• Login
Bacaini.id
Tuesday, January 27, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Nasib Pilu Korban Penganiayaan di Pesantren, Jenazah Diurus Santri di Bawah Umur

ditulis oleh Editor
29 February 2024 15:19
Durasi baca: 2 menit
Ilustrasi pengendara motor tewas tertimpa ranting pohon mahoni akibat angin kencang di Trenggalek Jawa Timur

Angin kencang di Trenggalek tewaskan pemotor (foto Ilustrasi/AI/Bacaini.id)

Bacaini.id, KEDIRI – Bintang Balqis Maulana (14), santri Pondok Pesantren (Ponpes) PPTQ Al-Hanifiyyah Mojo, Kabupaten Kediri Jawa Timur, ternyata sudah dalam keadaan tewas saat dilarikan ke RS Arga Usada Ngadiluwih.

Terungkap, kematian santri Bintang disebabkan aksi penganiayaan oleh santri senior di lingkungan ponpes. Polisi telah menetapkan sedikitnya 4 orang santri sebagai tersangka penganiayaan.

Yang memprihatinkan, pada Jumat (23/2/2024) dini hari itu, bukan pihak ponpes yang membawa santri Bintang ke rumah sakit. Bintang dibawa oleh 3 santri lain yang masih berusia di bawah umur.

Korban yang setiba di rumah sakit kemudian diketahui sudah tewas itu, dibawa dengan mengendarai sepeda motor, yakni agar tidak jatuh yang bersangkutan ditempatkan di tengah.

“Yang mengantar anak-anak,” ujar Rizki selaku dokter jaga rumah sakit Arga Usada Ngadiluwih Kamis (29/2/2024).   

Rizki merupakan dokter umum. Pada saat korban dibawa ke IGD rumah sakit, yang bersangkutan yang pertama kali menerima korban beserta pengantarnya.

Saat pemeriksaan awal, Rizki mencatat adanya luka lebam di sekujur tubuh korban, yakni di antaranya kepala, dada, tangan, spesifik di mata, bibir, dan wajah bagian atas.

Luka lebam diduga kuat akibat kekerasan benda tumpul. Saat tiba di rumah sakit, korban dipastikan sudah meninggal dunia. “Bisa tangan kosong (kekerasan benda tumpul). Pas kita periksa tidak ada luka terbuka,” terangnya.

Selama pemeriksaan jasad korban, 3 santri pengantar diketahui mondar-mandir di sekitar ruang IGD rumah sakit. Pihak rumah sakit, kata Rizki sempat bercakap-cakap, menanyakan keberadaan keluarga korban.

Termasuk mempertanyakan ke mana pihak pengurus ponpes, lantaran tidak ada orang dewasa yang mendampingi mereka. Namun permintaan itu tidak dipenuhi.

Ketiga santri pengantar korban, kata Rizki justru sempat meminta jenazah dibawa pulang sendiri ke ponpes. Permintaan itu sontak ditolak rumah sakit lantaran pertimbangan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.

Ironisnya, hingga siang hari jenazah korban masih berada di rumah sakit. Sekitar pukul 11.00 Wib, jenazah baru diambil oleh seseorang yang mengaku perwakilan ponpes.

Untuk pengurusan itu, yang bersangkutan sempat meninggalkan Kartu Tanda Penduduk. “Jenazah kemudian diantar oleh mobil ambulans rumah sakit ke ponpes,” pungkasnya.

Seperti diketahui santri korban penganiayaan hingga tewas itu merupakan warga Glenmore Kabupaten Banyuwangi. Hasil pemeriksaan awal, pihak kepolisian menduga penganiayaan dipicu kesalahpahaman.

Hingga kini pengusutan kasus kekerasan di lingkungan pesantren yang berakibat kematian itu masih berlanjut. Sebelum terungkap, pihak ponpes sempat memberi keterangan kematian korban akibat terpeleset.

Atas dugaan menutupi peristiwa penganiayaan yang terjadi, sejumlah pihak mendesak pengasuh atau pengurus pondok pesantren untuk bertanggung jawab.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: kekerasan di pesantrenpenganiayaanpondok pesantrensantri Bintangsantri dianiayasantri kediri
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

Sekolah atau Koperasi? 9 SD di Tulungagung Diusulkan Jadi Gerai KDMP, 3 Masih Aktif

Ilustrasi Ratu Kalinyamat, Ratu Jepara abad ke-16 yang memimpin armada laut melawan Portugis di Malaka

Ratu Kalinyamat: Ratu Jepara yang Membuat Portugis Ketar-ketir

  • Angin kencang dan awan gelap melanda wilayah Jawa Timur saat BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem

    Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur, BMKG Sebut Blitar Raya hingga Madura Jalur Utama Angin Kencang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Harapan Jaya Terobos Lampu Merah, Tabrak Mobil, Motor, dan Rumah di Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Perlu Wisata Alam, Kuliner Khas Nganjuk Ini Bikin Orang Rela Balik Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In