Bacaini.ID, KEDIRI – Sosok Puan Maharani gencar disebut-sebut sebagai kandidat Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Kongres 2025. Selain trah Bung Karno, Puan dinilai lebih komunikatif kepada Presiden dan parpol lain.
Puan Maharani diketahui sering menyampaikan pernyataan jika hubungan PDIP dengan Presiden Prabowo Subianto baik-baik saja. Putri kandung Megawati dengan Taufiq Kiemas ini bahkan menyebut jika ibunya segera bertemu dengan Prabowo dalam waktu dekat.
Sikap inilah yang membuat namanya digadang-gadang menjadi calon Ketua Umum pada Kongres PDIP 2025. Rencananya Kongres akan digelar usai Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Berikut adalah profil Puan Maharani yang dihimpun dari berbagai sumber.
Politisi bernama lengkap Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi ini lahir pada 6 September 1973. Ia adalah putri dari Megawati Soekarnoputri, sekaligus cucu presiden pertama Indonesia Soekarno.
Darah politik Puan juga mengalir dari ayahnya Taufiq Kiemas, yang menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dari 2009 hingga kematiannya pada 2013.
Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas Perguruan Cikini pada tahun 1991, Puan masuk Universitas Indonesia pada tahun 1991 dengan konsentrasi keilmuan komunikasi massa. Pada tanggal 14 Februari 2020, Puan mendapat gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari Universitas Diponegoro.
Setelah jatuhnya rezim Presiden Soehato pada tahun 1998, Puan terlibat dalam politik bersama ibunya Megawati Soekarnoputri. Selama tiga tahun ibunya menjabat Presiden RI, Puan sering menemani kunjungan dinas dalam dan luar negeri.
Pada tahun 2008, Megawati memperkenalkan Puan, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan DPP PDI-P, sebagai penggantinya saat berkampanye untuk pemilihan Gubernur Jawa Timur 2008 di Ngawi.
Setelah itu, Maharani mencalonkan diri pada Pemilu 2009 untuk daerah pemilihan Jawa Tengah 5 (meliputi Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali) dan memenangkan 242.504 suara.
Sejak itulah karir politik Puan melejit hingga menduduki kursi Ketua DPR RI hingga sekarang.
Penulis: Hari Tri Wasono