• Login
Bacaini.id
Thursday, February 12, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pantai Gerangan Tulungagung Tercemar Mikroplastik

ditulis oleh Editor
28 September 2022 17:58
Durasi baca: 2 menit
Sampah plastik di Pantai Gerangan Tulungagung. Foto: Bacaini/Setiawan

Sampah plastik di Pantai Gerangan Tulungagung. Foto: Bacaini/Setiawan

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Siapa sangka, dibalik birunya air Pantai Gerangan Tulungagung ternyata mengandung mikroplastik. Pegiat lingkungan ECOTON telah melakukan uji sampel dan mendapati fakta pencemaran mikroplastik akibat sampah plastik yang tercecer di perairan pantai.

Manager Program Advokasi dan Litigasi ECOTON, Aziz mengungkapkan, pada beberapa waktu lalu ECOTON bersama aktivis lingkungan di Tulungagung melakukan sisir sampah plastik di Pantai Gerangan. Hasilnya, mereka mendapatkan 151 kilogram sampah plastik sekali pakai.

“Sebanyak 31 karung yang kami dapatkan, mulai dari sampah plastik sachet, sedotan, styrofoam, botol plastik dan plastik kemasan mie instan,” ungkap Aziz kepada Bacaini.id, Rabu, 28 September 2022.

Setelah ratusan kilogram sampah plastik sekali pakai terkumpul, mereka melakuakn brand audit terhadap sampah plastik tersebut. Hal ini bertujuan untuk mengetahui produsen atau perusahaan mana saja yang sampahnya mencemari Pantai Gerangan.

“Hasilnya brand audit ditemukan, ada lima produsen besar yang mencemari Pantai Gerangan. Ada Unilever sebanyak 46,6 persen, Wings sebanyak 32,1 persen, Indolakto 9,8 persen, Indofood 5,7 persen dan 5,7 persen dari Danone,” sebutnya.

Menurutnya, kelima produsen ini memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk mengelola kemasan atau barang yang diproduksi. Ketentuan tersebut sudah sangat gamblang dalam Pasal 15 UU 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah.

Setelah menyisir sampah plastik, ECOTON juga melakukan pengambilan sampel air di Pantai Gerangan yang tercemar sampah plastik sekali pakai. Dari hasil penelitian, ternyata kandungan air Pantai Gerangan terdapat mikroplastik.

“Jika mengacu pada parameter pencemaran, hasil uji sampel air di Pantai Gerangan Tulungagung sudah masuk dalam kategori pencemaran. Terkhusus pencemaran mikroplastik. Dan hal ini tentu akan sengat berbahaya pada kelangsungan hidup lingkungan,” terangnya.

Aziz menjabarkan, dari uji sampel air yang dilakukan, pihaknya menemukan empat jenis mikroplastik yang diambil di tiga lokasi di Pantai Gerangan Tulungagung. Diantaranya ada 101 mikroplastik jenis filamen, 27 jenis fiber, tiga jenis fragmen dan sembilan mikroplastik jenis granul.

Lebih lanjut, Aziz menyampaikan bahwa temuan ini membuktikan terjadinya pelanggaran Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2022, di mana seharusnya tidak ada satupun sampah yang boleh berada di wilayah pantai. ECOTON sendiri akan segera melakukan advokasi kepada Pemkab Tulungagung untuk segera mengatasi permasalahan ini.

“Kami akan segera melakukan koordinasi dengan Pemkab Tulungagung untuk membuat kebijakan terkait pencegahan pencemaran lingkungan. Selain itu, kami juga memiliki data lima perusahaan penyumbang sampah yang harus bertanggung jawab dalam pencemaran pantai. Tentu kami akan melakukan advokasi atas permasalahan ini,” tandasnya.

Penulis: Setiawan
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: ECOTONmikroplastikPantai Gerangan Tulungagung
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi agen KGB dan GRU beroperasi di Indonesia era Orde Baru dengan latar gedung pemerintahan dan militer

Sepak Terjang Agen Soviet di Orde Baru: KGB Menyusup ke Militer hingga MPR

Presiden Prabowo Subianto menerima permohonan audiensi dari lima pengusaha nasional di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Selasa malam, 10 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres/Istimewa

Ini Pembahasan Presiden Prabowo dengan Konglomerat Kakap

UNICEF

BEM UGM Surati UNICEF Usai Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT

  • Suasana sidang di Pengadilan Negeri Sleman saat majelis hakim membacakan vonis 8–10 tahun penjara kepada tujuh terdakwa kasus pengeroyokan terduga klitih

    Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In