skill 6,5,” katanya, Senin, 2 Oktober 2023.
Selain syarat itu, Cindy juga menulis esai tentang komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia. Kemudian mengisi formulir pendaftaran di website LPDP dan IPK minimal 3,0 pada skala 4,0.
Selain memenuhi beberapa syarat, Cindy menceritakan beberapa tahap seleksi yang dilewatinya. Di LPDP sendiri ada tiga tahap seleksi untuk jalur Reguler Non-LoA, yaitu, seleksi administrasi, seleksi bakat skolastik, dan yang terakhir seleksi substansi.
Pada tahap awal, ia harus benar-benar memperhatikan apakah semua persyaratan sudah terpenuhi atau belum dan yang terpenting adalah riset. “Teliti betul-betul mengenai jurusan dan universitas tujuan karena jika lolos ke tahap wawancara, pasti akan ditanyakan. Harus yakin dan konsisten dengan jawaban yang diberikan,” katanya memberi petuah.
Saat menjalani studi di University of Edinburgh, Cindy mengaku harus menjalani beberapa adaptasi. Hal yang paling membuatnya kaget adalah perbedaan cuaca.
Lalu untuk makanan, Cindy memasak setiap hari agar hemat. Untuk belanja sayuran, daging halal, dan rempah dari Asia masih mudah dijangkau. “Untuk ibadah Alhamdulillah dimudahkan, ada masjid besar yang dekat sekali dengan kampus. Disediakan juga ruangan khusus untuk sholat di fakultas saya Moray House School of Education,” ungkapnya.
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengapresiasi keberhasilan tutor English Massive yang mendapat beasiswa LPDP. Menurutnya, program English Massive memiliki kualitas yang sangat bagus. Meskipun gratis, program ini memiliki tutor-tutor yang keren dan memiliki kualitas.
“Program ini bukan program main-main meskipun gratis. Kami desain sebaik mungkin untuk masyarakat Kota Kediri. Tutornya kami pilih yang berkualitas,” ujarnya.(*)