Suyanto mengungkapkan, saat ini satgas masih kesulitan mencari lahan pengganti. Mengingat lahan pengganti yang memiliki kualitas dan kuantitas LP2B sudah terbatas. Bahkan beberapa kesempatan pembahasan terkait lahan pengganti belum juga menemukan titik terang.
“Sampai saat ini masih jalan buntu, karena belum ada lahan pengganti untuk LP2B yang terdampak jalan tol. Disisi lain, penggantian lahan juga tidak boleh diberupakan uang. Jikapun terpaksa harus ada konsensus alih fungsi lahan,” paparnya.
Lebih lanjut dijelaskan Suyanto bahwa satuan tugas juga masih terkendala dalam penghitungan tanaman di lahan terdampak jalan tol. Sebab, satuan tugas belum memiliki data pengukuran lahan dari BPN, sehingga belum berani untuk terjun ke lapangan.
“Penghitungan tanaman ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui berapa nilai tanaman yang terdampak jalan tol. Nantinya yang berhak menilai dari pihak appraisal,” pungkasnya.
Penulis: Setiawan
Editor: Novira