• Login
Bacaini.id
Monday, February 2, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Siswa dan Orang Tua Keluhkan Pembelajaran Online, Ini Solusinya

ditulis oleh
28 July 2020 08:32
Durasi baca: 2 menit
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Ashari saat berdiskusi di kantor redaksi Bacaini.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Ashari saat berdiskusi di kantor redaksi Bacaini.

KEDIRI – Pemerintah dinilai belum memiliki konsep pendidikan daring yang layak. Tidak tersedianya jaringan internet dan fasilitas gadget menjadi kendala utama pembelajaran di masa pandemi ini.

Anggota Komisi C Bidang Pendidikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kediri, Ashari mengatakan fenomena siswa yang tidak bisa belajar secara jarak jauh masih kerap dijumpai di masyarakat. “Pemerintah ternyata tidak memiliki solusi teknis saat menerapkan kebijakan pembelajaran daring,” kritik Ashari saat berdiskusi di kantor redaksi Bacaini, Senin 27 Juli 2020.

Politisi Partai Demokrat ini menemukan banyak sekali anak-anak, terutama di daerah pemilihannya di Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri yang tidak bisa belajar karena keterbatasan sarana komunikasi.

Beberapa siswa terpaksa menumpang gadget milik orang tuanya dengan resiko terputus sewaktu-waktu telepon itu dipergunakan. Sementara siswa yang lain kesulitan mendapat jaringan internet karena mahalnya paket data.

Menurut Ashari, ada banyak solusi teknis yang seharusnya bisa dilakukan Dinas Pendidikan Kota Kediri untuk mengatasi persoalan ini. “Keterbatasan jaringan dan infrastruktur tak boleh jadi alasan,” katanya.

Tak sekedar mengkritik, Ashari telah merancang konsep pembelajaran daring yang efisien dan murah. Dia mengaku telah berkomunikasi dengan sejumlah kepala sekolah di daerah pemilihannya untuk membentuk kelompok belajar di lingkungan RT masing-masing.

Tiap RT diminta melakukan pendataan siswa di lingkungannya dan mengelompokkan berdasarkan jenjang kelas dan sekolah. Selanjutnya anak-anak ini dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan anggota 3-4 anak. Masing-masing kelompok dipastikan terdapat minimal 1 anak yang memiliki gadget.

Dengan jumlah pagu tiap kelas rata-rata terdiri 28 – 30 siswa, akan terbentuk 7 – 8 kelompok. Selanjutnya melalui aplikasi video call WhatsApp, guru kelas bisa melakukan pertemuan tatap muka secara daring dengan seluruh kelompok. “Fasilitas video streaming WA bisa delapan layar,” terang Ashari.

Jika anak-anak bertemu dalam satu kelompok kecil di lingkungan mereka, guru pengajar harus berada di dalam kelas untuk melakukan pembelajaran secara live atau streaming. Hal ini untuk memudahkan anak-anak mendeskripsikan materi pelajaran dan merasakan suasana belajar di kelas.

Untuk mendukung kegiatan itu, Ashari telah menyiapkan 9 titik hotspot gratis di tiap lingkungan. Titik-titik ini bisa menjadi lokasi kumpul anak-anak untuk belajar di jam yang telah disepakati bersama. “Jika memungkinkan bisa diupayakan alat bantu yang bisa mentransfer gambar video gadget ke layar yang lebih besar. Bisa televisi atau proyektor. Banyak kelurahan yang memiliki sarana ini dalam pengadaan Prodamas kemarin,” kata Ashari.

Jika konsep ini bisa diterapkan di seluruh Kota Kediri, dia optimis pembelajaran secara daring tidak akan mengalami kendala. Apalagi seluruh lokasi warga di Kota Kediri terjangkau oleh sinyal internet. (HTW)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: asharibelajar onlineDPRD Kota Kedirifraksi demokrat DPRD Kota Kediripandemi
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Logo Perebaya Surabaya. Foto: istimewa

Fakta Mengejutkan Laga Persebaya vs Dewa United

Ilustrasi emas antam. Foto: istimewa

Temuan Besar! Putaran Uang Haram Emas Ilegal Tembus Rp.992 T

Kendaraan mengantre pengisian BBM non-subsidi di SPBU Pertamina usai update harga BBM terbaru Februari 2026

Update Harga BBM Terbaru: Pertamax, Pertamax Turbo, hingga Dexlite Turun Harga

  • Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

    KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pra‑Musim MotoGP 2026 Resmi Dimulai, Semua Gaspol Mulai Februari!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JLS Rempi Kediri Bangkitkan Ekonomi Lokal, 115 UMKM Ramaikan Ruang Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In