Bacaini.ID, KEDIRI – Sejumlah spesies hewan atau satwa diumumkan di awal tahun 2026 lolos dari ancaman kepunahan. Ini merupakan kabar baik bagi dunia konservasi.
Upaya signifikan konservasi global, membuat status mereka diturunkan dari daftar Terancam Punah (Endangered) menjadi kategori lebih aman seperti Rentan (Vulnerable) atau Risiko Rendah (Least Concern).
Menurut data terbaru dari Daftar Merah Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN Red List), persentase kelompok hewan yang terancam punah meliputi Amfibi 41%, hiu dan pari 38%, mamalia 27% dan burung 11.5%.
Berikut daftar terbatu satwa yang statusnya telah membaik, tak lagi terancam punah yang dikeluarkan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Baca Juga: Ragam Fauna Endemik Madura, Ada Kucing Busok yang Bawa Hoki
Penyu Hijau/Green Turtle (Chelonia mydas)
Penyu hijau menghuni perairan laut tropis dan subtropis di seluruh dunia. Di Indonesia, beberapa lokasi utama habitat penyu hijau ada di Kepulauan Derawan Kalimantan Timur, Pantai Pangumbahan Sukabumi, Pulau Bangkaru Aceh dan lainnya.
Di akhir tahun 2025, IUCN melaporkan upaya konservasi global yang ketat membuat status penyu hijau secara umum membaik dari ‘Terancam Punah’ menjadi kategori yang lebih aman seperti Risiko Rendah atau Rentan di beberapa wilayah spesifik.
Anjing Laut Monk Hawaii (Neomonachus schauinslandi)
Anjing laut ini hanya ditemukan di Kepulauan Hawaii dan tidak ada di tempat lain di Bumi. Pada abad ke-19, mereka diburu secara besar-besaran untuk diambil minyak, kulit, dan dagingnya hingga hampir punah.
Anjing Laut Monk Hawaii turun status dari Terancam Punah menjadi Rentan di tahun 2025 karena pertumbuhan populasi tahunan sebesar 2%.
Berkat upaya perlindungan habitat yang ketat, program vaksinasi, dan rehabilitasi anjing laut yang kurang gizi, populasinya terus meningkat hingga mencapai total sekitar 1.600 ekor di awal tahun 2026.
Baca Juga: Patukan Ular Weling yang Mematikan, Hati-hati yang Suka di Sungai
Woylie (Bettongia penicillata)
Dikenal juga sebagai Bettong Ekor Sikat atau seringkali juga disebut sebagai kanguru kecil Australia. Satwa ini adalah mamalia marsupial kecil asal Australia yang hingga awal tahun 2026, statusnya secara resmi telah membaik.
Pada pembaruan Daftar Merah IUCN tahun 2025, Woylie secara resmi diturunkan statusnya dari Sangat Terancam Punah, menjadi Hampir Terancam.
Perubahan ini didorong oleh keberhasilan program reintroduksi besar-besaran dan perlindungan di kawasan bebas predator.
Populasi Woylie sempat menurun tajam akibat serangan predator mereka, rubah merah dan kucing liar. Pembukaan lahan secara masif juga menjadi sebab mengapa satwa ini sempat terancam punah.
Bison Eropa (Bison bonasus)
Satwa ini turun dari Rentan menjadi Hampir Terancam (Near Threatened). Sekitar 7.000 hingga 9.000 ekor hidup bebas di alam liar di negara-negara seperti Polandia, Belarus, Rusia, Ukraina, dan Rumania.
Berbeda dengan Bison Amerika yang lebih menyukai padang rumput terbuka, Bison Eropa lebih beradaptasi dengan hutan gugur, hutan campuran, dan hutan konifer.
Bison Eropa sempat dinyatakan punah di alam liar pada tahun 1927 akibat perburuan masif selama berabad-abad, terutama selama Perang Dunia I.
Seluruh populasi yang ada saat ini berasal dari hanya 12 individu yang tersisa di kebun binatang pada awal abad ke-20.
Unta Liar (Camelus ferus)
Pada pembaruan status terbaru Unta Liar mengalami perbaikan kategori dari Sangat Terancam Punah menjadi Terancam Punah.
Meskipun masih dalam risiko tinggi, penurunan tingkat ancaman ini mencerminkan keberhasilan perlindungan habitat dan peningkatan jumlah individu hasil penangkaran.
Unta liar merupakan spesies yang berbeda dari unta domestik dan merupakan salah satu mamalia paling langka di bumi. Hingga awal tahun 2026, satwa ini tetap menjadi fokus utama konservasi global.
Unta ini hidup di salah satu lingkungan paling keras di dunia, Gurun Gobi dan Gurun Taklamakan China, dan Kawasan Lindung Gobi A di Mongolia.
Livingstone’s Flying Fox (Pteropus livingstonii)
Dikenal sebagai Kelelawar Buah Livingstone, adalah salah satu spesies kelelawar terbesar dan paling langka di dunia.
Hingga Januari 2026, spesies ini menunjukkan tren positif berkat upaya konservasi berbasis komunitas yang intensif.
Pada pembaruan status terkini, spesies ini telah mengalami perbaikan kategori dari Sangat Terancam Punah menjadi Terancam Punah.
Penurunan status ini diberikan karena populasi di alam liar telah stabil dan sedikit meningkat melewati ambang batas kritis berkat perlindungan hutan sisa.
Satwa ini merupakan endemik negara kepulauan Komoro tepatnya di Pulau Anjouan dan Pulau Mohéli.
Shark Bay Bandicoot (Perameles bougainville)
Dikenal juga sebagai Western Barred Bandicoot, merupakan mamalia marsupial terkecil di Australia yang menunjukkan keberhasilan besar pada konservasinya.
Sebelumnya sempat dinyatakan Punah di Daratan Utama (Extinct on the Mainland) sejak tahun 1940-an, spesies ini kini telah berhasil dikembalikan ke daratan melalui program reintroduksi yang sukses.
Kini, satwa ini masuk dalam kategori Rentan hingga Terancam Punah, namun dengan tren populasi yang meningkat signifikan di wilayah lindung.
Selama puluhan tahun, mereka hanya bertahan hidup di dua pulau bebas predator di Australia Barat: Pulau Bernier dan Pulau Dorre di wilayah Shark Bay.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





