• Login
Bacaini.id
Tuesday, January 27, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Momen Gus Kautsar Ploso Kritik Ketua PBNU Gus Ulil Soal Tambang

Kritik ini ramai diperbincangkan di media sosial karena menyentuh soal kerusakan ekosistem akibat aktivitas pertambangan.

ditulis oleh Redaksi
10 December 2025 20:00
Durasi baca: 2 menit
KH Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar. Foto: laduni.id

KH Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar. Foto: laduni.id

Ringkasan berita:

  • Gus Kautsar mengkritik Gus Ulil karena dianggap cuek terhadap kerusakan ekosistem tambang.
  • Gus Ulil menyebut aktivis lingkungan sebagai “puritan” atau “wahabisme lingkungan”.
  • Gus Ulil membantah membela tambang, menekankan perlunya pendekatan rasional.
  • Perdebatan ini ramai di media sosial dan memicu diskusi luas di kalangan NU.

Bacaini.ID, KEDIRI – Polemik tambang kembali memicu perdebatan di kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, KH Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar, melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) yang dianggap meremehkan aktivis lingkungan.

Dalam sebuah unggahan yang viral di media sosial, Gus Kautsar menilai sikap Gus Ulil terlalu “cuek” terhadap kerusakan ekosistem akibat aktivitas tambang. Ia menegaskan bahwa alam tidak bisa direkayasa dan kerusakan lingkungan harus menjadi perhatian serius.

Kritik ini muncul setelah video lama Gus Ulil kembali beredar, di mana ia menyebut aktivis yang menuntut pemulihan ekosistem sebagai kelompok “puritan” atau bahkan “wahabisme lingkungan”.

“Kalau hukum bisa direkayasa, alam tidak pernah bohong,” ujar Gus Kautsar, menyindir pandangan yang dianggap mengabaikan dampak nyata pertambangan terhadap hutan dan masyarakat sekitar.

Pernyataan Gus Ulil sebelumnya memang menuai kontroversi. Ia dianggap membela aktivitas tambang dan menyepelekan kerusakan lingkungan.

Namun, dalam forum diskusi, Gus Ulil menegaskan bahwa dirinya tidak sedang membela tambang, melainkan mempertanyakan pendekatan yang menolak pertambangan secara mutlak. Menurutnya, kerusakan lingkungan adalah problem moral dan kemanusiaan yang serius, tetapi tidak semua bentuk ekstraksi sumber daya bisa langsung dicap sebagai kejahatan.

Perdebatan ini memicu respons luas di media sosial, dengan banyak warga NU dan aktivis lingkungan ikut menanggapi. Sebagian mendukung sikap kritis Gus Kautsar sebagai “penjaga akal sehat”, sementara yang lain menilai Gus Ulil sedang mencoba membuka ruang diskusi lebih rasional tentang pengelolaan sumber daya alam.

Dengan ramainya perdebatan ini, isu tambang kembali menjadi sorotan publik, terutama terkait bagaimana NU sebagai organisasi besar merespons tantangan keberlanjutan lingkungan di tengah kepentingan ekonomi nasional.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: gus kautsargus ulilPBNUpondok pesantrentambang
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

Sekolah atau Koperasi? 9 SD di Tulungagung Diusulkan Jadi Gerai KDMP, 3 Masih Aktif

Ilustrasi Ratu Kalinyamat, Ratu Jepara abad ke-16 yang memimpin armada laut melawan Portugis di Malaka

Ratu Kalinyamat: Ratu Jepara yang Membuat Portugis Ketar-ketir

Ilustrasi GERD atau penyakit asam lambung yang viral dikaitkan dengan kematian selebgram Lula Lahfah

GERD Bisa Mematikan? Polemik Kematian Lula Lahfah dan Fakta yang Terungkap

  • Angin kencang dan awan gelap melanda wilayah Jawa Timur saat BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem

    Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur, BMKG Sebut Blitar Raya hingga Madura Jalur Utama Angin Kencang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Harapan Jaya Terobos Lampu Merah, Tabrak Mobil, Motor, dan Rumah di Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Perlu Wisata Alam, Kuliner Khas Nganjuk Ini Bikin Orang Rela Balik Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In