• Login
Bacaini.id
Friday, February 13, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Mengenal Tteokbokki, Kudapan Istana Dinasti Korea yang Go Internasional

ditulis oleh Editor
5 October 2024 07:01
Durasi baca: 3 menit
Mengenal Tteokbokki, Kudapan Istana Dinasti Korea yang Go Internasional. (Foto ilustrasi/freepik)

Mengenal Tteokbokki, Kudapan Istana Dinasti Korea yang Go Internasional. (Foto ilustrasi/freepik)

Bacaini.ID, KEDIRI – Tteokbokki. Bagi pecinta drama Korea atau fandom idol dan penganut budaya pop Korea, tentu tak asing dengan nama makanan ini.

Tteokbokki juga dikenal sebagai topokki, jajanan khas Korea yang kini menjadi makanan internasional.

Tteokbokki merupakan hidangan dengan bahan utama kue beras kenyal yang direbus dalam gochujang (pasta cabai merah) panas. Kudapan ini termasuk golongan street food paling ikonik di Korea.

Tteokbokki punya sejarah panjang. Awalnya merupakan hidangan gourmet atau makanan mewah yang disajikan dengan kecap asin dan daging sapi di istana kerajaan Dinasti Joseon (1392-1910).

Saat itu bernama gungjung tteokbokki, masakan yang berupa huintteok (kue beras) yang dimasak dengan kecap asin ditambah daging sapi, bagogari, kecambah, kacang hijau, peterseli, shiitake, wortel, dan bawang bombay.

Rasanya jauh berbeda dari tteokbokki berbumbu cabai yang dikenal sekarang. Selain itu, kue beras yang dipakai bisa terdiri dari 5 warna yang melambangkan Korea, yaitu merah, kuning, putih, hitam, dan biru.

Setelah Perang Korea, tteokbokki pertama kali dijual kembali di kawasan Sindang-dong, Seoul, pada tahun 1950-an.

Di tangan seorang penjual bernama Ma Bok-lim, tteokbokki mengalami evolusi rasa dan tampilan dengan tambahan bubuk cabai sehingga memiliki citarasa pedas yang membuat penikmatnya ketagihan.

Kudapan ini biasanya dimakan bersanding dengan telur rebus, sup kue ikan Korea, daun bawang dan gulungan rumput laut.

Kawasan Sindang-dong pun menjadi pusat penjualan tteokbokki dengan berdirinya banyak kios yang menjual hidangan itu.
Sejak itu tteokbokki menjadi makanan favorit yang disukai sekaligus ramah di kantong.

Makanan ini tersedia di kios-kios pinggir jalan dekat sekolah dan di distrik ramai seperti Myeong-dong, memuaskan hasrat para siswa yang lapar dan pekerja kantoran yang stres.

Nilai nostalgia dan sentimental tteokbokki sangat dalam. Dikutip dari laman koreatimes.co.kr, mengacu hasil survei online pada tahun 2020, Pemerintah Metropolitan Seoul menobatkan tteokbokki sebagai comford food nomor 1 selama pandemi COVID-19.  

Survei melibatkan 10.000 jajak pendapat. Banyak yang berpendapat  sebagai makanan yang memberi perasaan nyaman dan kepuasan, sekaligus memunculkan nostalgia atau nilai tersendiri bagi seseorang.

Suksesnya budaya pop Korea di kancah internasional, turut melambungkan nama tteokbokki. Hal ini tak luput dari fanatisme penggemar budaya pop Korea yang mengikuti dan penasaran akan segala hal berbau Korea.

Pada tahun 2020, foto anggota boyband Korea BTS, Jimin, sedang menikmati tteokbokki di Pasar Dongdaemun Seoul jadi viral. Hal itu memicu minat terhadap tteokbokki, meningkatkan penjualan, dan bahkan mengalami lonjakan ekspor.

Kini, tteokbokki banyak ditemukan di booth-booth penjual jajanan khas Korea di pinggir jalan bahkan di Indonesia. Tteokbokki kemasan instan yang tinggal seduh pun sudah banyak ditemukan di minimarket. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: BTSdinastiKoreaTteokbokki
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pendamping hukum Revolutionary Law Firm menyampaikan ultimatum kepada Perhutani dalam audiensi soal hak kelola hutan di Blitar

Bukan Forum Basa-basi! Warga Blitar Kepung Perhutani, Ultimatum Soal Hak Kelola KHDPK

Penukaran uang baru Lebaran 2026 di layanan BI

Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Dibuka, Ini Jadwal dan Cara Daftar Online

Perempuan di Trenggalek melaporkan mertuanya ke polisi atas dugaan penganiayaan

Viral Menantu Polisikan Mertua di Trenggalek, Korban Minta Kasus Tetap Diproses Hukum

  • Bupati Trenggalek melepas 9 pemuda yang akan belajar Pertahanan dan AI di Korea Selatan

    Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In