Bacaini.ID, TULUNGAGUNG – Sampah menjadi masalah serius di kawasan wisata Pantai Gemah, Pantai Bayem dan Pantai Widodaren Kabupaten Tulungagung Jawa Timur.
Sebagian besar sampah berasal dari Terowongan Niyama yang datang dari sungai-sungai di wilayah Tulungagung dan Trenggalek.
Tumpukan sampah membuat pemandangan Pantai Gemah, Pantai Bayem dan Pantai Widodaren terlihat kumuh dan jorok. Sementara ketiga pantai selatan tersebut merupakan wisata primadona Tulungagung.
“Lokasi ketiga pantai ini dekat dengan Terowongan Niyama, sehingga saat terjadi cuaca buruk terutama saat curah hujan tinggi selalu penuh tumpukan sampah kiriman dari Niyama,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung Ardian Candra kepada wartawan Senin (12/1/2026).
Baca Juga: Patung Macan Putih Punya Hak Cipta, Apa Keuntungan Untuk Suwari?
Kebiasaan yang terjadi di setiap musim penghujan, pengelola Terowongan Niyama selalu membuka pintu airnya. Air mengalir ke pantai selatan dengan membawa sampah yang sebagian besar sampah rumah tangga.
Menurut Ardian Candra penanganan sampah tidak bisa dilakukan pengelola pantai sendiri. Perlu kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPBD dan pengelola Terowongan Niyama.
“Harus dari hulu dan hilir di Sungai Niyama,” kata Candra.
Ardian Candra dalam kesempatan itu juga mengatakan perlunya menghidupkan wisata lain di Tulungagung. Terutama kawasan pantai-pantai yang lain.
Pada tahun 2026 ini ia berharap kunjungan wisatawan ke Tulungagung tidak hanya terfokus pada Pantai Gemah, Pantai Bayem dan Pantai Widodaren.
“Kami juga akan berupaya untuk memecah konsentrasi wisatawan agar juga berkunjung ke pantai-pantai lain di Tulungagung,” pungkasnya.
Baca Juga: Lapas Blitar Blak-blakan Soal Penganiayaan Napi yang Berujung Kematian
Penulis: Fikri
Editor: Solichan Arif





