Bacaini.ID, KEDIRI — Survei dari Jakpat menyebut 71% netizen Indonesia atau warganet menghabiskan screen time-nya dengan scroll media sosial (medsos). Sementara hanya 19% yang membuka media sosial untuk membaca berita.
Hasil survei Jakpat Semester II 2025 yang juga dipublikasikan oleh GoodStats ini menunjukkan pola konsumsi digital masyarakat Indonesia masih didominasi aktivitas yang bersifat cepat dan ringan.
Sebagian besar pengguna media sosial di Indonesia lebih sering menghabiskan waktu untuk scroll media sosial ketimbang aktivitas digital lainnya.
Baca Juga:
- Fakta Fajar Alamri, Bocah 5 Tahun dari Tolitoli yang Bikin Legenda Biliar Dunia Terkesima
- Investigasi Baru Misteri Bunuh Diri Kurt Cobain
Survei yang dilakukan pada 25 November hingga 3 Desember 2025 ini melibatkan 2.240 responden melalui kuesioner daring di aplikasi mobile Jakpat.
Sampel diproporsikan berdasarkan populasi pengguna internet di Indonesia, dengan margin of error di bawah 5 persen. Artinya, temuan ini merepresentasikan perilaku pengguna internet aktif secara umum.
Aktivitas di Media Sosial yang Paling Sering Dilakukan
Berikut hasil survei selengkapnya dalam survei Jakpat mengenai aktivitas keseharian warganet Indonesia dalam bersosial media:
• Scroll Media Sosial, 71%
• Menonton YouTube, 56%
• Bermain Game, 40%
• Mendengarkan Musik, 34%
• Membaca Buku Elektronik, 22%
• Membaca Berita Online, 19%
• Menonton Film/Series, 14%
• Mendengarkan Podcast, 13%
Scrolling media sosial menjadi aktivitas yang paling sering dilakukan oleh pengguna media sosial. Menonton konten singkat dan visual menjadi hiburan utama yang masyarakat dapatkan dari media sosial.
Aktivitas ini dilakukan oleh 71 persen responden dan menjadi yang tertinggi dibanding pilihan aktivitas lain dalam survei. Tingginya angka ini juga menunjukkan bahwa media sosial masih menjadi pusat aktivitas digital masyarakat.
Platform seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan X menjadi ruang utama untuk hiburan, informasi ringan, hingga interaksi sosial.
Di posisi kedua, 56 persen responden menyebut menonton YouTube sebagai aktivitas yang paling sering dilakukan. Angka ini memperlihatkan bahwa format video tetap menjadi pilihan kuat dalam konsumsi digital.
Berbeda dengan scroll media sosial yang cenderung singkat, YouTube menawarkan variasi durasi, mulai dari video pendek hingga konten panjang. Namun tetap saja, platform ini berbasis visual dan relatif mudah dikonsumsi.
Kombinasi antara 71 persen yang aktif scroll dan 56 persen yang menonton YouTube memperlihatkan satu pola: publik pengguna internet Indonesia lebih memilih konten visual dibanding teks panjang.
Sementara itu 40 persen responden menyatakan sering bermain game. Ini menunjukkan bahwa hiburan interaktif juga memiliki porsi signifikan dalam keseharian digital.
34 persen responden menyebut mendengarkan musik sebagai aktivitas rutin. Konsumsi audio dalam bentuk musik masih lebih tinggi dibanding format audio lain seperti podcast.
Di sisi lain, podcast hanya dipilih oleh 13 persen responden sebagai aktivitas yang paling sering dilakukan. Angka ini menempatkan podcast di posisi terbawah dalam daftar survei.
Hal tersebut mengindikasikan bahwa konten audio berbasis diskusi atau narasi panjang belum menjadi pilihan utama.
Membaca Bukan Prioritas Pengguna Media Sosial
Data yang cukup menonjol dalam survei ini adalah rendahnya persentase aktivitas membaca. Membaca buku elektronik tercatat 22 persen, sementara membaca berita online hanya 19 persen.
Kurang dari seperlima responden menjadikan membaca berita sebagai aktivitas digital yang paling sering dilakukan. Jika dibandingkan dengan 71 persen yang aktif scroll, selisihnya sangat signifikan.
Dari survei ini menunjukkan bahwa konsumsi informasi berbasis teks kalah bersaing dengan konten visual dan hiburan ringan. Publik lebih memilih konten visual bersifat hiburan daripada informasi.
Namun demikian, maraknya situs-situs berita yang bermigrasi menjadi konten visual di media sosial, setidaknya dapat membantu kebutuhan masyarakat akan informasi faktual.
Hal ini juga bisa menjadi rambu bagi pengusaha media untuk adaptif pada selera masyarakat yang terus berubah. Memanfaatkan media sosial secara maksimal untuk menarik minat pembaca mengunjungi website menjadi sangat penting.
Hal yang sama juga telah dilakukan oleh para penulis komersil di platform-platform novel atau cerpen online. Mereka menggunakan media sosial untuk berpromosi dengan membagikan beberapa bab e-book, untuk selanjutnya menggiring pembaca masuk ke platform yang memuat cerita tersebut.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





