Bacaini.id, KEDIRI – Naiknya tarif ojek online membuat jumlah penumpang ojol di Kota Kediri turun drastis. Kondisi ini sudah dirasakan para pengemudi ojol sejak dua hari ini.
Salah satu pengemudi ojol, Bambang mengatakan berkurangnya penumpang juga dirasakan teman-temanya sesama pengemudi ojol. Situasi ini membuat mereka resah dan kebingungan untuk menutup target.
“Sama saja, teman-teman yang lain juga mengeluh,” kata Bambang kepada Bacaini.id, Senin, 12 September 2022.
Menurut para pengemudi ojol, jika tarif tidak dinaikkan, mereka akan kesulitan membeli BBM yang harganya naik. Sementara saat tarif dinaikkan, para penumpang memilih menggunakan akomodasi lain.
“Kalau naik orderan sepi, tapi kalau tidak naik pendapatan juga turun. Ini yang membuat kita bingung,” keluhnya.
Keluhan sama juga diungkapkan Burhan. Bahkan menurutnya penurunan jumlah penumpang saat ini sudah mencapai angka 30 persen jika dibandingkan dengan sebelumnya.
“Sejak tarif naik, jumlah penumpang memang turun drastis. Sekarang ini berkurangnya sudah sampai 30 persen, kita juga bingung harus bagaimana,” ujar Burhan.
Sedikit berbeda bagi Tanti Krisnawati yang sehari-hari menjadi salah satu driver Shopee Food di Kota Kediri. Dia mengatakan orderan yang diterimanya saat ini pun juga berkurang.
“Orderan lebih cenderung sepi, padahal tarifnya belum naik,” kata Tanti.
Perempuan berhijab itu mengaku tidak pernah mengambil orderan yang jaraknya jauh. Meski begitu, pengaruh turunnya orderan terbukti dengan turunnya penghasilan harian yang didapatkannya. Hal itu diperparah dengan pengeluaran untuk membeli BBM yang semakin meningkat.
“Kira-kira sekarang ini dapat Rp100.000 saja sudah bagus. Belum untuk beli BBM, bisa sampai Rp25.000 sampai Rp35.000 lah. Itupun saya tidak ambil orderan yang jauh-jauh,” pungkasnya.
Penulis: AK.Jatmiko
Editor: Novira