Bacaini.id, KEDIRI – Jumlah korban dan pelaku pelecehan seksual terhadap mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri bertambah. Hal itu disampaikan para mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di kampus mereka kemarin.
Sejumlah mahasiswa IAIN Kediri menyebut jika oknum dosen pelaku pelecehan seksual di kampus mereka lebih dari satu. Demikian pula jumlah korban dari kalangan mahasiswi. “Saat ini ada empat oknum dosen yang kami duga telah melakukan pelecehan seksual kepada lima teman kami,” kata Kholifah Putri, koordinator aksi yang menuntut penyelesaian kasus itu, Jumat 28 Agustus 2021.
Menurut Putri, dia dan teman-temannya melakukan aksi solidaritas untuk menuntut pihak Rektorat IAIN Kediri serius menyelesaikan kasus itu. Dia menyebut dosen MA yang juga menjabat Ketua Progdam Studi Fakultas Ushuliddin Adab dan Dakwah bukan satu-satunya pelaku.
Investigasi yang dilakukan Putri bersama mahasiswa lain menyebutkan ada empat oknum dosen yang telah melakukan pelecehan seksual. “Ada lima mahasiswi yang telah berani mengungkapkan itu,” katanya.
baca ini Dosen IAIN Kediri Lecehkan Mahasiswi Saat Bimbingan Skripsi
Para korban tersebut juga telah mengungkapkan pelecehan yang dialami melalui media sosial. Mereka tergerak menyampaikan hal itu setelah melihat salah satu mahasiswi melapor.
Sayang upaya mahasiswa tersebut untuk bertemu dan menyampaikan tuntutan kepada Rektor IAIN Kediri tidak mendapat tanggapan. Mereka hanya bisa menyampaikan orasi di halaman kampus sambil membakar ban. Sejumlah poster berisi tuntutan penyelesaian kasus juga dibentangkan di halaman.
Aksi tersebut nyaris berujung ricuh saat para mahasiswa mencoba masuk ke gedung rektor. Upaya mereka dihalangi petugas keamanan hingga terjadi saling dorong. Setelah melakukan negosiasi, perwakilan mereka diijinkan bertemu wakil rektor.
“Kami minta kasus ini diselesaikan secara terbuka. Hukuman harus adil, bahkan sepantasnya kasus ini dibawa ke ranah hukum,” Putri.
Hingga hari ini Rektorat IAIN Kediri masih memproses satu kasus dan satu terduga pelaku pelecehan seksual, yakni MA. Dia telah menerima penurunan jabatan sebagai Kaprodi, menjalani skorsing selama dua semester untuk mengajar, dan satu tahun untuk pendampingan skripsi.
Penulis: Novira Kharisma
Editor: HTW
Tonton video: