Bacaini.ID, JEMBER- Menyeimbangkan pendidikan agama dengan keterampilan berbisnis menjadi langkah penting dalam menyiapkan masa depan generasi muda. Prinsip inilah yang diterapkan oleh Villa Sjam di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, melalui program Sjam Rumah Tahfidz yang menggabungkan pembelajaran kitab suci dengan pelatihan kewirausahaan.
Program ini sudah berjalan selama satu semester terakhir. Menurut Rusgiyanto, pendiri sekaligus pembimbing Sjam Rumah Tahfidz, kegiatan tersebut lahir dari kolaborasi dengan KUA Arjasa dan SMPN 2 Arjasa. Tujuannya sederhana: mencetak generasi yang berakhlak mulia sekaligus mandiri secara ekonomi.
“Visi kami adalah menumbuhkan anak-anak yang tidak hanya mahir membaca kitab suci, tetapi juga punya keterampilan hidup. Kami ingin melahirkan pribadi yang saleh dan berdaya,” ujar Rusgiyanto saat ditemui pada Kamis (23/10/2025).
Kegiatan pembelajaran digelar dua kali seminggu, setiap Senin dan Selasa. Peserta dibagi dalam tiga kelompok, yaitu remaja, perempuan usia produktif, dan warga lanjut usia. Untuk kelompok remaja, Sjam Rumah Tahfidz bekerja sama dengan SMPN 2 Arjasa agar proses belajar bisa berjalan lebih terarah.
Dalam setiap pertemuan, peserta tidak hanya memperdalam tahsin dan hafalan ayat suci, tapi juga berlatih keterampilan seperti membuat lilin aromaterapi, bertani dengan sistem hidroponik, membatik, hingga membuat kerajinan tangan yang bernilai jual.
“Untuk segmen ibu-ibu muda dan lansia, kami bekerja sama dengan KUA,” tambah Rusgiyanto.
Perempuan usia produktif mendapat pelatihan khusus yang berfokus pada keterampilan praktis dan semangat berwirausaha. Sementara komunitas lansia yang telah bergabung sejak 2023, mengikuti kegiatan keagamaan rutin dan menerima paket kebutuhan pokok mingguan sebagai bentuk dukungan sosial.
Musrifah, koordinator operasional pengembangan pembelajaran berbasis kitab suci dan kewirausahaan di Sjam Rumah Tahfidz, mengatakan bahwa dampak positif program ini mulai terasa.
“Ini baru langkah awal untuk menyebarkan manfaat lebih luas. Dengan waktu belajar yang efisien yakni dua jam per sesi, dua kali seminggu anak-anak mampu menunjukkan perkembangan luar biasa,” ujarnya.
Penulis : Mega





