• Login
Bacaini.id
Saturday, February 21, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pembuat Peti Mati Kewalahan Layani Korban Covid 19 di Kediri

ditulis oleh
11 July 2021 09:45
Durasi baca: 2 menit
Pembuat peti mati kewalahan layani permintaan rumah sakit untuk korban covid 19. Foto: Bacaini/Novira

Pembuat peti mati kewalahan layani permintaan rumah sakit untuk korban covid 19. Foto: Bacaini/Novira

Bacaini.id, KEDIRI – Banyaknya korban meninggal akibat terpapar Covid-19 membuat produsen peti mati di Kediri kewalahan. Setiap hari mereka dipaksa membuat peti mati untuk mengubur jasad pasien Covid 19 di kota dan Kabupaten Kediri.

Dela Juang Pratama, pembuat peti mati di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri mengaku membuat sedikitnya 10 peti mati setiap hari. Padahal biasanya butuh waktu 15–30 hari untuk menjual dalam jumlah sama.

“Kita biasa simpan stok 10 peti itu paling 15 hari sampai satu bulan baru habis. Sekarang untuk bikin stok aja sudah tidak bisa, 10 peti itu satu hari juga kurang karena permintaan memang sangat banyak,” kata Juang kepada Bacaini.id, Sabtu 10 Juli 2021.

Sejak menekuni profesi pembuatan peti mati selama 21 tahun, baru kali ini Juang merasakan kewalahan. Meski menguntungkan dari segi bisnis, namun dia prihatin dan sedih karena banyaknya kematian akhir-akhir ini.

Rumah produksi peti matinya sudah digandeng oleh rumah sakit di kota dan Kabupaten Kediri. Sejak pandemi berlangsung, Juang memproduksi peti mati untuk pasien meninggal di RSUD Gambiran, RS Muhammadiyah, dan RS Baptis.

“Sekarang tambah lagi dari rumah sakit HVA Pare dan RSUD SLG. Pernah dalam satu hari orderan 15 unit dari Gambiran, 10 unit lagi dari HVA. Bagaimana bisa bikin stok, baru satu peti jadi langsung dikirim,” terang Juang.

Untuk memenuhi orderan yang datang, jumlah karyawan yang merupakan tetangga di lingkungannya harus ditambah. Total ada 10 orang yang saat ini bekerja membuat peti mati.

“Permintaan meningkat 70 persen, dari sebelumnya yang hanya melayani gereja, lingkungan, dan rumah sakit non Islam,” imbuhnya.

Menurut dia, tidak ada perbedaan khusus dari segi bentuk dalam membuat peti mati pasien Covid 19 dan jenazah pada umumnya. Semuanya terbuat dari papan dan triplek yang diplitur. Setiap peti mati ditambahkan aluminium foil di dalamnya.

Penggunaan aluminium foil untuk mencegah agar tidak ada celah yang bocor. Butuh waktu 1 jam untuk membuat satu unit peti jenazah dengan ukuran panjang 190 cm dan lebar 50 cm.

Meski kewalahan, dia selalu berusaha menyanggupi setiap permintaan peti jenazah yang datang. Terlebih jika permintaan dari rumah sakit yang menangani pasien Covid-19.

Tidak dipungkiri produksi yang meningkat secara otomatis juga berpengaruh pada meningkatnya omset penjualan. Untuk itu selama pandemi Juang memberikan harga khusus dengan nominal yang enggan disebutkan.

“Untuk harga satu unit peti biasanya sekitar Rp 1.350.000 – Rp 1.500.000. Selama pandemi kita berikan harga khusus yang lebih terjangkau, sebagai rasa kemanusiaan dan keprihatinan kepada tenaga kesehatan di rumah sakit,” katanya.

Penulis: Novira Kharisma
Editor: HTW

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Covid-19kabupaten kedirikota kediripeti mati
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

PT Freeport Indonesia. Foto: istimewa

Kepemilikan Saham Indonesia Atas PT Freeport Indonesia Naik 63 Persen

Presiden Prabowo Subianto menerima 12 pengusaha terbesar Amerika Serikat dalam pertemuan di Washington DC. Foto: BPMI Setpres

Manuver Presiden Prabowo Temui 12 Raksasa Bisnis AS

Aktivitas di Pasar Pon Trenggalek. Foto: bacaini/Aby Kurniawan

Berburu Takjil dan Menu Berbuka di Pasar Pon Trenggalek

  • Ilustrasi penggeledahan toko emas oleh Bareskrim. Foto: bacaini/AI

    Jejak Pencucian Uang Rp 25,8 Triliun di Balik Penggeledahan Toko Emas Semar Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Rusak Mulai Mulus di Kabupaten Blitar, Komitmen Rijanto-Beky Dikebut Bertahap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Worldwide Latina Belt, Benarkah Orang Indonesia Berkarakter Latin? Ini Penjelasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Istri Kapolres Bima dan Seorang Polwan Positif Narkoba, Tidak Ditetapkan Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In