• Login
Bacaini.id
Friday, February 13, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pemuda ‘Nganggur’ di Asia Kian Banyak, Indonesia Peringkat Ke-2

Angka pengangguran di Indonesia tertinggi nomor 2 di bawah India

ditulis oleh Editor
15 October 2025 13:36
Durasi baca: 4 menit
angka pengangguran Indonesia nomor 2 di Asia

Jumlah pemuda pengangguran di Asia semakin banyak, Indonesia nomor dua (foto ilustarai/flickr)

Ringkasan Berita

  • Sesuai data ILO, angka pengangguran usia produktif di Asia makin tinggi
  • Dari 10 negara dengan angka pengangguran tertinggi di Asia, India menempati peringkat pertama dan Indonesia posisi kedua
  • Tingginya angka pengangguran di Asia dampak dari pandemi Covid-19

Bacaini.ID, KEDIRI – Krisis lapangan kerja atau banyaknya angka pengangguran di usia produktif tengah melanda Asia.

Menurut data terbaru dari International Labour Organization (ILO) dalam laporan Global Employment Trends for Youth 2024, tingkat pengangguran pemuda di Asia dan Pasifik mencapai 13% pada 2023, setara 64,9 juta orang yang tidak bekerja.

Ini adalah angka terendah dalam 15 tahun, namun masih lebih tinggi daripada rata-rata global pra-pandemi.

Di tengah pemulihan pasca-COVID-19, jutaan pemuda di negara-negara seperti India, Indonesia, dan Tiongkok berjuang mencari pekerjaan layak.

Sementara negara maju seperti Singapura dan Jepang menunjukkan situasi yang lebih baik. 

10 Negara dengan Pemuda Pengangguran Terbanyak di Asia

Menurut beberapa data global yang dirangkum oleh Seasia Stats, berikut 10 negara dengan pemuda pengangguran tertinggi di Asia:

• India, 17,6%

Data terakhir dari ILO, India menempati posisi teratas dengan 17,6% pemuda ‘nganggur’.

• Indonesia, 17,3%

Beda tipis dengan India, Indonesia menjadi negara kedua di Asia yang memiliki tingkat pengangguran tinggi.

• Tiongkok Daratan, 16,5%

Tiongkok daratan, dengan kelas lulusan terbesar dalam sejarahnya, 12,22 juta pada 2025, menghadapi tingkat 16,5% pada 2024.

Namun metodologi pengukuran baru di negara tersebut, menurunkan angka resmi menjadi 14,9% pada Januari 2024.

• Taiwan, 11,0%

• Malaysia, 9,9%

Di Malaysia, meskipun tingkat pengangguran keseluruhan turun menjadi 3,2% pada kuartal ketiga 2024, pengangguran pemuda tetap tinggi.

Ini mencerminkan ketidakseimbangan antara lulusan perguruan tinggi dan permintaan pasar kerja.

• Hongkong, 9,9%

• Australia, 9,5%

Walaupun secara teknis negara ini bukan bagian Asia, namun secara statistik Australia seringkali digabungkan dengan Asia.

• Singapura, 7,5%

• Korea Selatan, 7,2%

• Jepang, 4,2%

Benarkah Banyaknya Pengangguran Merupakan Efek Pandemi?

Di Asia Tenggara, efek pandemi terjadi dengan hampir satu dari dua pemuda bekerja di sektor yang paling terdampak, seperti ritel dan manufaktur.

Dikutip dari Development Asia, lonjakan pengangguran hingga 22% terjadi di Sri Lanka pada 2020.

Namun selain itu, krisis pengangguran pemuda di Asia dilaporkan berakar pada kombinasi faktor struktural dan eksternal. Pertama, dampak pasca-pandemi tidak merata.

Laporan ADB-ILO Tackling the COVID-19 Youth Employment Crisis in Asia and the Pacific menyebutkan ‘triple shock’: hilangnya pekerjaan, gangguan pendidikan, dan kesulitan transisi dari sekolah ke dunia kerja.

Faktor selanjutnya adalah ketidakcocokan keterampilan atau kills mismatch.

Banyak pemuda lulusan universitas terlalu fokus pada gelar akademis, sementara pasar kerja membutuhkan keterampilan vokasi dan digital. Dan kini, otomatisasi dan AI memperburuk keadaan.

Ketidakpastian ekonomi global juga menjadi pemicu meningkatnya tingkat pengangguran pemuda.

Perang dagang AS-Tiongkok dan inflasi pasca-pandemi menekan penciptaan lapangan kerja.

Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, ketergantungan pada pekerjaan informal dilaporkan mencapai 70% bagi pemuda, mengancam stabilitas pendapatan jangka panjang. 

Dampak Jangka Panjang: Ancaman Stabilitas Sosial

Pengangguran pemuda bukan sekedar statistik, ia menciptakan efek domino.

Secara ekonomi, ‘scarring effect’ mengurangi pendapatan seumur hidup hingga 10-15%, menurut profesor ekonomi Zhang Yifan dari Chinese University of Hong Kong.

Mengutip data ILO, 144,9 juta pemuda bekerja di Asia namun hidup dalam kemiskinan pada 2023. Inilah yang menghambat konsumsi dan pertumbuhan.

Di beberapa negara yang mengalami demonstrasi besar-besaran beberapa waktu terakhir, selain masalah korupsi, masalah lapangan pekerjaan yang sempit juga menjadi highlight yang patut diperhatikan dan diatasi. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bacaini.idberita pengangguran terkinipemuda pengangguranpengangguranpengangguran asiapengangguran Indonesia
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Penukaran uang baru Lebaran 2026 di layanan BI

Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Dibuka, Ini Jadwal dan Cara Daftar Online

Perempuan di Trenggalek melaporkan mertuanya ke polisi atas dugaan penganiayaan

Viral Menantu Polisikan Mertua di Trenggalek, Korban Minta Kasus Tetap Diproses Hukum

Ilustrasi suasana gelap dengan angka 13 dan tulisan Friday yang merepresentasikan takhayul Friday 13

Takhayul Friday 13: Kenapa Banyak Orang Menunda Bisnis dan Perjalanan di Tanggal Ini?

  • Bupati Trenggalek melepas 9 pemuda yang akan belajar Pertahanan dan AI di Korea Selatan

    Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In