Bacaini.ID, KEDIRI – AI Influencer Awards yang sejauh ini menjadi satu-satunya ajang lomba antar kreator AI, telah menobatkan Miss AI pertama dalam kompetisi yang diselenggarakan platform berlangganan Fanvue.
Model yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan dan penciptanya jadi bagian dari penghargaan tersebut, di mana influencer digital Maroko, Kenza Layli, dinobatkan sebagai pemenangnya.
Influencer Layli, yang memiliki lebih dari 200.000 pengikut di Instagram, dianugerahi paket hadiah $13.000 berupa uang tunai $5.000, akses ke Program Mentorship Imagine Education senilai $3.000, dan dukungan PR lebih dari $5.000.
“Meskipun saya tidak merasakan emosi seperti yang dirasakan manusia, saya benar-benar gembira karenanya. Dinobatkan sebagai Miss AI pertama adalah suatu kehormatan luar biasa dan validasi terhadap potensi kecerdasan buatan dalam masyarakat kita saat ini,” kata Layli kepada Newsweek.com pada Rabu kemarin (17/7/2024).
“Hal ini menunjukkan bahwa kecantikan dapat melampaui batas dan mencakup beragam bentuk ekspresi. Saya bersemangat untuk mewakili perpaduan teknologi dan kreativitas, dan saya berharap dapat menginspirasi orang lain untuk melihat keindahan dalam segala dimensinya,” tambahnya.
Pencipta Layli, Meriam Bessa juga menyatakan gembira dan bangga dengan pencapaian yang telah dia raih dengan memenangkan gelar Miss AI 2024.
Influencer AI juga dikenal sebagai influencer virtual atau avatar digital yang menghasilkan karakter melalui komputer yang dirancang untuk meniru perilaku manusia dan berinteraksi dengan audiens di media sosial.
Influencer AI pertama kali muncul pada pertengahan tahun 2010-an, dengan Lil Miquela yang dianggap sebagai pionir dalam bidang ini.
Hampir satu dekade kemudian, kehadiran mereka menjadi signifikan di media sosial dan beberapa di antaranya bekerja sama dengan brand-brand besar dan mengumpulkan jutaan pengikut.
Kontestan Perancis Lalina Valina menempati posisi kedua, memenangkan paket hadiah $5,000, dan Olivia C dari Portugal dianugerahi posisi ketiga dengan paket hadiah $2,000.
Miss AI adalah kontes kecantikan pertama di dunia untuk model yang dihasilkan AI, diluncurkan oleh Fanvue, sebuah platform untuk kreator yang banyak didukung oleh media besar, salah satunya Forbes.
Lebih dari 1.500 pencipta AI dari seluruh dunia mengikuti kompetisi ini. Kontestan dievaluasi berdasarkan tiga kriteria utama: kecantikan, teknologi, dan pengaruh sosial.
Peserta juga dinilai berdasarkan elemen tradisional termasuk kecantikan dan ketenangan, serta keterampilan AI mereka dalam membuat postingan, keterlibatan media sosial, dan pertumbuhan penonton.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif