Bacaini.id, MOJOKERTO – Di Mojokerto terdapat pasar yang membawa pengunjung bernostalgia dengan suasana pasar zaman dulu, Pasar Keramat namanya. Diambil dari nama Desa Kramatjetak, pasar di area hutan bambu seluas 1,2 hektare itu hanya dibuka dua minggu sekali.
Konsep jadul yang diterapkan di pasar yang tepatnya berada di Dusun Wonokerto, Desa Warugunung, Kecamatan Pacet ini tidak hanya menarik pengunjung dari Mojokerto dan sekitarnya. Bahkan pengunjung dari berbagai daerah di Jawa Timur pun turut meramaikan Pasar Keramat.
Beramai-ramai, para pengunjung datang untuk menikmati aneka makanan tradisional, jasa pijat dan potong rambut juga belanja pernak-pernik dari daun (ecoprint). Pasar Keramat sendiri baru diresmikan oleh Bupati Mojokerto, Ikhfina Fahmawati pada Minggu, 19 Februari 2023.
Budi, salah satu pamong pasar mengatakan, Pasar Keramat dirintis pada tahun 2019 silam. Konsep jadul yang diterapkan terinspirasi dari Pasar Papringan di Temanggung, Jawa Tengah.
Lokasi berdirinya Pasar Keramat ini sebelumnya merupakan tempat pembuangan sampah dan dianggap angker karena berada di area hutan bambu yang cukup lebat. Di sisi lain, Budi juga melihat potensi serta manfaat dari hutan bambu di lokasi itu.
“Selanjutnya saya rembukan dengan teman-teman, apa yang bisa dimanfaatkan dari hutan bambu itu. Awalnya kita sempat ke papringan dan perajin untuk belajar mengenai anyaman bambu,” cerita Budi kepada Bacaini.id, Minggu, 19 Februari 2023.
Dari semua tempat dan berbagai referensi yang telah dipelajari, Budi bersama teman-temannya memutuskan untuk membangun pasar. Rencananya akan ada home stay, home industri dan kampung jawa di pasar tersebut.
Bukan tanpa kendala, awal berdirinya Pasar Keramat tidak mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat. Budi bersama teman-temannya akhirnya membentuk Pamong Pasar yang bergerak di bidang marketing.
Pamong Pasar gencar melakukan sosialisasi dan promosi terkait keunikan Pasar Keramat. Salah satunya adalah dengan menggunakan koin gopok dari kayu seperti era Mojopahitan sebagai alat transaksi jual beli. Satu koin setara dengan dua ribu rupiah.
“Masyarakat mulai tertarik, pengunjung semakin ramai. Pasar Keramat hanya buka saat pasaran Kliwon dan Wage,” tandasnya.
Penulis: Fio
Editor: Novira