• Login
Bacaini.id
Saturday, May 30, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Ngeri!, 11 Warga Blitar dan Tulungagung Tewas Akibat Penyakit DBD

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
25 March 2024 18:14
Durasi baca: 2 menit
Ngeri!, 11 Warga Blitar dan Tulungagung Tewas Akibat Penyakit DBD (foto/ist).

Ngeri!, 11 Warga Blitar dan Tulungagung Tewas Akibat Penyakit DBD (foto/ist).

Bacaini.id, BLITAR – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Blitar dan Tulungagung Jawa Timur telah merenggut nyawa.

Dalam tiga bulan terakhir, sebanyak 4 warga Kabupaten Blitar diketahui meninggal dunia akibat terjangkit DBD. Sebanyak 3 korban di antaranya diketahui memiliki penyakit penyerta (komorbit).

Pada waktu yang sama, DBD merenggut nyawa 7 warga Kabupaten Tulungagung. Dari jumlah itu, 6 korban di antarannya diketahui berusia anak-anak dan satu dewasa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Anggit Ditya Putranto mengatakan, kasus DBD di Kabupaten Blitar dalam tiga bulan terakhir tergolong tinggi.

Pada bulan Januari mencapai 75 kasus, Februari sebanyak 152 kasus dan Maret sebanyak 102 kasus. “Mengalami tren kenaikan karena siklus 5 tahunan,” ujarnya kepada wartawan Senin (25/3/2024).

Dari 4 korban meninggal dunia akibat DBD di Kabupaten Blitar, 3 di antaranya diketahui memiliki penyakit penyerta. Virus DBD telah memicu kematian pasien.  

Sementara di Kabupaten Tulungagung, gigitan nyamuk aedes aegypti telah merenggut 7 nyawa dalam waktu tiga bulan terakhir. Sebanyak 6 korban tewas diketahui berusia anak-anak dan 1 dewasa.

Serupa di Kabupaten Blitar, kasus DBD di Tulungagung dalam tiga bulan terakhir juga mengalami peningkatan, yakni kasus tertinggi terjadi di bulan Maret, sebanyak 157 kasus.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardani mengatakan, puncak kasus DBD diprediksi terjadi pada bulan depan.

“Februari lalu kasus DBD di Tulungagung tercatat ada 57 kasus. Dan mengalami kenaikan pada Maret 2024,” tuturnya.

Kasus DBD di Tulungagung diketahui menyebar merata. Menurut Desi, kasus ditemukan di setiap wilayah kecamatan. Meski jumlah kasus mencapai ratusan, Dinkes Tulungagung belum mengkategorikan sebagai kasus luar biasa.

Dinkes menghimbau warga untuk menggencarkan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Saat ini belum kategori kasus luar biasa. Kategori kasus luar biasa adalah jika lonjakan kasus meningkat tiga kali lipat dibanding temuan sebelumnya,” ungkapnya.

Penulis: Setiawan

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: aedes aegyptiDBDDBD merenggut nyawa
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pengembangan fasilitas Stasiun Madiun oleh KAI Daop 7 Madiun dengan pembangunan peron tinggi dan perluasan area parkir

KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

Latihan squat untuk menjaga kesehatan otot bokong atau glutes

Otot Bokong Ternyata Pengaruhi Umur Panjang, Ini Penjelasan Ahli Kesehatan

Samanhudi Anwar duduk di rumahnya di Kota Blitar sambil berbincang mengenai politik dan KONI Kota Blitar

Samanhudi Anwar Never Give Up di Tengah Polemik KONI Kota Blitar

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In