• Login
Bacaini.id
Tuesday, February 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pilih Pemerintahan Soekarno-Hatta atau Musso-Amir, Sebuah Sejarah Kelam Indonesia

ditulis oleh Editor
22 February 2025 11:25
Durasi baca: 2 menit
Pilih Pemerintahan Soekarno-Hatta atau Musso-Amir, Sebuah Sejarah Kelam Indonesia (foto/ist)

Pilih Pemerintahan Soekarno-Hatta atau Musso-Amir, Sebuah Sejarah Kelam Indonesia (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Presiden Soekarno pernah marah besar kepada Musso atau Munawar Muso, sampai-sampai dalam pidatonya memberi opsi kepada rakyat Indonesia: Pilih Soekarno-Hatta atau Muso-Amir Sjarifuddin.

Kemarahan Bung Karno terungkap dalam peristiwa Affair Madiun 18 September 1948, di mana Muso dan Amir dianggap telah merecoki pemerintahan, membangkang, memberontak, menghianati bangsa dan negara.

Dalam buku SK Trimurti Pejuang Perempuan Indonesia (2016) Bung Karno mengibaratkan Muso penyakit bisul yang ketika cepat disembuhkan, situasi negara akan segera membaik dan semakin baik.

Soekarno mengungkapkan itu dalam pidatonya pada 1 Oktober 1948 atau sekitar 12 hari pasca Pemberontakan Madiun 18 September 1948.

“Penyakit PKI Muso harus segera dibasmi dari tubuh bangsa. Alangkah besarnya bencana yang mereka telah datangkan. Kesatuan negara telah dikhianati olehnya, nama republik mereka cemarkan di mata dunia, kerusakan material mereka adakan di mana-mana, kerusakan moral mereka lakukan dengan tidak mengindahkan peri kemanusiaan”.

Soekarno dan Musso diketahui kawan lama yang sama-sama pernah ngekos di rumah HOS Tjokroaminoto di Peneleh, Surabaya. Lengkapnya: Muso, Semaun, SM Kartosuwiryo, dan Soekarno.

Mereka sama-sama berguru kepada Tjokroaminoto yang dalam perjalanannya kemudian jadi mertua Bung Karno setelah menikahi Siti Oetari.

Kedekatan Bung Karno dan Muso terlihat ketika Muso pertama kali balik dari Soviet (Rusia) pada 13 Agustus 1948 dan bertemu di Istana. Keduanya saling berpelukan.

Mata Soekarno berkaca-kaca, penuh haru bahagia. Bung Karno meminta Muso untuk membantu memperkuat negara dan memuluskan revolusi.

Permintaan Soekarno dijawab Musso dengan kalimat pendek. “Itu memang kewajiban saya. Ik kom hier om orde te schepen (saya kemari untuk membereskan),” kata Musso.

Sebulan kemudian, kehangatan dua kawan lama yang sama-sama menjadi tokoh besar itu berubah dalam posisi diametral, saling serang.

Dalam pidato yang penuh kemarahan, Bung Karno juga menyebut Muso dengan pemberontakan PKI Madiunnya sama halnya mempermainkan kemerdekaan Indonesia.

“PKI Muso mempermainkan kemerdekaan dan akan menyelundupkan di dalam kemerdekaan: diktator dengan melakukan pembunuhan, menjalankan teror dan merampas kemerdekaan,” kata Bung Karno dalam pidatonya.

Pemerintah Indonesia mengerahkan kekuatan militer dan rakyat untuk menggulung gerakan Muso dan Amir Sjarifuddin di Madiun.

Muso yang keras kepala nekat melawan dan ditembak mati. Jenazah tokoh kiri asal Kediri itu dibawa ke Ponorogo untuk dipertontonkan di depan rakyat dan dibakar.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Amir SjarifuddinMusomussopemberontakan madiunsejarah indonesiasoekarno-hatta
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Politik Amnesti Soekarno Untuk Pengikut Darul Islam - Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Tangkapan layar saat Jokowi membuka Rakornas Indonesia Maju. Foto : youtube Sekretariat Presiden

Bantah Tanda Tangani Saat Menjabat, Jokowi Setuju UU KPK Direvisi

Gedung SDN Tlogo 2 Kanigoro yang masih digunakan 182 siswa

Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

Petugas mengevakuasi korban ke RSUD dr Soedomo Trenggalek

Penemuan Mayat di Dam Cangkring Trenggalek, Wildan Ditemukan Bersama Motor di Dasar Bendungan

  • Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

    Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In