• Login
Bacaini.id
Tuesday, May 26, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pilih Pemerintahan Soekarno-Hatta atau Musso-Amir, Sebuah Sejarah Kelam Indonesia

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
22 February 2025 11:25
Durasi baca: 2 menit
Pilih Pemerintahan Soekarno-Hatta atau Musso-Amir, Sebuah Sejarah Kelam Indonesia (foto/ist)

Pilih Pemerintahan Soekarno-Hatta atau Musso-Amir, Sebuah Sejarah Kelam Indonesia (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Presiden Soekarno pernah marah besar kepada Musso atau Munawar Muso, sampai-sampai dalam pidatonya memberi opsi kepada rakyat Indonesia: Pilih Soekarno-Hatta atau Muso-Amir Sjarifuddin.

Kemarahan Bung Karno terungkap dalam peristiwa Affair Madiun 18 September 1948, di mana Muso dan Amir dianggap telah merecoki pemerintahan, membangkang, memberontak, menghianati bangsa dan negara.

Dalam buku SK Trimurti Pejuang Perempuan Indonesia (2016) Bung Karno mengibaratkan Muso penyakit bisul yang ketika cepat disembuhkan, situasi negara akan segera membaik dan semakin baik.

Soekarno mengungkapkan itu dalam pidatonya pada 1 Oktober 1948 atau sekitar 12 hari pasca Pemberontakan Madiun 18 September 1948.

“Penyakit PKI Muso harus segera dibasmi dari tubuh bangsa. Alangkah besarnya bencana yang mereka telah datangkan. Kesatuan negara telah dikhianati olehnya, nama republik mereka cemarkan di mata dunia, kerusakan material mereka adakan di mana-mana, kerusakan moral mereka lakukan dengan tidak mengindahkan peri kemanusiaan”.

Soekarno dan Musso diketahui kawan lama yang sama-sama pernah ngekos di rumah HOS Tjokroaminoto di Peneleh, Surabaya. Lengkapnya: Muso, Semaun, SM Kartosuwiryo, dan Soekarno.

Mereka sama-sama berguru kepada Tjokroaminoto yang dalam perjalanannya kemudian jadi mertua Bung Karno setelah menikahi Siti Oetari.

Kedekatan Bung Karno dan Muso terlihat ketika Muso pertama kali balik dari Soviet (Rusia) pada 13 Agustus 1948 dan bertemu di Istana. Keduanya saling berpelukan.

Mata Soekarno berkaca-kaca, penuh haru bahagia. Bung Karno meminta Muso untuk membantu memperkuat negara dan memuluskan revolusi.

Permintaan Soekarno dijawab Musso dengan kalimat pendek. “Itu memang kewajiban saya. Ik kom hier om orde te schepen (saya kemari untuk membereskan),” kata Musso.

Sebulan kemudian, kehangatan dua kawan lama yang sama-sama menjadi tokoh besar itu berubah dalam posisi diametral, saling serang.

Dalam pidato yang penuh kemarahan, Bung Karno juga menyebut Muso dengan pemberontakan PKI Madiunnya sama halnya mempermainkan kemerdekaan Indonesia.

“PKI Muso mempermainkan kemerdekaan dan akan menyelundupkan di dalam kemerdekaan: diktator dengan melakukan pembunuhan, menjalankan teror dan merampas kemerdekaan,” kata Bung Karno dalam pidatonya.

Pemerintah Indonesia mengerahkan kekuatan militer dan rakyat untuk menggulung gerakan Muso dan Amir Sjarifuddin di Madiun.

Muso yang keras kepala nekat melawan dan ditembak mati. Jenazah tokoh kiri asal Kediri itu dibawa ke Ponorogo untuk dipertontonkan di depan rakyat dan dibakar.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Amir SjarifuddinMusomussopemberontakan madiunsejarah indonesiasoekarno-hatta
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Politik Amnesti Soekarno Untuk Pengikut Darul Islam - Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Sutopo bersama kuasa hukumnya, Faris Trihatmoyo. Bacaini/Syailendra

Ajudan Bupati Jombang dan Oknum PNS Dilaporkan Memeras dan Sekap Warga

Komarudin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Trenggalek Lewat PAW

Buya Yahya menjelaskan 9 hal yang membatalkan puasa menurut Mazhab Syafi’i

Puasa Arafah Hari Ini Bisa Hapus Dosa Setahun Lalu dan Akan Datang

  • Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menjelaskan skema dana hibah KONI Kota Blitar

    Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samanhudi Anwar Akan Mundur Saat Pelantikan Ketua KONI Kota Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Teror Pocong Masuk Jawa Timur, Mengingatkan Publik pada Ninja hingga Kolor Ijo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In