• Login
Bacaini.id
Sunday, May 31, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Seniman Kediri Unjuk Gigi Dalam Yogyakarta Gamelan Festival 2020

ditulis oleh
24 November 2020 17:27
Durasi baca: 2 menit
Sanggar Gamelan Guntur Kediri. Foto: Ist

Sanggar Gamelan Guntur Kediri. Foto: Ist

KEDIRI – Seniman Kota Kediri unjuk gigi dalam gelaran Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2020. Mengambil setting Goa Selomangleng, Sanggar Gamelan Guntur Kediri memainkan musik tradisional khas Kediri di ajang bergengsi ini.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan pemerintah daerah terus mendorong aktivitas masyarakat di semua lini, termasuk kesenian. Salah satunya dengan mengirimkan delegasi kesenian di ajang Yogyakarta Gamelan Festival 2020 yang ke-25.

“Kota Kediri sangat bangga sekali karena tahun ini kita bisa bergabung dalam Yogyakarta Gamelan Festival 2020,” kata Abdullah Abu Bakar.

Walikota juga menyampaikan kegembiraannya bahwa dalam situasi pandemi Covid-19 ini, seniman Kota Kediri masih bisa berpartisipasi dalam event bergengsi tersebut. Meski dilangsungkan secara daring, namun kemegahan event ini masih bisa dirasakan masyarakat Indonesia yang menantikan Yogyakarta Gamelan Festival.

Dalam pentas ini, Sanggar Gamelan Guntur Kediri menampilkan kolaborasi musik tradisional dan modern. Perpaduan gamelan dengan biola dan saxopone mampu melahirkan nada-nada yang indah dan magis. Apalagi lokasi pengambilan gambar dilakukan di Goa Selomangleng yang memiliki nilai historis bagi sejarah Kota Kediri.

Yogyakarta Gamelan Festival adalah event tahunan yang telah berjalan selama 25 tahun. Event ini didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan melibatkan seniman dari dalam dan luar negeri.

Rangkaian acara YGF dilaksanakan mulai tanggal 18 – 22 November 2020. Selain pementasan gamelan, diadakan rembug budaya, lokakarya budaya, dan pergelaran tari.

Panitia memilih melaksanakan festival secara daring karena antusiasme para penampil yang ingin ikut serta meski di musim pandem. Festival gamelan ini diikuti belasan penampil seperti Gamelan Keller (Prancis), Gamelan Kancil Arles (Prancis), Gamelan Larasati (Prancis), Rasamaya (Surakarta), Padhang Moncar Gamelan Group (New Zealand), Sanggar Seni Jhung Rojhung (Pamekasan), Hai Definition x Gamelan Asmaradana (Singapura), Sanggar Tarara (Bangkalan), Sanggar Tari Guntur (Kota Kediri), Omah Cangkem (Yogyakarta), Canda Nada (Yogyakarta), dan Omah Gamelan (Yogyakarta).

Semua program dijalankan secara daring, dengan masing-masing penampil dari luar DIJ mengirimkan karya atau penampilannya dalam bentuk video.  Video itu disiarkan secara live dari studio broadcast YGF. (Col)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Mas AbuWali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Petis khas Jawa Timur dalam wadah tradisional yang menjadi bumbu legendaris sejak era Majapahit

Sejarah Petis Jawa Timur, Bumbu Warisan Majapahit Sejak Abad ke-10

Pengembangan fasilitas Stasiun Madiun oleh KAI Daop 7 Madiun dengan pembangunan peron tinggi dan perluasan area parkir

KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

Latihan squat untuk menjaga kesehatan otot bokong atau glutes

Otot Bokong Ternyata Pengaruhi Umur Panjang, Ini Penjelasan Ahli Kesehatan

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In