• Login
  • Register
Bacaini.id
Wednesday, January 7, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Sejarah Amerika Serikat: Dari Tanah Suku Primitif Hingga Negara Adidaya

Kemerdekaan AS dideklarasikan pada tahun 1776 dan secara Konstitusi tahun 1787. Hingga terbentuk pemerintahan federal yang menjadi fondasi negara republik

ditulis oleh Editor
6 January 2026 12:08
Durasi baca: 5 menit
sejarah kemerdekaan amerika serikat

Sejarah kemerdekaan Amerika Serikat yang pernah dijajah Inggris (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Sejarah Amerika Serikat bermula dari penduduk asli yang tiba di benua Amerika Utara puluhan ribu tahun lalu melalui jalur darat Beringia dari Asia.

Mereka yang kemudian disebut warga Amerika Serikat ini lalu menyebar ke berbagai wilayah dan membangun peradaban maju, seperti kota Cahokia di lembah Mississippi dengan piramida tanah besar.

Kemudian masyarakat Anasazi di Barat Daya yang mendirikan pemukiman batu, serta konfederasi Iroquois di Timur Laut yang memiliki sistem pemerintahan terstruktur.

Peradaban ini bergantung pada pertanian, perdagangan, dan adaptasi lingkungan sebelum kedatangan bangsa Eropa.

Baca Juga: Brutalnya Agresi Militer AS ke Venezuela, Presiden Maduro Diborgol

Suku-suku Asli di Amerika Serikat

Penduduk asli wilayah yang kini menjadi Amerika Serikat, dikenal sebagai Native Americans atau American Indians, tiba melalui migrasi dari Asia via Beringia sekitar 15.000–40.000 tahun lalu.

Mereka menyebar ke seluruh wilayah yang sekarang termasuk 50 negara bagian AS, dari Alaska hingga Florida.

Populasi pra-kontak Eropa diperkirakan antara 900.000 hingga 18 juta jiwa, dengan ratusan suku berbeda bahasa dan budaya. Mereka hidup sebagai masyarakat otonom, dengan adaptasi beragam mulai dari pemburu-pengumpul hingga pertanian maju dan perdagangan jarak jauh.

Di wilayah Tenggara dan Midwest, budaya Mississippian membangun kota besar seperti Cahokia di sekitar abad ke-11 sampai 14 yang sekarang dikenal sebagai Illinois.

Cahokia memiliki populasi hingga 20.000–40.000 jiwa dengan piramida tanah raksasa seperti Monks Mound dan sistem sosial hierarkis.

Di Barat Daya, Ancestral Puebloans (Anasazi) mendirikan pemukiman tebing kompleks seperti Cliff Palace di Mesa Verde, Colorado, dengan irigasi canggih untuk menanam jagung sejak abad ke-6.

Di wilayah Timur Laut, suku Iroquois membentuk konfederasi dengan pemerintahan berbasis konsensus dan rumah panjang (longhouse) untuk keluarga besar.

Di Great Plains, banyak suku nomaden mengandalkan perburuan bison, sementara di Pantai Barat Laut, masyarakat hidup dari salmon dengan struktur sosial hierarkis dan upacara.

Jadi Amerika Serikat bukan hanya tentang suku ‘Indian’ yang selama ini dikenal sebagai penduduk asli Amerika dari penamaan keliru yang diberikan oleh Christopher Columbus karena mengira ia mendarat di wilayah India.

Indian atau American Indian secara spesifik merujuk pada suku-suku pribumi di 48 negara bagian daratan utama AS, yang kini lebih sering disebut sebagai Indigenous (penduduk asli atau pribumi) atau Native American.

Mereka terdiri dari ratusan suku berbeda, seperti Navajo, Cherokee, Sioux, Apache, dan Pueblo, dengan budaya, bahasa, dan tradisi yang sangat beragam.

Setelah kontak Eropa pada 1492, penyakit, perang, dan pengusiran tanah menyebabkan penurunan drastis populasi, tapi budaya Native Americans tetap bertahan hingga kini melalui lebih dari 574 suku yang diakui federal.

Baca Juga: AS Serang Iran, Hidangan Lobster dan Steak Jadi Penanda

Kedatangan Bangsa Eropa yang Mengubah Wajah Amerika Serikat

Kedatangan bangsa Eropa dimulai dengan pelayaran Christopher Columbus pada 1492 dengan bendera Spanyol.

Ia mendarat di Karibia dan mengira telah sampai di India, sehingga penduduk asli disebut ‘Indian’.
Meskipun kedatangannya tidak langsung di daratan utama yang kini menjadi AS, penemuan ini memicu eksplorasi lebih lanjut.

Spanyol mendirikan pemukiman pertama di wilayah AS saat ini, seperti St. Augustine, Florida (1565). Prancis menjelajahi Sungai Mississippi dan mendirikan pos perdagangan, sementara Belanda membangun New Netherland, termasuk New York, untuk perdagangan bulu.

Inggris mendirikan koloni permanen pertama di Jamestown, Virginia pada 1607 oleh Virginia Company. Pemukiman ini bergantung pada tembakau sebagai komoditas ekspor utama dan menghadapi kesulitan awal, termasuk kelaparan dan konflik dengan suku Powhatan.

Pada 1620, kelompok Pilgrim tiba dengan kapal Mayflower di Plymouth, Massachusetts, mencari kebebasan beragama. Mereka menandatangani Mayflower Compact sebagai dasar pemerintahan sendiri. Koloni Inggris berkembang menjadi 13 koloni di pantai Atlantik Timur.

Kontak Eropa menyebabkan perubahan drastis bagi penduduk asli: penyakit seperti cacar, campak, dan influenza yang dibawa orang Eropa membunuh hingga 90% populasi pribumi karena kurangnya kekebalan.

Perdagangan, perang, dan penggusuran tanah mengurangi wilayah suku asli. Sistem perbudakan Afrika dimulai sejak 1619 di Jamestown, mengubah struktur ekonomi koloni Selatan. 

Deklarasi Kemerdekaan Amerika Berawal dari Koloni Inggris

Pada abad ke-18, Inggris mendominasi wilayah Timur, membentuk dasar bagi kemerdekaan kemudian.

Inggris menguasai 13 koloni di pantai Timur Amerika Utara, dari Georgia di Selatan hingga New Hampshire di Utara. Koloni ini berkembang pesat dengan populasi sekitar 2,5 juta jiwa pada 1770-an, terutama melalui imigrasi Eropa dan perdagangan.

Ekonomi bergantung pada pertanian serta perdagangan dengan Inggris. Koloni memiliki majelis lokal sendiri, namun tetap tunduk pada Kerajaan Inggris.

Dominasi ini berubah setelah Perang Prancis yang bersekutu dengan Native Americans melawan Inggris di tahun 1754–1763.

Kemenangan Inggris atas Prancis membuatnya menguasai wilayah timur Sungai Mississippi. Namun, biaya perang yang tinggi memaksa Inggris memungut pajak baru pada koloni, seperti Stamp Act (1765) dan Tea Act (1773), tanpa representasi di parlemen Inggris.

Hal ini memicu slogan ‘no taxation without representation’ dan protes besar, termasuk Boston Tea Party (1773) di mana kolonis menyamar sebagai suku asli membuang teh Inggris ke pelabuhan.

Ketegangan memuncak menjadi Revolusi Amerika (1775–1783), perang dimulai di Lexington dan Concord (1775).

Pada 4 Juli 1776, Kongres Kontinental mengadopsi Deklarasi Kemerdekaan, ditulis utama oleh Thomas Jefferson, menyatakan koloni bebas dari Inggris dan mendirikan prinsip hak asasi manusia.

Dengan bantuan Prancis, Spanyol, dan Belanda, pasukan George Washington menang di Pertempuran Yorktown (1781). Hingga perjanjian damai Treaty of Paris (1783) mengakui kemerdekaan dan batas wilayah baru.

Periode ini menandai awal era modern Amerika Serikat. Kemerdekaan AS dideklarasikan pada tahun 1776 dan secara Konstitusi tahun 1787. Hingga terbentuk pemerintahan federal yang menjadi fondasi negara republik demokratis pertama di dunia modern.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: sejarah kemerdekaan amerika serikat
Via: sejarah amerika
Tags: Amerika SerikatASbacaini.id
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Sertu Supriyadi Menemukan Kebahagiaan dari Kicau Kenari

Sertu Supriyadi Menemukan Kebahagiaan dari Kicau Kenari

Hindari Klaim, Patung Macan Putih Kediri Dipatenkan

Hindari Klaim, Patung Macan Putih Kediri Dipatenkan

kecanduan drakor dan dracin

Kecanduan Drakor dan Dracin Bisa Menurunkan Fungsi Kognitif

  • patung macan kediri

    Patung Macan Kediri Viral, Untung Tidak Tahun 2024, Bisa Ditunggangi Mas Dhito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Model Gamis Rompi Lepas Jadi Tren Baju Lebaran 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukan Panji Pragiwaksono, Pelopor Stand Up Comedy Indonesia Adalah Iwel Sastra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist