• Login
Bacaini.id
Thursday, February 12, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Mbah Gleyor Diperkirakan “Lahir” Setelah Perang Diponegoro

ditulis oleh Editor
2 March 2022 17:53
Durasi baca: 2 menit
Tim dari Disparbud Kabupaten Kediri kunjungi Mbah Gleyor. Foto: Bacaini/AK.Jatmiko

Tim dari Disparbud Kabupaten Kediri kunjungi Mbah Gleyor. Foto: Bacaini/AK.Jatmiko

Bacaini.id, KEDIRI – Merespon laporan keberadaan kereta Mbah Gleyor, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri menerjunkan tim untuk menggali data di lapangan. Mbah Gleyor merupakan sebuah pedati tua milik salah satu Bupati Kediri.

Kasi Museum dan Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri, Eko Priyanto mengatakan pihaknya telah menggali data mulai dari meminta keterangan warga dan sejumlah perangkat desa juga melakukan pendataan dengan mengukur panjang pedati serta meneliti bagian-bagiannya.

“Kami telah menggali data dan sementara nanti akan kami tindaklanjuti dengan berkonsultasi dengan pimpinan,” kata Eko kepada Bacaini.id saat mengunjungi joglo tempat Mbah Gleyor disimpan di Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Rabu, 2 Maret 2022.

Berdasarkan hasil penggalian data dan informasi diketahui jika Mbah Gleyor ini konon merupakan pedati peninggalan Bupati Kediri, Djojohadiningrat. Menurut Eko, sementara ini dalam runtutan sejarah, nama bupati tersebut tidak ditemukan.

“Beberapa rekan memang menyampaikan jika ada keterkaitan dengan Bupati Kediri Djojohadiningrat. Maka dari itu kalau nanti ada data-data baru yang merujuk ke sana, suatu saat sejarah itu bisa ditambahkan atau dibenahi lagi sesuai data dan fakta di lapangan,” terangnya.

Selain itu, menurut Eko sejarah Mbah Gleyor dan Djojohadiningrat ini juga ada beberapa versi. Jika dilihat dari bentuknya, Mbah Gleyor juga tidak seperti pedati pada umumnya. Berdasarkan yang disampaikan pihak yang merawat Mbah Gleyor, diperkirakan pedati tersebut ada setelah Perang Diponegoro, sekitar tahun 1836.

“Sedangkan untuk bentuknya yang tidak seperti pedati pada umumnya itu karena terkait dengan riwayatnya dulu sebagai alat untuk melarikan diri. Dari informasi itu maka butuh dilakukan pengkajian lebih dalam,” tandasnya.

Disparbud Kabupaten Kediri juga akan mencoba mencari rumusan-rumusan terkait apa yang harus dilakukan untuk melestarikan pedati Mbah Gleyor yang konon merupakan peninggalan Bupati Kediri Djojohadiningrat.

Penulis: AK.Jatmiko
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Disparbud Kabupaten Kedirimbah gleyorpeninggalan sejarah
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Nasib Mbah Gleyor, Berjasa Pada Bangsa, Kini Dirawat Warga - Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi agen KGB dan GRU beroperasi di Indonesia era Orde Baru dengan latar gedung pemerintahan dan militer

Sepak Terjang Agen Soviet di Orde Baru: KGB Menyusup ke Militer hingga MPR

Presiden Prabowo Subianto menerima permohonan audiensi dari lima pengusaha nasional di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Selasa malam, 10 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres/Istimewa

Ini Pembahasan Presiden Prabowo dengan Konglomerat Kakap

UNICEF

BEM UGM Surati UNICEF Usai Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT

  • Suasana sidang di Pengadilan Negeri Sleman saat majelis hakim membacakan vonis 8–10 tahun penjara kepada tujuh terdakwa kasus pengeroyokan terduga klitih

    Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In