• Login
Bacaini.id
Thursday, May 21, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Soft Life, Gaya Hidup Gen Z yang Kesampingkan Kerja Keras

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
20 March 2025 11:00
Durasi baca: 3 menit
Soft Life, Gaya Hidup Gen Z yang Kesampingkan Kerja Keras (foto ilustrasi/freepik)

Soft Life, Gaya Hidup Gen Z yang Kesampingkan Kerja Keras (foto ilustrasi/freepik)

Bacaini.ID, KEDIRI – Tren soft life tidak hanya menjadi gaya hidup gen Z.

Di berbagai belahan dunia, soft life awalnya merupakan gerakan yang dipopulerkan komunitas influencer Nigeria.

Soft life merupakan gaya hidup yang lebih mengutamakan kesejahteraan pribadi dan ketenangan jiwa.

Gaya hidup yang mendobrak stereotip kaum milenial yang menganggap kesejahteraan hanya bersifat materi dan untuk mencapainya harus kerja keras.

Selama ini, kaum muda dijejali dengan doktrin kemapanan, produktivitas yang alih-alih membuat sejahtera, namun justru kerap menimbulkan masalah kesehatan fisik dan psikologis.

Dikutip dari Forbes, berikut landasan gerakan soft life yang kini secara global banyak diikuti oleh gen Z termasuk di Indonesia.

Menolak Budaya Kerja Keras

Generasi sebelumnya tumbuh dengan etos kerja keras dan mental juang yang tinggi.

Ini yang membuat generasi sebelum gen Z memiliki pandangan kesuksesan dapat diwujudkan melalui kerja keras.

Mental juang yang tinggi tersebut seringkali membuat seseorang mengabaikan kesehatan fisik dan mental. Produktivitas kerja menjadi penilaian utama.

Namun kini pandangan tersebut tidak berlaku lagi. Semakin banyak orang menyadari bahwa menjalani kehidupan terbaik tidak hanya ditentukan kesuksesan materi yang luar biasa atau standar sosial.

Survei KeyBank menyebutkan, orang masa kini menolak budaya kerja keras dan beralih ke kehidupan yang lebih santai seiring meningkatnya biaya hidup.

Sebanyak 72% responden lebih suka mendefinisikan kesuksesan melalui sudut pandang kehidupan yang santai.

Hidup yang lebih menekankan kebahagiaan, kepuasan, dan pemenuhan.

Sementara 54% orang percaya bahwa budaya kerja keras, yang mengukur kesuksesan berdasarkan kekayaan, status, dan prestasi, dapat mengakibatkan kelelahan.

Gerakan soft life mempromosikan pendekatan yang seimbang antara pekerjaan dan kehidupan. Kesehatan pribadi tidak dikorbankan demi pencapaian profesional.

Sehat dengan Merawat Diri Sendiri

Hidup tenang dengan prioritas kesehatan mental dan fisik. Ini mencakup rutinitas perawatan diri secara teratur dan terlibat dalam aktivitas yang mendatangkan kegembiraan dan relaksasi.

Pendekatan ini menangkal tekanan dari lingkungan sosial untuk tampil dan berprestasi.

Semakin tingginya angka penderita masalah mental, membuat orang muda sekarang lebih memprioritaskan kesehatan mental mereka.

Kebutuhan pada kesejahteraan mental lebih dianggap penting agar mampu menghadapi tantangan dunia yang semakin tak menentu.

Hidup dengan Tujuan Sambil Menetapkan Batasan

Soft life adalah tentang memiliki tujuan dalam mengelola waktu dan energi.

Hal ini mendorong seseorang untuk membuat keputusan secara sadar yang sejalan dengan nilai-nilai yang diyakini.

Menjalani soft life tidak berarti menghindari tanggung jawab atau bersikap sembrono. Sebaliknya melibatkan kesadaran diri ​​pada keterbatasan yang dimiliki.

Soft life berkomitmen pada apa yang dapat dikerjakan sesuai skill dan menghindari komitmen berlebihan yang berujung stres.

Menetapkan batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi merupakan komponen inti dari soft life. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: gaya hidupgen zmental healthsoft life
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

US$900 Miliar Menguap, Bagaimana Kekayaan Alam Indonesia Dirampok Secara Legal

Ilustrasi Ching Shih, perempuan Tiongkok pemimpin armada bajak laut terbesar di dunia pada era Dinasti Qing

Ching Shih, Mantan PSK yang Jadi Ratu Bajak Laut Terbesar di Dunia

Produsen tahu di Trenggalek mengurangi ukuran tahu karena harga kedelai naik

Produsen Tahu di Trenggalek Kecilkan Ukuran Akibat Harga Kedelai Naik

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samanhudi Menang Ketua KONI Kota Blitar: Dilantik Monggo Ora Monggo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In