• Login
Bacaini.id
Sunday, February 1, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Lahan Cabai Petani di Jombang Diserang Jamur Patek

ditulis oleh Editor
12 January 2023 10:02
Durasi baca: 2 menit
Kondisi cabai akibat serangan patek. Foto: Bacaini/Syailendra

Kondisi cabai akibat serangan patek. Foto: Bacaini/Syailendra

Bacaini,id, JOMBANG – Saat harga cabai di pasar terus merangkak naik, tanaman cabai milik petani di Jombang malah terserang hama jamur patek. Alih-alih untung, hasil panen petani merosot drastis hingga sulit memenuhi permintaan pasar.

Kondisi ini mendera petani cabai di Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Jombang, Khoirul Hadi salah satunya. Akibat serangan jamur patek, hasil panen cabai di lahan miliknya turun drastis sampai 50 persen.

“Biasanya satu hektare lahan itu sekali panen bisa sampai lima kuintal cabai. Sekarang hanya dua kuintal, maksimal tiga kuintal, itu sudah mentok,” keluh Hadi kepada Bacaini.id, Kamis, 12 Januari 2023.

Menurut Hadi, setiap musim panen tiba, dia selalu mempekerjakan beberapa tetangga untuk membantu panen cabai di lahan miliknya. Namun kali ini, panen hanya cukup dilakukan dengan bantuan keluarganya saja.

Meski hasil panen turun, proses panen tetap menghabiskan waktu cukup lama. Butuh untuk memilah cabai berwarna merah, tidak rusak dan tentu saja layak jual diantara sebagian besar tanaman yang sudah berbuah.

“Kita pilih yang sudah merah dan kualitasnya bagus. Kita bawa pulang untuk ditimbang sebelum diambil tengkulak langganan,” ungkapnya.

Selain memanen cabai layak jual, cabai yang rusak juga dipetik dan dikumpulkan menjadi satu. Kerusakan cabai di lahan milik Hadi ini rata-rata akibat serangan jamur patek. Awalnya cabai tersebut menjadi busuk dan kemudian mengering.

“Jadi, setelah busuk terkena jamur, cabai ini akan cepat mengering dan sudah tidak bisa dipanen lagi,” terangnya.

Situasi yang tidak berpihak ini tidak hanya dialami oleh Hadi sendiri, melainkan juga petani lainnya. Untuk mengurangi dampak dari serangan hama ini mereka menyemprotkan sejumlah obat kimia, namun hingga sekarang hasilnya masih belum maksimal. Sementara saat ini harga cabai ditingkat petani sudah mencapai Rp40.000 per kilogram dan di pasaran dijual seharga Rp80.000 per kilogram.

Tingginya harga cabai di pasaran diprediksi masih akan terjadi selama serangan hama belum tertangani. Untuk itu, para petani berharap pemerintah bisa membantu menanggulangi serangan hama cabai. Mengingat, kondisi ini kerap terjadi ketika musim panen sehingga petani tidak bisa mendapat hasil maksimal, padahal harga di pasaran sedang bagus.

Penulis: Syailendra
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: harga cabai mahalpetani cabai di Jombang
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kendaraan mengantre pengisian BBM non-subsidi di SPBU Pertamina usai update harga BBM terbaru Februari 2026

Update Harga BBM Terbaru: Pertamax, Pertamax Turbo, hingga Dexlite Turun Harga

Wisata susur Sungai Maron Pacitan

Wisata Pacitan Selain Pantai, Cocok untuk Keluarga dan Pencari Ketenangan

Doding Rahmadi resmi menjabat Ketua KONI Trenggalek periode 2026–2028

Rangkap Jabatan Tak Jadi Soal, Doding Rahmadi Sah Jadi Ketua KONI Trenggalek

  • Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

    KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Banjir dan Longsor Terjang Watulimo Trenggalek, Jalan Raya Bandung–Prigi Putus Total

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur, BMKG Sebut Blitar Raya hingga Madura Jalur Utama Angin Kencang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In