Bacaini.ID, KEDIRI – Pecinta mie instan di Indonesia pasti sangat mengenal Mie Sedaap. Mie Sedaap diproduksi oleh Wings Food (via PT Karunia Alam Segar dan Prakarsa Alam Segar).
Produk mi instan ini diluncurkan pada tahun 2003 dan saat ini berada di posisi mi instan terpopuler kedua di Indonesia. Pada awal peluncurannya, mie Sedaap tersedia dengan tiga varian rasa: mie goreng, mie soto, dan ayam bawang. Tiga varian ini ditawarkan dengan kelebihan seperti rasa bumbu yang diklaim lebih gurih, pelengkap tambahan (seperti koya dan bawang renyah), dan tentu saja berbagai promosi.
Mie Sedaap merupakan salah satu dari deretan makanan dan minuman yang diproduksi Wings Group, sebuah perusahaan yang dikelola keluarga Katuari. Eddy William Katuari adalah tokoh yang paling sering disebut sebagai pemimpin Wings Group saat ini. Ia merupakan generasi kedua dan putra dari salah satu pendiri, Johannes Ferdinand Katuari.
Konglomerat kelahiran 16 April 1951 ini memiliki tiga orang anak, yakni Grace L. Katuari, Jane Stephanie Katuari, dan Erlin Katuari. Keluarga ini sukses mengembangkan Wings Group dari perusahaan sabun rumahan menjadi raksasa consumer goods Indonesia.
Belakangan, Eddy William Katuari yang menduduki posisi CEO sukses memimpin diversifikasi bisnis ke sektor properti, oleochemical (mis. Ecogreen), keramik, dan kemasan industri.
Sejarah Singkat Wings Group
Berdiri tahun 1948 di Surabaya dengan nama Fa. Thong Fat, perusahaan ini memproduksi sabun batangan. Awalnya pemasaran dilakukan dengan sepeda dan menitipkan sabun ke warung kecil.
Pada 1971, merek Sabun Ekonomi melesat dan mendorong ekspansi besar-besaran. Pada 1976 berdiri PT Sayap Mas Utama sebagai bagian dari ekspansi ke produk rumah tangga lain, seperti So Klin, Daia, Giv, Ciptadent, hingga Mie Sedaap, serta produk minuman seperti Teh Rio dan Top Coffee.
Berbesan Dengan Bos Djarum
Salah satu putri Eddy William Katuari, yakni Grace L. Katuari menikah dengan Martin Basuki Hartono. Ia adalah putra dari Robert Budi Hartono alias Oei Hwie Tjhong salah satu orang terkaya di Indonesia. Robert merupakan anak dari pendiri perusahaan rokok Djarum, sekaligus pemilik saham Bank Central Asia (BCA).
Di dunia bisnis, sosok Martin Basuki Hartono dikenal multitalenta dan memiliki minat di bidang teknologi. Setelah bergabung di Grup Djarum, pada tahun 2010 ia mendirikan PT Global Digital Prima atau GDP Adventure, yang merupakan lengan digital dari Djarum.
GDP Venture difokuskan pada penciptaan pertumbuhan Djarum Group di industri online. Perusahaan ini berfokus pada commerce, media dan entertainment, konsumen produk dan perusahaan solusi.
Sebagai CEO Blibli.com, Martin memimpin perusahaan ini menjadi salah satu pemain utama di industri e-commerce Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, GDP Venture telah berinvestasi di berbagai perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia, termasuk Kaskus, Tiket.com, dan Kumparan.
Penulis: Hari Tri Wasono





