• Login
Bacaini.id
Monday, May 18, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

PERPADI Bantah Menolak Gabah Petani

ditulis oleh Redaksi
28 March 2025 15:50
Durasi baca: 2 menit
Petani memanen padi di Trenggalek. (foto/Aby/Bacaini)

Petani memanen padi di Trenggalek. (foto/Aby/Bacaini)

Bacaini.ID, KEDIRI – Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) memastikan untuk menyerap gabah dari petani. Mereka juga mendukung upaya pemerintah mewujudkan Swasembada Pangan 2025.

Ketua PERPADI Kediri, Beny Setyawan menegaskan jika kabar Bulog tidak menyerap gabah petani di Nganjuk adalah keliru. Selama ini para pemilik usaha penggilingan padi yang menjadi mitra Bulog terus mengerjakan pengeringan gabah dari serapan petani Nganjuk dan Kediri.

“Bulog Kediri sudah menjadi nomer satu serapan beras. Gabahnya melampaui target yang ditentukan oleh Bulog sendiri,” terang Beny, Jumat, 28 Maret 2025.

Penyerapan gabah Bulog Kediri sudah mendekati angka 154,19 persen. Gabah dari petani Nganjuk dan Kediri sampai akhir Maret 2025 mencapai 18.394.455 kg atau 18 ribu Ton lebih.

“Namun memang ada keterbatasan kapasitas mesin driyer (pengering) gabah yang tidak seimbang dengan hasil panen raya,” tambah Beny.

Saat ini terdapat 14 pengusaha penggilingan beras yang menjadi Mitra Bulog Kediri yang siap menerima gabah dari petani untuk diproses. Bulog selalu membuka kesempatan kemitraan pada pemilik penggilingan padi bergabung dalam proses penyerapan gabah dan beras sesuai sarana yang dimiliki.

Namun sayangnya, kualitas gabah yang diserap dari petani sangat rendah. Selain basah, banyak biji hampa dan sampah daun padi sehingga mempersulit proses pengeringan di tingkat mitra.

Proses pengeringan yang seharusnya bisa selesai 10-12 jam, bisa mencapai 40 jam. Hal ini membuat biaya membengkak dan mengakibatkan kerusakan mesin pengering. Selain itu membuat hasil rendemen beras sangat rendah.

Karena itu para mitra lebih fokus memilih kualitas barang yang standard agar lebih cepat diproses dan tidak menggangu proses kuota penyerapan gabah.

“Kami sekarang fokus dulu dengan apa yang sebelumnya menjadi tanggung jawab kami terkait  pemrosesan menjadi hasil giling, kebetulan serapan gabah paling banyak dari  wilayah Nganjuk. Rata rata Bulog Kediri itu nyerapnya justru dari Nganjuk. Sedangkan kapasitas driyer seluruh mitra sekitar 500 ton/ hari, sedangkan hasil panen dari Nganjuk dan Kediri mencapai lebih dari 500 ton/ hari,” kata Beny.

Hal senada disampaikan Afnan Subagio, pemilik penggilingan gabah. Menurutnya gabah dan padi dengan kualitas rendah akan memperlambat program swasembada. “Karena gabah dengan kualitas rendah juga akan menghasilkan beras dengan kualitas rendah pula,” terangnya.  

Penulis: A.K. Jatmiko
Editor: Hari Tri W

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: buloggabah
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Tips fashion perempuan untuk perubahan bentuk tubuh alami

Tips Fashion Perempuan Saat Bentuk Tubuh Berubah, Tetap Chic dan Percaya Diri

Penumpang kereta api memadati area Stasiun Blitar saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026.

Penumpang KA Daop 7 Madiun Naik 18,5 Persen Saat Long Weekend, Stasiun Blitar Padat

Tren AI Exes di Tiongkok memungkinkan pengguna membuat replika digital mantan pasangan menggunakan data pribadi dan kecerdasan buatan (foto/AI/Bacaini.id)

Tren AI Exes di Tiongkok Tuai Pro Kontra, Ahli Khawatir Pengguna Gagal Move On

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peta Dukungan Ketua KONI Kota Blitar: Samanhudi Kantongi 23 Cabor, Tonny 10 Suara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In