• Login
Bacaini.id
Saturday, May 9, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pembuat Peti Mati Kewalahan Layani Korban Covid 19 di Kediri

ditulis oleh
11 July 2021 09:45
Durasi baca: 2 menit
Pembuat peti mati kewalahan layani permintaan rumah sakit untuk korban covid 19. Foto: Bacaini/Novira

Pembuat peti mati kewalahan layani permintaan rumah sakit untuk korban covid 19. Foto: Bacaini/Novira

Bacaini.id, KEDIRI – Banyaknya korban meninggal akibat terpapar Covid-19 membuat produsen peti mati di Kediri kewalahan. Setiap hari mereka dipaksa membuat peti mati untuk mengubur jasad pasien Covid 19 di kota dan Kabupaten Kediri.

Dela Juang Pratama, pembuat peti mati di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri mengaku membuat sedikitnya 10 peti mati setiap hari. Padahal biasanya butuh waktu 15–30 hari untuk menjual dalam jumlah sama.

“Kita biasa simpan stok 10 peti itu paling 15 hari sampai satu bulan baru habis. Sekarang untuk bikin stok aja sudah tidak bisa, 10 peti itu satu hari juga kurang karena permintaan memang sangat banyak,” kata Juang kepada Bacaini.id, Sabtu 10 Juli 2021.

Sejak menekuni profesi pembuatan peti mati selama 21 tahun, baru kali ini Juang merasakan kewalahan. Meski menguntungkan dari segi bisnis, namun dia prihatin dan sedih karena banyaknya kematian akhir-akhir ini.

Rumah produksi peti matinya sudah digandeng oleh rumah sakit di kota dan Kabupaten Kediri. Sejak pandemi berlangsung, Juang memproduksi peti mati untuk pasien meninggal di RSUD Gambiran, RS Muhammadiyah, dan RS Baptis.

“Sekarang tambah lagi dari rumah sakit HVA Pare dan RSUD SLG. Pernah dalam satu hari orderan 15 unit dari Gambiran, 10 unit lagi dari HVA. Bagaimana bisa bikin stok, baru satu peti jadi langsung dikirim,” terang Juang.

Untuk memenuhi orderan yang datang, jumlah karyawan yang merupakan tetangga di lingkungannya harus ditambah. Total ada 10 orang yang saat ini bekerja membuat peti mati.

“Permintaan meningkat 70 persen, dari sebelumnya yang hanya melayani gereja, lingkungan, dan rumah sakit non Islam,” imbuhnya.

Menurut dia, tidak ada perbedaan khusus dari segi bentuk dalam membuat peti mati pasien Covid 19 dan jenazah pada umumnya. Semuanya terbuat dari papan dan triplek yang diplitur. Setiap peti mati ditambahkan aluminium foil di dalamnya.

Penggunaan aluminium foil untuk mencegah agar tidak ada celah yang bocor. Butuh waktu 1 jam untuk membuat satu unit peti jenazah dengan ukuran panjang 190 cm dan lebar 50 cm.

Meski kewalahan, dia selalu berusaha menyanggupi setiap permintaan peti jenazah yang datang. Terlebih jika permintaan dari rumah sakit yang menangani pasien Covid-19.

Tidak dipungkiri produksi yang meningkat secara otomatis juga berpengaruh pada meningkatnya omset penjualan. Untuk itu selama pandemi Juang memberikan harga khusus dengan nominal yang enggan disebutkan.

“Untuk harga satu unit peti biasanya sekitar Rp 1.350.000 – Rp 1.500.000. Selama pandemi kita berikan harga khusus yang lebih terjangkau, sebagai rasa kemanusiaan dan keprihatinan kepada tenaga kesehatan di rumah sakit,” katanya.

Penulis: Novira Kharisma
Editor: HTW

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Covid-19kabupaten kedirikota kediripeti mati
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi petugas medis menangani penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terinfeksi Virus Andes di kapal pesiar Atlantik

Virus Andes Diduga Penyebab Wabah Misterius di Kapal Pesiar MV Hondius, 3 Meninggal

KFC Pertama di Indonesia, letaknya di Melawai Jakarta/Dok KFC

Begini Makanan Orang Indonesia Sebelum KFC Masuk Tahun 1979

Pasokan BBM Pertamina ke SPBU. Foto: Pertamina

Ramai Harga Pertalite Tak Disubsidi Tembus Rp.16.088 per Liter

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In