• Login
  • Register
Bacaini.id
Sunday, August 31, 2025
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
Bacaini.id

Siasat Batik Trenggalek Bertahan dengan Motif Cengkih dan Jaranan

ditulis oleh Editor
02/10/2023
Durasi baca: 2 menit
595 6
0
Siasat Batik Trenggalek Bertahan dengan Motif Cengkih dan Jaranan

Siasat batik Trenggalek bertahan dengan motif cengkih dan jaranan. (foto/Aby/Bacaini)

Bacaini.id, TRENGGALEK – Batik khas Kabupaten Trenggalek Jawa Timur sudah ada sejak tahun 1972.

Di tengah persaingan pasar, yakni terutama gempuran batik impor serta industri berskala besar, pengerajin batik Trenggalek hingga kini tetap bertahan.

Para seniman batik tetap konsisten menggarap kerajinan batik khas Trenggalek. Mereka optimistis jalan yang ditempuh lebih berhasil mengingat motif yang dipilih memiliki corak berbeda dengan batik lainnya.

“Kekhasan batik Trenggalek selalu menyematkan gambar buah manggis dan cengkih karena merupakan produk unggulan Trenggalek,” tutur Soekono pengerajin Batik Rahayu Jl. Ahmad Dahlan Kelurahan Sumbergedong, Kabupaten Trenggalek. 

Selain motif cengkih dan manggis, para pembatik tulis Trenggalek juga memakai kesenian jaranan turonggo yakso sebagai ciri khas.

Strategi mempertahankan ciri khas daerah, kata Soekono terbukti membuat para pengerajin batik Trenggalek hingga kini masih bisa bertahan. Keputusan itu juga berpengaruh pada omset

Menurut Soekono, omset batik Trenggalek terus mengalami peningkatan. Dalam sebulan mampu menghasilkan 180 potong kain batik, yakni tulis dan cap.

Harga jual batik bervariasi, yakni mulai Rp 200 ribu hingga jutaan setiap potongnya tergantung tingkat kesulitan pembuatan.

Sementara untuk pemasaran, Batik Rahayu Trenggalek tidak lagi hanya bergantung pada galeri, tapi juga sudah memaksimalkan platform media digital. “Awalnya kita buat batik tulis, sampai saat ini masih banyak yang minat pesan motif tersebut. Di sini ada 15 pengerajin batik,” ungkapnya.

Para pembatik tulis Trenggalek dalam perjalanannya juga melakukan regenerasi. Seperti Soekono misalnya, pengelolaan usaha batik Trenggalek tidak lagi didominasi dirinya, melainkan juga sudah melibatkan peran cucunya.

Sebab batik yang mulai dikenal sejak tahun 1972 itu merupakan warisan keluarga. “Alhamdulillah sampai saat ini masih bisa bertahan dan di kelola oleh cucu saya,” pungkasnya.

Ilma Abidin Cahya, cucu Soekono mengatakan terus berusaha melakukan inovasi. Hal itu bertujuan untuk menarik minat pasar milenial. Salah satunya dengan mengombinasikan berbagai motif.

“Batik biasanya banyak di minati oleh orang tua. Namun di sini dikombinasikan, yakni motif cengkih dengan berbagai ornamen seperti jaranan Turonggo Yakso, biar anak muda berminat,” tuturnya.


Penulis: Aby

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Batik Trenggalekbatik tuliscengkihjarananTuronggo Yakso
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Anggota DPRD dari PAN Kabupaten Blitar berdoa bersama untuk ojol Affan Kurniawan

PAN Blitar Gelar Doa Bersama Untuk Ojol Affan Kurniawan

aksi massa di mapolres Blitar Kota ricuh

Huru-hara Aksi Massa di Blitar Ambyar Dilawan Warga

Demonstrasi: Cinta dan Pendidikan Bagi Penguasa

Demonstrasi: Cinta dan Pendidikan Bagi Penguasa

  • Bupati Blitar merayakan puncak hari jadi yang dibayangi isu gratifikasi

    Isu Gratifikasi Membayangi Puncak Hari Jadi Blitar

    2891 shares
    Share 1156 Tweet 723
  • Huru-hara Aksi Massa di Blitar Ambyar Dilawan Warga

    654 shares
    Share 262 Tweet 164
  • Kronologi Diduga Mobil Wabup Blitar Tanpa Nopol Lepas Kendali

    723 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Kejujuran Polisi Blitar di Penanganan Mobil Wabup Beky Diuji

    611 shares
    Share 244 Tweet 153
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    15527 shares
    Share 6211 Tweet 3882

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL

© 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist