Bacaini.ID, KEDIRI — Soto Betawi identik dengan kuah yang creamy dengan paduan santan dan susu segar. Tak banyak yang tahu bahwa soto betawi original sebetulnya hanya menggunakan santan tanpa susu.
Inovasi mencampurkan susu dalam kuah soto merupakan akulturasi budaya Eropa yang diadopsi masyarakat setempat untuk menciptakan masakan yang bisa diterima semua kalangan.
Penggunaan susu untuk kuah soto inilah yang pada akhirnya menjadi ciri khas Soto Betawi. Rasa yang gurih segar membuatnya menjadi salah satu sup terbaik di dunia.
Baca Juga:
- Tak Perlu Wisata Alam, Kuliner Khas Nganjuk Ini Bikin Orang Rela Balik Lagi
- Tak Lagi di Pasar Legi, Kampiun Baru Kuliner Seafood Blitar Bernama Mboro
- Kebanyakan Kuliner di Blitar yang Ramai Karena Murah, Bukan Enak, Itu Tak Diragukan
Awal Penggunaan Susu dalam Soto Betawi
Secara historis dan tradisional, santan merupakan bahan dasar asli untuk kuah Soto Betawi. Penggunaan santan memberikan rasa gurih yang kuat dan aroma rempah yang lebih menonjol.
Namun, seiring waktu, muncul variasi yang dianggap sama-sama ‘asli’ atau legendaris bahkan kemudian dianggap sebagai ciri khas Soto Betawi.
Kuah campuran santan dan susu pada Soto Betawi mulai digunakan sekitar era 1950-an hingga 1970-an karena melimpahnya produksi susu di Jakarta waktu itu.
Inovasi ini tidak lepas dari akulturasi budaya di Jakarta, dulu Batavia. Penggunaan susu dan krim dalam kuliner Eropa, lazim dilakukan. Tak terkecuali Belanda yang cukup lama menjajah Indonesia.
Orang-orang Belanda yang tinggal di Jakarta atau Batavia saat itu, juga memengaruhi budaya kuliner warga lokal.
Penggunaan susu sebagai kuah, memberi tekstur yang creamy, lembut di mulut dan warna kuah yang lebih putih bersih.
Susu juga dianggap lebih ‘ringan’ dan sehat, meskipun pendapat ini masih menjadi perdebatan. Bahkan, Soto Betawi yang kuahnya hanya menggunakan susu saja tanpa santan, juga seringkali ditemui.
Resep Asli Soto Betawi dari Bondan Winarno
Dalam bukunya 100 Makanan Tradisional Indonesia Mak Nyus, tokoh kuliner Bondan Winarno membagikan resep asli Soto Betawi.
Bahan:
• 1 kg daging sapi, bisa dicampur dengan jerohan, kikil atau kaki
• 500 ml susu sapi segar
Bumbu:
• 5 siung bawang merah
• 3 siung bawang putih
• 1 jempol jahe
• 1 sdt jintan
• 1 sdt pada putih
Bumbu Rebusan Daging:
• 1 jempol lengkuas
• 1 batang sereh
• 3 lembar daun salam
• 5 butir kapulaga
Cara:
• Rebus daging dengan bumbu rebusan daging. Bila kotoran daging sudah keluar, buang air rebusan ganti dengan air bersih. Lanjutkan merebus dengan api kecil hingga daging empuk.
• Haluskan semua bumbu. Boleh ditumis dulu, bisa juga dimasukkan langsung dalam kaldu rebusan daging.
• Tambahkan susu ke dalam rebusan daging.
• Angkat daging, goreng sampai bagian luarnya kecoklatan, iris kecil sesuai selera.
• Sajikan di mangkuk dengan irisan tomat segar dan kentang rebus, atau perkedel kentang. Taburkan rajangan daun bawang dan bawang merah goreng.
• Kondimen Soto Betawi: kecap manis dan topping emping melinjo.
Rekomendasi Soto Betawi Unggulan di Jakarta
Rumah makan yang menyajikan Soto Betawi sebagai menu utama, bertebaran di seluruh wilayah Jakarta. Namun, hanya beberapa yang dinilai legendaris dan menjadi pilihan utama untuk menikmati Soto Betawi yang autentik.
Berikut rekomendasi Soto Betawi unggulan di Jakarta, rekomendasi dari Bondan Winarno:
• Soto Betawi H. Ma’ruf TIM
Paling legendaris di Jakarta. Terletak dalam kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jl. Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat.
Setelah revitalisasi wajah baru TIM, restoran ini menempati area kuliner di Gedung Ali Sadikin Lantai 1.
Harga per porsi soto betawi daging Rp 58.000 dan soto betawi campur Rp 56.000.
• Soto Betawi H. Husen
Salah satu kedai soto Betawi unggulan di Jakarta. Lokasinya ada di Jl. Padang Panjang 6C, Manggarai, Jakarta Selatan.
Harga per porsi soto betawi istimewa Rp 55.000, soto daging Rp 43.000.
Jangan lupa untuk mencicipi hidangan legendaris dari Betawi jika berkunjung ke Jakarta.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





