Bacaini.id, KEDIRI – Sebanyak 35 pedagang di pasar Setono Betek, Kota Kediri mendapat distribusi enam ton minyak goreng sawit bersubsidi. Stok ini untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri.
Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri, Salim Darmawan mengatakan, distribusi minyak goreng curah ini berasal dari PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Cabang Madiun.
“Sebenarnya stok minyak curah di Kota Kediri aman, sudah tidak langka. Tapi ini ada tawaran dari PT PPI Cabang Madiun 6.000 kilogram, makanya kita terima untuk antisipasi kenaikan permintaan jelang Idul Fitri,” kata Salim di pasar Setono Betek, Jumat, 22 April 2022.
Dalam distribusi minyak goreng curah ini, masing-masing pedagang menerima jatah 170 kilogram dengan harga Rp14.390 per kilogram. Menurut Salim, harga ini sangat murah karena berasal dari tangan pertama.
“Biasanya pedagang dapatnya dari tangan kedua dengan harga Rp 14.800 – Rp 15.000 dijual sesuai HET Rp15.500. Jadi mereka dapat keuntungan lebih,” imbuhnya.
Layaknya solar bersubsidi, minyak goreng ini masih bebas dijual di luar pasar. Namun demikian, Salim berharap para pedagang menjualnya di pasar ini saja. Mengingat kebutuhan tinggi masyarakat.
Data BPS, per hari normal kebutuhan minyak goreng di Kota Kediri mencapai 7.900 Liter dengan Pasar Setono Betek sebagai simpulnya. Rencananya, distribusi juga akan dilakukan secara bergilir di pasar-pasar yang lain.
Sementara untuk memastikan minyak goreng dijual sesuai HET, Disperdagin bersama kepolisian akan melakukan pengawasan rutin. Hal ini untuk memastikan tidak adanya kecurangan pedagang yang merugikan masyarakat.
“Nanti akan kami awasi baik secara eksplisit maupun under cover untuk memastikan harga sesuai HET,” pungkas Salim.
Penulis: AK.Jatmiko
Editor: Novira