• Login
Bacaini.id
Thursday, March 26, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Sritex dan Cerita Mata Wiji Thukul yang Dipopor Senjata

ditulis oleh Editor
2 March 2025 05:00
Durasi baca: 2 menit
Sritex dan Cerita Mata Wiji Thukul yang Dipopor Senjata (foto/ist)

Sritex dan Cerita Mata Wiji Thukul yang Dipopor Senjata (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Ada jejak penyair Wiji Thukul di PT Sritex Sukoharjo Jawa Tengah yang pada 28 Februari 2025 resmi melakukan PHK massal.

Sosok Wiji Thukul pernah berdiri di tengah unjuk rasa massa buruh PT Sritex pada Maret 1995. Bahkan mata Thukul nyaris buta lantaran dipopor senjata.

Kelopak mata kanan itu sobek dengan retina mengalami gangguan serius, namun di situlah puisi Peringatan mendapatkan momentumnya.

“…Apabila usul ditolak tanpa ditimbang.

Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan.

 Dituduh subversif dan mengganggu keamanan.

Maka hanya satu kata: Lawan!.

Penggalan frasa Hanya Satu Kata: Lawan!, bergema di mana-mana dan selanjutnya menjelma sebagai kredo perlawanan di setiap aksi massa di Indonesia.

Lahir 26 Agustus 1963 di Jagalan Solo, Wiji Thukul merupakan Ketua Jaker (Jaringan Kerja Kesenian Rakyat), sayap Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang dipimpin Budiman Sudjatmiko.

Budiman saat ini telah menjabat Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan di kabinet Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Sebelum didaulat sebagai Ketua Jaker yang berdiri tahun 1991, Thukul lebih dikenal sebagai penyair pamflet yang radikal.

Puisi WS Rendra banyak mempengaruhinya, dan dalam perjalanannya, bobot kepenyairannya termatangkan oleh penyair Pablo Neruda asal Chile dan Octavio Paz asal Meksiko.

Diksi-diksi yang dipilih Thukul dalam berpuisi tanpa tedeng aling-aling. Vulgar menghantam, dan karenanya kerap memerahkan telinga penguasa orde baru.

Pasca peristiwa Kudatuli (27 Juli 1996) yang menjadi tonggak penting karir politik Megawati Soekarnoputri, nasib Thukul tidak diketahui rimbanya.

Thukul yang pernah membela hak buruh PT Sritex itu, hidup sebagai buronan kekuasaan. Bersembunyi dari satu tempat ke tempat lain. Sempat dikabarkan berada di Kalimantan.

Kesaksian salah seorang aktivis PRD, rekan seperjuangannya, Thukul sempat berada di Jakarta pada November 1997. Juga sempat bertemu istri dan 2 anaknya di Solo pada Desember 1997.

Setelah itu benar-benar tidak diketahui kabarnya. Pada saat rezim Soeharto ambruk Mei 1998, nama Wiji Thukul masuk dalam daftar belasan aktivis yang hilang.

Sampai PT Sritex gulung tikar dengan mem-PHK 8.400 buruh yang pernah dibelanya, nasib Wiji Thukul belum juga bisa dipastikan.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: PHK buruh SritexPT SritexSritexWiji Thukul
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

kimchi makanan fermentasi korea kaya probiotik

Faedah Bakteri Kimchi Bagi Usus Manusia, Bisa Bantu Keluarkan Nanoplastik

pinjol sebabkan kasus bunuh diri

KPPU Sidangkan Dugaan Kartel Bunga Pinjaman Online

Bunga Desaku Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Jembatan Emosional Bupati dan Rakyat

  • Ilustrasi seseorang mengirim ucapan Idul Fitri 2026 melalui WhatsApp di ponsel

    Daftar Ucapan Idul Fitri 2026 Paling Lengkap dan Tinggal Copas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yaqut Cholil Qoumas Kembali Ditahan di Rutan KPK, Kasus Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In