Bacaini.ID, TRENGGALEK – Keberadaan elpiji 3 kg sulit ditemukan di wilayah Kabupaten Trenggalek Jawa Timur hingga hari ketiga lebaran Idul Fitri.
Gejala kelangkaan elpiji 3 kg diketahui mulai dirasakan warga Trenggalek sebelum lebaran Idul Fitri.
Para pedagang eceran dan toko kelontong mengaku tidak ada kiriman barang. Di Desa Sugihan, Kecamatan Kampak, warga mulai memakai kayu bakar untuk memasak.
Komarudin, salah satu warga, mengaku sudah mendatangi dua toko dan semuanya menyatakan kosong.”Sudah pindah ke dua toko, habis semua,” tuturnya Rabu (2/4/2025).
Kelangkaan gas elpiji 3 kg juga dirasakan para pengecer. Suparti, salah satu penjual di Desa Sugihan, mengatakan stoknya habis tepat pada hari H Idul Fitri.
Padahal, dua hari sebelum Lebaran, ia telah menambah pasokan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
“Sebab setiap malam ganjil terakhir Ramadan sampai Idul Fitri, permintaan elpiji pasti naik,” ujarnya.
Menurut Suparti, peningkatan kebutuhan biasanya berlangsung hingga H+7 Idul Fitri atau saat perayaan lebaran ketupat.
Namun, stok elpiji di pangkalan yang menjadi langganannya juga kosong.
“Katanya baru ada kiriman H+3 Idul Fitri, karena orang yang mengirim baru masuk kerja setelah itu,” tambahnya.
Penulis: Aby Kurniawan
Editor: Solichan Arif