• Login
Bacaini.id
Tuesday, February 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Viral Worldwide Latina Belt, Benarkah Orang Indonesia Berkarakter Latin? Ini Penjelasannya

Dari tren Latina makeup hingga dangdut koplo, banyak netizen menilai orang Indonesia berkarakter Latin. Kebetulan atau ada alasan sosiokultural?

ditulis oleh Editor
17 February 2026 12:57
Durasi baca: 4 menit
Ilustrasi peta Worldwide Latina Belt yang viral di media sosial

Indonesia tiba-tiba masuk dalam peta Worldwide Latina Belt! Benarkah orang Indonesia berkarakter Latin? Dari makeup sampai musik, ternyata banyak kemiripan yang bikin netizen heboh (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI — Beberapa bulan terakhir, media sosial Indonesia diramaikan dengan tren ‘Latina Belt’. Konten kreator Indonesia berdandan dan menari dengan musik dan gerakan a la Latin.

Indonesia, yang secara geografis berada di Asia Tenggara secara ‘tiba-tiba’ masuk dalam peta yang menunjukkan sebaran bangsa Latin di seluruh dunia yang disebut Worldwide Latina Belt.

Indonesia dalam peta tersebut menjadi salah satu negara yang dianggap memiliki ‘darah spiritual’ atau jiwa yang sama dengan orang-orang Latin seperti Brasil, Meksiko, atau Kolombia. 

Baca Juga:

  • Musik Pop Lebih Banyak Didengar Orang Indonesia Ketimbang Dangdut
  • Tabiat Netizen Indonesia Terungkap: 71% Hanya Scroll Medsos, Cuma 19% Baca Berita

Asal-usul Wordwide Latina Belt

Dalam beberapa tahun terakhir, algoritma media sosial seperti TikTok dan X (Twitter) telah melahirkan banyak istilah sosiologi internet yang unik. Termasuk ‘Worldwide Latina Belt’ yang kini viral.

Dalam peta tersebut, Asia Tenggara dimasukkan dalam ‘sabuk Latin’ meskipun secara geografis tidak memiliki hubungan selain sama-sama berada dalam jalur khatulistiwa dan merupakan negara tropis.

Istilah Worldwide Latina Belt pertama kali mencuat pada tahun 2020 melalui sebuah unggahan di akun X (Twitter) bernama @protestantwind.

Akun tersebut mengunggah sebuah peta dunia yang dicoret dengan garis merah tebal yang melingkari wilayah tropis dunia.

Garis tersebut mencakup Amerika Latin, sebagian Afrika Utara, Timur Tengah, hingga Asia Tenggara, termasuk Filipina dan Indonesia.

Keterangannya singkat namun provokatif: ‘Worldwide Latina belt / all people from these places are latinas’.
Artinya: Sabuk Latina Sedunia / semua orang dari tempat-tempat ini adalah orang Latin.

Meme ini awalnya adalah lelucon tentang bagaimana orang-orang di wilayah tersebut sering kali memiliki penampilan fisik yang serupa, sulit dibedakan satu sama lain bagi mata orang Barat.

Namun, lelucon ini justru beresonansi secara mendalam. Netizen dari berbagai negara mulai memberikan testimoni, memvalidasi bahwa ada kemiripan yang jauh lebih dalam daripada sekadar warna kulit.

Mengapa Indonesia Masuk dalam Sabuk Latin?

Bagi masyarakat global, masuknya Filipina ke dalam ‘sabuk Latin’ bisa dipahami karena sejarah kolonial Spanyol selama 300 tahun.

Namun, bagi Indonesia, alasannya lebih bersifat sosiokultural dan estetika. Berikut beberapa alasan utama mengapa Indonesia juga dianggap sebagai ‘Latina-nya Asia’.

Estetika Brown Beauty dan Tren Latina Makeup

• Estetika dan Standar Kecantikan: Kebangkitan ‘Brown Beauty’

Selama dekade terakhir, standar kecantikan di Indonesia sangat berkiblat pada Korean Beauty (K-Beauty) yang memuja kulit putih porselen dan riasan minimalis. Namun, bagi banyak perempuan Indonesia dengan kulit sawo matang (tan skin) dan fitur wajah yang tegas, tren ini sulit diikuti.

Munculnya tren Latina Makeup, dengan alis yang tajam, eyeliner tebal, dan lip liner warna cokelat, menjadi titik balik.

Riasan ini justru menonjolkan fitur alami wajah orang Indonesia. Ketika perempuan Indonesia mencoba tren ini, hasilnya sering kali mengejutkan; mereka terlihat sangat mirip dengan perempuan dari Amerika Selatan.

Fenomena ‘Brown Ambiguity’ ini membuat batasan antara orang Indonesia dan Latin menjadi kabur di ranah digital.

Budaya Komunal dan ‘Shared Chaos’

• ‘The Shared Chaos’: Budaya yang Sama-sama Hangat dan Berisik

Salah satu alasan terbesar Worldwide Latina Belt menjadi viral adalah kesamaan gaya hidup. Para pelancong dari Amerika Latin yang berkunjung ke Indonesia sering kali mengunggah konten yang menyebutkan bahwa mereka merasa sedang berada di rumah sendiri.

Baik di Indonesia maupun Amerika Latin memiliki budaya komunal yang sama, keluarga adalah segalanya. Budaya ‘nongkrong’, gosip tetangga, hingga acara keluarga besar yang melibatkan sepupu jauh adalah kesamaan yang sangat identik.

Negara-negara Latin sebagian besar juga merupakan negara berkembang dengan segala kekacauan dan ketangguhan hidup warganya, sama seperti Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya.

Suara klakson motor, pedagang kaki lima yang riuh, hingga kemampuan untuk tetap tertawa dan berjoget di tengah krisis ekonomi adalah sifat yang sangat ‘Latina’ sekaligus ‘Indonesia banget’.

Kesamaan Musik Latin dan Dangdut Koplo

• Resonansi Musik: Selera Musik yang Sama

Secara auditif, telinga orang Indonesia sangat mudah menerima musik Latin. Ini terjadi karena beat atau ketukan musik Reggaeton, musik khas Latin, memiliki frekuensi energi yang mirip dengan Dangdut Koplo, musik khas Indonesia.

Keduanya adalah musik rakyat yang diciptakan untuk berdansa. Irama dembow dalam musik Latin terasa akrab dengan ketukan gendang di Indonesia.

Inilah mengapa lagu-lagu berbahasa Spanyol sering kali lebih mudah menjadi hits di lantai dansa Indonesia dibandingkan lagu-lagu dari Eropa Timur atau Asia Timur yang lebih melankolis.

Melalui sabuk imajiner ini, warganet dunia menciptakan solidaritas baru berdasarkan pengalaman hidup. Kedekatan bukan lagi tentang letak geografis atau ras, namun bisa juga karena sama-sama suka makan pedas, suka berjoget, atau sama-sama punya budaya ‘nongkrong’. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: indonesia berkarakter latin
Via: worldwide latina
Tags: brown beautybudaya viraldangdut koplolatina asiaorang Indonesiareggaetontren tiktokworldwide latina belt
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi peta Worldwide Latina Belt yang viral di media sosial

Viral Worldwide Latina Belt, Benarkah Orang Indonesia Berkarakter Latin? Ini Penjelasannya

Ilustrasi mitos puasa. Foto: bacaini/HTW

10 Mitos Langka Tentang Puasa Ramadan

Air kelapa muda segar untuk takjil buka puasa

Fakta Takjil Air Kelapa untuk Buka Puasa: Kaya Elektrolit, Bantu Rehidrasi dan Aman bagi Penderita Diabetes

  • Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

    Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In