Bacaini.ID, KEDIRI – Makan Bergizi Gratis atau MBG kembali menjadi sorotan warganet setelah foto menu yang dikabarkan untuk balita dan siswa SD kelas 1-3 sebagai penerima manfaat, viral di media sosial.
Terdapat buah kecapi dalam Menu MBG tersebut. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Sindur, Pengasinan 1, Bogor, sebagai pihak penyedia MBG memohon maaf setelah mendapat kritik warganet.
Buah kecapi dalam kritikan warganet dianggap tak layak dikonsumsi anak-anak karena rasanya yang cenderung asam sepat.
Buah kecapi atau sentul, ketuat, juga disebut katapi, merupakan buah tropis yang memiliki kemiripan dengan manggis.
Masyarakat Toraja di Sulawesi Selatan menggunakan buah ini sebagai bumbu masakan penguat rasa masam segar untuk hidangan kuah ikan dan lainnya.
Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, Ratusan Siswa dan Guru SMKN 3 Boyolangu Tulungagung Diare Massal
Manfaat Kesehatan Buah Kecapi
Buah kecapi atau sentul memiliki berbagai manfaat kesehatan berkat kandungan nutrisinya seperti vitamin C, serat, kalium, dan senyawa fitokimia.
Rasanya sangat khas, perpaduan antara asam, sepat, segar dan manis jika sudah matang. Bagian buah yang menempel pada kulit biasanya terasa lebih asam atau kecut dibandingkan bagian dalamnya yang terdapat rasa manis.
Bentuk isinya seperti buah manggis. Di beberapa daerah, orang seringkali memakan daging buahnya dengan tambahan garam, gula, atau bumbu pedas untuk menyeimbangkan rasa asamnya.
Dalam beberapa jurnal penelitian ditemukan bahwa buah lokal ini memiliki berbagai manfaat kesehatan.
• Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Kandungan vitamin C buah kecapi cukup tinggi. Vitamin C berperan penting dalam mengoptimalkan daya tahan tubuh untuk menangkal infeksi dan radikal bebas.
• Melancarkan Pencernaan dan Mencegah Wasir
Buah kecapi juga kaya akan serat yang dapat membantu memperlancar buang air besar, mencegah sembelit, serta mengurangi risiko wasir.
• Mengontrol Gula Darah
Buah ini aman untuk penderita diabetes karena memiliki indeks glikemik rendah dan serat larut yang membantu memperlambat penyerapan gula.
• Menurunkan Kolesterol
Serat pektin dalam kecapi mampu mengikat kolesterol di saluran cerna dan membantu mengeluarkannya dari tubuh.
• Menjaga Kesehatan Jantung
Kandungan kalium membantu melemaskan dinding pembuluh darah dan menyeimbangkan kadar natrium, sehingga dapat menurunkan tekanan darah serta risiko stroke.
• Kesehatan Kulit dan Anti-inflamasi
Kulit buah kecapi mengandung flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi sel dari kerusakan, peradangan, dan risiko kanker. Daunnya juga digunakan secara tradisional sebagai antibakteri untuk infeksi kulit.
Baca Juga: Target MBG 2026 Jangkau Seluruh Desa dan Menggerakkan Ekonomi Nasional
Manfaat Lain Buah Kecapi: Kuliner dan Pengobatan
Pohon kecapi adalah tanaman serbaguna yang buahnya bermanfaat bagi kesehatan dan konsumsi, sementara pohonnya menyediakan kayu yang berguna untuk industri lokal serta manfaat ekologis sebagai peneduh.
Kayu pohon kecapi meskipun tidak sepopuler kayu jati, banyak dimanfaatkan untuk furniture. Buah, daun dan akarnya secara tradisional dikenal untuk pengobatan, selain dimanfaatkan juga untuk memasak.
Berikut manfaat lain dari kecapi:
• Daun untuk Penyakit Kulit
Rebusan daun kecapi memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang digunakan untuk mengatasi infeksi kulit, gatal-gatal, atau digunakan sebagai air mandi untuk meredakan demam.
• Kulit Batang sebagai Obat Cacing
Serbuk dari kulit batang pohon kecapi dipercaya secara empiris mujarab untuk pengobatan infeksi cacing gelang.
• Akar untuk Masalah Perut
Dalam pengobatan tradisional di beberapa wilayah, akar pohon kecapi juga digunakan untuk meredakan diare dan sakit perut.
• Bahan Campuran Masakan
Tak hanya di Indonesia, di Thailand buah kecapi muda digunakan untuk memberikan rasa asam segar yang khas pada sup Tom Yum.
• Sambal Tradisional
Di Indonesia, khususnya dalam budaya Dayak, buah ini diolah menjadi Sambal Buah Kecapi yang memiliki perpaduan rasa pedas dan asam segar.
• Manisan dan Sirup
Kulit buahnya sering dijadikan manisan, marmalade, atau sirup karena teksturnya yang padat dan kemampuannya menyerap rasa manis.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





