Bacaini.ID, KEDIRI — Hari Raya Idul Fitri identik dengan hidangan lezat yang jarang ditemui pada hari-hari biasa. Opor ayam, rendang, gulai, hingga aneka kue kering seperti nastar dan kastengel jadi sajian yang hampir selalu hadir di meja makan keluarga saat Lebaran.
Momen silaturahmi yang berlangsung dari rumah ke rumah juga sering membuat orang menikmati makanan lebih sering dari biasanya. Tidak heran jika banyak orang merasa berat badannya meningkat setelah libur Lebaran usai.
Baca Juga:
Perubahan pola makan setelah sebulan menjalani puasa Ramadan, ditambah dengan konsumsi makanan tinggi santan, gula, dan lemak, menjadi salah satu penyebab utama kenaikan berat badan dalam waktu singkat.
Meski demikian, bukan berarti harus menghindari hidangan khas Lebaran sepenuhnya. Dengan pengaturan pola makan dan gaya hidup yang tepat, berbagai makanan tersebut tetap bisa dinikmati tanpa harus khawatir berat badan melonjak setelah hari raya.
Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan agar berat badan tetap stabil selama momen Lebaran.
Jangan Lewatkan Sarapan
Banyak orang melewatkan sarapan saat Lebaran karena berencana menikmati hidangan berat ketika bersilaturahmi ke rumah kerabat. Padahal, tidak sarapan justru bisa membuat seseorang makan berlebihan di waktu berikutnya.
Sarapan ringan seperti buah, roti gandum, atau telur dapat membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan mengontrol nafsu makan sepanjang hari.
Batasi Porsi Makanan Bersantan
Makanan bersantan seperti opor ayam, rendang, dan gulai memang menjadi hidangan khas Lebaran yang sulit dilewatkan. Namun, makanan tersebut juga mengandung kalori dan lemak yang cukup tinggi.
Agar berat badan tetap terjaga, sebaiknya konsumsi makanan bersantan dalam porsi yang wajar. Mengambil porsi kecil namun tetap menikmati rasanya bisa menjadi cara yang lebih sehat dibandingkan makan dalam jumlah besar.
Tak perlu menggunakan ‘aji mumpung’ menyantap hidangan lebaran. Tetap makan secukupnya dan nikmati dengan santai.
Pilih Kue Kering Secukupnya
Selain makanan utama, aneka kue kering juga menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Lebaran. Nastar, kastengel, putri salju, hingga lidah kucing biasanya disajikan sebagai camilan bagi tamu yang datang berkunjung.
Meski terlihat ringan, kue kering umumnya mengandung gula, mentega, dan tepung yang cukup tinggi kalori. Oleh karena itu, sebaiknya batasi konsumsi kue kering, misalnya satu hingga dua potong saja saat bertamu.
Ingat selalu kalori tinggi yang terdapat dalam kue-kue lebaran, agar dapat mengontrol keinginan untuk ngemil berlebihan.
Perbanyak Minum Air Putih
Minuman manis seperti sirup, soda, atau minuman kemasan sering disajikan saat Lebaran. Konsumsi minuman tersebut secara berlebihan dapat meningkatkan asupan gula harian.
Untuk menjaga keseimbangan, sebaiknya imbangi dengan minum air putih yang cukup. Selain membantu mengontrol asupan gula, air putih juga dapat membantu tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Tetap Aktif Bergerak
Libur Lebaran sering membuat banyak orang lebih banyak duduk atau beristirahat di rumah. Padahal, aktivitas fisik tetap penting untuk menjaga keseimbangan energi dalam tubuh.
Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki saat berkunjung ke rumah tetangga, membantu menyiapkan makanan, atau sekadar berjalan santai di sekitar rumah dapat membantu membakar kalori tambahan.
Perbanyak Konsumsi Sayur dan Buah
Makanan Lebaran biasanya didominasi oleh hidangan yang tinggi lemak dan santan. Oleh karena itu, menambahkan sayur dan buah dalam menu harian dapat membantu menyeimbangkan pola makan.
Sayur dan buah mengandung serat yang dapat membantu menjaga rasa kenyang lebih lama serta mendukung sistem pencernaan tetap sehat.
Atur Pola Makan
Meski suasana Lebaran identik dengan berbagai hidangan lezat, menjaga pola makan tetap penting dilakukan. Usahakan untuk tetap makan dalam jadwal yang teratur dan tidak terus-menerus mengonsumsi camilan sepanjang hari.
Dengan pola makan yang terkontrol, tubuh akan lebih mudah menjaga keseimbangan kalori sehingga risiko kenaikan berat badan dapat diminimalkan.
Lebaran memang menjadi momen spesial untuk menikmati berbagai hidangan bersama keluarga dan kerabat.
Namun dengan mengatur porsi makan, menjaga pola hidup aktif, dan memperhatikan asupan makanan, masyarakat tetap bisa merayakan hari raya dengan nyaman tanpa khawatir berat badan meningkat setelah Lebaran.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





