Bacaini.id, TRENGGALEK – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pemerintah Kabupaten Trenggalek bertekad menurunkan angka stunting. Pada tahun 2024 nanti ditargetkan angka stunting bisa mencapai dibawah 14 persen.
Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara mengatakan pihaknya menggelar rapat koordinasi yang bertujuan untuk memasifkan peran TPPS sehingga masing-masing bidang dan sekretariat TPPS bisa berjalan maksimal. Dengan begitu diharapkan dapat menguatkan koordinasi dalam percepatan penurunan angka stunting di semua lini.
“Rencana pembangunan jangka menengah nasional 2020-2024 adalah meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Salah satu caranya dengan menurunkan angka stunting menjadi 14 % pada tahun 2024,” kata Wabub Syah di Aula Setda Trenggalek, Selasa, 29 November 2022.
Menurutnya, dalam mewujudkan dan meningkatkan komitmen pemerintah di semua lapisan, mulai dari pemerintah pusat hingga tingkat desa, perlu adanya dorongan perubahan perilaku masyarakat yang baik dan sehat. “Selain itu juga perlu peningkatan ketahanan pangan dan gizi serta penguatan pengembangan sistem data, informasi, riset dan inovasi,” imbuhnya singkat.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Trenggalek, Saeroni menambahkan di Trenggalek sudah dibentuk satgas penurunan angka stunting. Bahkan pihaknya juga telah melakukan koordinasi untuk penyusunan laporan terkait dengan hasil pada semester 1 dan 2. “Untuk penanganan stunting sendiri ada yang spesifik dan sensitif. Contoh yang spesifik, balita stunting diberikan makanan tambahan, asi ekslusif, maupun vitamin tambahan, misalnya vitamin penambah darah bagi penderita anemia,” jelas Saeroni
Lebih lanjut, Saeroni menyebutkan untuk mewujudkan penurunan angka stunting di Trenggalek perlu adanya kerja sama dengan dinas terkait, seperti Dinas PUPR yang mengampu terkait penyediaan air bersih, Dinas PKPLH untuk menangani jamban keluarga. Artinya, semua dinas harus berkoordinasi untuk melakukan konvergensi turunkan stunting.
“Dari survey status gizi di Indonesia, Trenggalek ada diangka 18,1%. Harapannya bisa diturunkan diangka 14% dibawah target nasional,” tutupnya.





