• Login
Bacaini.id
Friday, March 13, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Mimpi Gus Qowim Menyelamatkan Anak-Anak di Kota Kediri

ditulis oleh
10 September 2024 19:37
Durasi baca: 2 menit
KH. Qowimuddin Thoha atau Gus Qowim dalam santunan anak yatim. Foto: istimewa

KH. Qowimuddin Thoha atau Gus Qowim dalam santunan anak yatim. Foto: istimewa

Bacaini.ID, KEDIRI – Keprihatinan KH. Qowimuddin Thoha pada pergeseran perilaku anak-anak zaman sekarang tak terbendung. Harus ada upaya masif untuk mengembalikan karakter anak Indonesia yang sarat dengan nilai kesopanan dan sosial.

Sebagai pengajar di Pondok Pesantren Al Ishlah Bandar Kidul Kota Kediri, perhatian Gus Qowim pada pendidikan anak sangat besar. Setiap hari, dari masa ke masa, dirinya melihat dinamika perkembangan anak yang makin ke sini makin jauh dari kesopanan dan nilai sosial.

“Anak sekarang cenderung individual dan kurang memahami etika dalam berinteraksi dengan orang lain,” tuturnya saat berbincang dengan Bacaini.ID, Senin, 9 September 2024.

Pergeseran cara berkomunikasi yang didominasi peralatan teknologi seperti gadget menjadi hal yang sulit dibantah sebagai penyebab perubahan ini. Menurut Gus Qowim, berkomunikasi menggunakan gadget atau media sosial telah menghilangkan nilai rasa dalam bertutur kata.

“Berbeda ketika berbicara langsung atau berhadapan dengan lawan bicara, terutama dengan yang lebih sepuh (tua). Ada intonasi dan sikap yang harus dijaga,” terangnya.

Selain cara berkomunikasi, penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di rumah turut menyumbang persoalan ini. Seperti diketahui Bahasa Indonesia tidak memiliki kasta dalam kosakatanya. Bahasa ini bersifat egaliter yang berlaku sama pada semua lawan bicara. Hal ini membuat cara berkomunikasi anak dengan orang yang lebih tua menjadi sama dengan saat berbincang dengan teman sebaya.

Gus Qowim

Gus Qowim membandingkan dengan Bahasa Jawa yang memiliki kelengkapan kosakata lebih luas. Bahasa daerah ini bahkan memiliki kosakata yang disesuaikan dengan lawan bicara. “Mulai boso ngoko, kromo, sampai kromo inggil, menyesuaikan dengan usia lawan bicara,” katanya.

Untuk itu ia mendorong kepada para orang tua, khususnya di Kota Kediri, agar sebisa mungkin menggunakan Bahasa Jawa sebagai pengantar di rumah. Sehingga anak bisa menghormati orang tuanya, minimal dari cara berkomunikasi.

Ia juga berharap kelak Pemerintah Kota Kediri bisa memasukkan Bahasa Jawa sebagai kurikulum penting di sekolah agar anak tidak kehilangan karakternya.

Upaya lain yang perlu dilakukan adalah mempopulerkan kembali permainan tradisional anak zaman dulu yang sarat nilai sosial. Seperti gobak sodor, lompat tali, jumpritan, egrang, dakon, dan bekel. Selain melatih keterampilan fisik dan fokus, permainan itu juga mengajarkan kerjasama satu sama lain.

“Tidak seperti anak sekarang yang cenderung individual dengan HP masing-masing. Selain merusak mata, tidak ada pergerakan tubuh yang dibutuhkan anak dalam masa pertumbuhan,” kata Gus Qowim.

Ia berharap kelak pemimpin di Kota Kediri bisa mengembalikan kembali karakter mereka. “Saatnya menyelamatkan anak-anak di Kota Kediri,” pungkasnya.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: anakgus qowimponpes al ishlah kediri
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pemkab Jember Pastikan THR bagi PPPK Paruh Waktu Terbayar

Gus Fawait Apresiasi Kesiapan Pos Pengamanan Mudik Jember

Almarhum Karmia Krissanty Tandjung Nasution. Foto: istimewa

Profil Karmia Krissanty, Putri Akbar Tandjung yang Wafat Setelah Berjuang Melawan Kanker

  • SPPG Blitar tidak memenuhi syarat sanitasi

    Daftar SPPG Nakal di Blitar yang Dihentikan BGN, 46 Lokasi di Kota dan Kabupaten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keterlaluan, Pemkab Sidoarjo Membuat Acara Bukber Mewah Tema Bollywood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Rusak di Trenggalek Mulai Diperbaiki Jelang Lebaran Idul Fitri 2026, Pemkab Siapkan Rp95 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In