Bacaini.ID, KEDIRI – World Health Organisation (WHO) menyebut 1 dari 7 orang di Asia Tenggara mengalami depresi.
Sebagian besar dari mereka tidak mendapat pengobatan yang layak lantaran berbagai faktor.
Asia Tenggara sendiri diketahui telah menyumbang 27% kasus depresi secara global.
Berikut beberapa hal yang perlu diketahui mengenai depresi, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Faktor pemicu depresi
Menurut National Institutes of Health, faktor pemicu depresi antara lain:
• Urbanisasi dan peralihan dari perekonomian agraris ke perekonomian industri
• Generasi muda pindah ke kota untuk bekerja, meninggalkan sistem pendukung keluarga mereka
• Penekanan budaya pada pencapaian kolektif dan harapan masyarakat
• Kurangnya asuransi kesehatan
• Tidak memiliki penyedia yang berbicara bahasa yang sama
• Menurunnya kohesi sosial di lingkungan sekitar
• Diskriminasi tingkat tinggi
Ciri-ciri psikologis penderita depresi
Tanda depresi pada seseorang bisa dilihat baik secara fisik maupun psikologis. Secara psikologis, dikutip dari Alodokter berikut tandanya:
• Selalu merasa bersalah dan sering menyalahkan diri sendiri
• Perasaan putus asa, rendah diri, dan tidak berharga atau memiliki self esteem yang rendah
• Selalu merasa cemas dan khawatir yang berlebihan
• Suasana hati yang buruk atau sedih secara berkelanjutan
• Mudah marah atau sensitif, dan mudah menangis
• Sulit berkonsentrasi, berpikir, dan mengambil keputusan
• Menjadi apatis terhadap lingkungan sekitarnya
• Tidak mampu mengenali emosi atau mengekspresikan emosinya sendiri (alexithymia)
• Tidak tertarik dan tidak memiliki motivasi terhadap segala hal (anhedonia)
• Timbul ide untuk menyakiti diri sendiri atau percobaan bunuh diri
Ciri-ciri fisik penderita depresi
Beberapa ciri fisik orang mengalami depresi di antaranya adalah kelelahan berkepanjangan, tidak ada nafsu makan, insomnia atau tidur terus-menerus.
Kemudian pusing dan nyeri tanpa sebab jelas, gerak tubuh dan cara bicara yang lebih lambat atau lemas, tidak ada gairah seksual, berat badan turun atau bahkan naik drastis.
Cara menghadapi depresi diri sendiri atau orang lain
Mencari pertolongan pada ahli lebih diutamakan. Namun sebagai pertolongan pertama untuk diri sendiri maupun orang di sekitar kita yang mengalami depresi, beberapa hal yang perlu dilakukan adalah:
• Mengalihkan perhatian dari masalah dengan cara beraktivitas sehat.
Seperti olahraga, bertemu dengan teman atau komunitas, terhubung dengan keluarga atau orang kepercayaan sebagai support system yang bisa diandalkan
• Menerapkan gaya hidup sehat dengan memperhatikan asupan makan dan minum. Hindari alkoloh, nikotin dan obat-obatan terlarang. Tidur dan istirahat cukup
• Bersabar dan memberi perhatian pada orang yang mengalami depresi. Menghindari untuk mengambil keputusan penting saat mental sedang dalam masalah
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif