Ringkasan berita:
- Program KUR BRI 2026 menjadi primadona bagi pelaku UMKM.
- Dengan plafon pinjaman hingga Rp200 juta, bunga tetap 6% per tahun, dan tenor maksimal 60 bulan.
- Masyarakat dapat mengakses modal usaha dengan cicilan ringan.
Bacaini.ID, KEDIRI – Memasuki tahun 2026, antusiasme pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) semakin tinggi. Program ini kembali menjadi tumpuan utama pembiayaan murah bagi sektor riil, terutama bagi mereka yang ingin memperluas usaha atau naik kelas.
Plafon dan Bunga Kompetitif
- Pinjaman hingga Rp200 juta masuk kategori KUR Kecil, cocok untuk usaha yang sudah berkembang.
- Suku bunga tetap 6% efektif per tahun, jauh lebih rendah dibanding kredit komersial perbankan.
- Tenor fleksibel hingga 4–5 tahun (48–60 bulan), memberi ruang bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan cicilan dengan arus kas.
Simulasi Cicilan
Dengan bunga 6% per tahun, cicilan KUR Rp200 juta bisa diatur sesuai tenor:
- 36 bulan (3 tahun): cicilan lebih besar, cocok bagi usaha dengan arus kas cepat.
- 48–60 bulan (4–5 tahun): cicilan lebih ringan, memberi kelonggaran bagi usaha yang masih merintis.
Tabel cicilan resmi dari BRI membantu calon debitur menghitung kemampuan bayar sebelum mengajukan.
Jenis KUR BRI 2026
- KUR Super Mikro: pinjaman kecil untuk usaha baru atau sangat mikro.
- KUR Mikro: plafon menengah, cocok untuk usaha yang mulai berkembang.
- KUR Kecil: hingga Rp200 juta, ditujukan bagi UMKM yang siap ekspansi.
Syarat Pengajuan
Calon debitur wajib memenuhi syarat dasar:
- Memiliki usaha produktif dan layak.
- Tidak sedang menerima kredit komersial lain.
- Menyediakan dokumen identitas dan legalitas usaha.
Program KUR BRI 2026 bukan sekadar pinjaman, melainkan strategi pemerintah dan BRI untuk mendorong UMKM naik kelas. Dana Rp200 juta bisa digunakan untuk peremajaan alat produksi, renovasi tempat usaha, dan penambahan stok barang dalam jumlah besar.
Dengan bunga rendah, tenor panjang, dan syarat yang relatif mudah, KUR BRI 2026 menjadi angin segar bagi UMKM yang ingin memperkuat posisi di pasar.
Penulis: Hari Tri Wasono





