Bacaini.ID, INGGRIS — London Sambut Ramadan 2026 dengan suasana meriah di pusat kota. Lebih dari 30 ribu lampu LED menghiasi kawasan West End dan Leicester Square, sementara Wali Kota Sadiq Khan secara resmi menyalakan instalasi cahaya sebagai simbol persatuan dan toleransi di tengah ketegangan global.
Wali Kota London Sadiq Khan secara resmi menyalakan lampu Ramadan di kawasan West End pada Jumat (13/2), menandai tahun keempat berturut-turut perayaan bulan suci umat Muslim digelar di jantung ibu kota Inggris tersebut.
Baca Juga:
- Puasa Ramadhan 2026 Tinggal 3 Bulan Lagi
- Bukan Hanya Ramadan, Ini Ritual Puasa Penduduk Nusantara
- Tradisi Megengan, Kegembiraan Menyambut Bulan Ramadan
Lebih dari 30.000 lampu LED menghiasi Leicester Square dan sejumlah ruas jalan di sekitarnya. Ornamen cahaya yang terinspirasi dari motif geometris khas seni Islam itu menampilkan ucapan ‘Happy Ramadan’ dan nantinya akan berubah menjadi ‘Happy Eid’ menjelang perayaan Idul Fitri pada 18 Maret 2026.
Program ini didukung oleh Aziz Foundation, lembaga filantropi yang fokus pada pemberdayaan komunitas Muslim di Inggris. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2023, instalasi lampu Ramadan di West End disebut sebagai yang pertama di Eropa Barat yang digelar secara permanen di kawasan hiburan utama kota besar.
Seruan Persatuan di Tengah Ketegangan Global
Dalam sambutannya, Sadiq Khan menekankan pentingnya solidaritas lintas agama dan komunitas, terutama di tengah meningkatnya ketegangan politik global serta laporan peningkatan kasus Islamofobia di Inggris dalam beberapa tahun terakhir.
Ia mengajak seluruh warga, baik Muslim maupun non-Muslim, untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat persaudaraan.
Khan juga menyinggung konflik yang masih berlangsung di sejumlah wilayah seperti Sudan, Gaza, dan Ukraina, serta mengajak masyarakat untuk mendoakan dan membantu mereka yang terdampak melalui aksi kemanusiaan.
Menurutnya, London harus menjadi simbol kebersamaan dan toleransi, sekaligus menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan utama kota tersebut.
Melalui akun media sosial X, Khan menyebut penyalaan lampu Ramadan di pusat kota sebagai sebuah kehormatan. Ia menggambarkan London sebagai kota yang terbuka, inklusif, dan menjadi harapan bagi banyak komunitas di tengah dinamika global.
Ramadan di Inggris dan Peran Komunitas Muslim
Berdasarkan data sensus Inggris 2021 dari Office for National Statistics (ONS), Muslim merupakan kelompok agama terbesar kedua di Inggris dan Wales, dengan jumlah lebih dari 3,9 juta jiwa atau sekitar 6,5 persen populasi. London menjadi kota dengan konsentrasi Muslim terbesar di negara tersebut.
Perayaan Ramadan di ruang publik seperti ini dinilai sebagai simbol pengakuan atas kontribusi komunitas Muslim terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya Inggris. Selain penyalaan lampu, berbagai kegiatan seperti buka puasa bersama, penggalangan dana amal, hingga dialog lintas agama juga rutin digelar sepanjang Ramadan.
Langkah ini sekaligus memperkuat posisi London sebagai salah satu kota paling multikultural di dunia, di mana perayaan keagamaan dari berbagai komunitas, mulai dari Natal, Diwali, Hanukkah hingga Ramadan, dirayakan secara terbuka di ruang publik.
Dengan ribuan lampu yang menyala di pusat kota, Ramadan di London tak hanya menjadi perayaan spiritual, tetapi juga pesan visual tentang toleransi dan keberagaman di tengah tantangan zaman.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





