• Login
Bacaini.id
Wednesday, February 18, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Masjid Tertua di Kediri Masih Berdiri Tegak, Lebih Tua dari Ponpes Lirboyo

ditulis oleh Redaksi
5 March 2025 17:03
Durasi baca: 2 menit
Jamaah sholat di Masjid Al-Alawy. Foto: bacaini/A/K. Jatmiko

Jamaah sholat di Masjid Al-Alawy. Foto: bacaini/A/K. Jatmiko

Bacaini.ID, KEDIRI – Sebagai kota tua, Kediri memiliki banyak peninggalan bersejarah. Salah satunya adalah Masjid Al-Alawy, yang keberadaannya jauh sebelum Pondok Pesantren Lirboyo berdiri.

Masjid Al-Alawy berada di Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, yang saat ini berusia lebih dari 4 abad. Masjid ini didirikan oleh Kyai Ambiyak, seorang alim ulama yang berasal dari Tulungagung.

Dalam perantauannya di Kediri, Kyai Ambiyak mendirikan Pondok Pesantren Al-Alawy berikut dengan masjidnya pada abad ke-18. Bangunan masjid ini masih mempertahankan arsitektur kuno dengan nuansa Jawa yaitu limasan seperti pendopo. Terdapat empat tiang utama serta delapan tiang penyangga.

Tepat di tengah tiang utama terdapat ukiran berbentuk semacam rumah lebah yang telah ada sejak masjid didirikan. Di sisi serambi masjid terdapat bedug dan kentongan berukuran cukup besar yang terbuat dari kayu berbahan keras. Meski berusia tua, hingga sekarang bedug ini masih digunakan oleh pengurus masjid tiap kali adzan dikumandangkan.

Samsul Hadi, selaku pengurus Masjid Al-Alawy menjelaskan perjalanan Kyai Ambiyak hingga ke Kediri. Menurutnya, Kyai Ambiyak menyusuri Sungai Brantas dari Tulungagung dan mendapati sebuah kawasan yang saat itu masih berupa hutan. Namun anehnya, hutan itu berbau wangi, hingga membuat Kyai Ambiyak tergerak bertempat tinggal di sana.

Samsul Hadi menunjukkan pilar masjid Al-Alawy yang masih kokoh. Foto: bacaini/A.K. Jatmiko

“Di tempat inilah beliau mendirikan masjid dan pondok pesantren. Karena baunya yang wangi, beliau memberi nama Banjarmlati, yang berarti wilayah berbau melati,” kata Samsul Hadi kepada Bacaini.ID, Rabu, 5 Maret 2025.

Menurutnya bangunan masjid ini dulunya terbuat dari kayu dan terletak di pinggir Sungai Brantas. Namun seiring waktu, bangunan masjid diubah menjadi beton oleh santri-santri pondok.

Pondok Pesantren Al-Alawy ini memiliki hubungan kekerabatan dengan Pondok Pesantren Lirboyo, dimana salah satu putra Kyai Ambiyak, yakni Kyai Sholeh merupakan mertua dari Kyai Abdul Karim, pendiri Ponpes Lirboyo.

“Putri Kyai Kholeh atau cucu Kyai Ambiyak, yakni Siti Khodijah atau Nyai Dhomroh dinikahi Kyai Abdul Karim pada tahun 1908. Kyai Abdul Karim adalah pendiri Lirboyo,” terang Samsul Hadi.

Selain Ponpes Lirboyo, Pondok Al-Alawy banyak melahirkan pondok lain seperti Ponpes Wahidiyah Kedunglo, Ponpes Jampes, hingga Ponpes Batokan. Gus Maksum Lirboyo, salah satu tokoh ulama yang populer di Kediri tercatat sebagai kerabat dekat Ponpes Al-Alawy.

Selama bulan Ramadhan ini, Masjid Al-Alawy banyak didatangi umat Islam untuk sholat tarawih dan mengaji kitab. Mereka berasal dari berbagai pelosok tanah air.

Penulis: A.K. Jatmiko
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: abdul karimcagar budayakota kedirimasjid tertuaponpes lirboyo
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi seseorang mandi besar menyambut Ramadan sesuai hukum Islam

Hukum Mandi Besar Ramadan dan Bacaan Niatnya, Wajib atau Hanya Sunnah?

Dian Sastro Wardoyo. Foto: IG@therealdiastr

Dian Sastro Ungkap Perjalanan Spiritualnya hingga Memutuskan Masuk Islam

Ilustrasi hilal Ramadan 1447 H di langit Indonesia

Hilal Tak Terlihat di Indonesia, Muhammadiyah dan Pemerintah Berbeda Tanggal 1 Ramadan 1447 H

  • Gedung SDN Tlogo 2 Kanigoro yang masih digunakan 182 siswa

    Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Worldwide Latina Belt, Benarkah Orang Indonesia Berkarakter Latin? Ini Penjelasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In