Bacaini.id, KEDIRI – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengunjungi kediaman pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Kamis malam, 21 Oktober 2021. KH Kafabihi Mahrus sempat menyampaikan pesan penting kepada Nadiem dalam menyusun kebijakan pendidikan nasional.
Nadiem Makarim tiba di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri pukul 18.00 WIB. Kedatangan Nadiem langsung disambut pengasuh pondok KH Anwar Mansur dan KH Abdullah Kafabihi Mahrus. Pertemuan berlangsung hangat di Kantor Yayasan Pondok Pesantren Lirboyo.
Kepada para masayih, Nadiem menyampaikan tiga hal penting dalam kunjungannya ini. Pertama, dia ingin merayakan peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober bersama pengasuh dan santri Pondok Lirboyo.
Kedua, Nadiem Makarim ingin meminta doa dan arahan dari para pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo terkait kebijakannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Ketiga, bos perusahaan transportasi dan penyedia jasa berbasis daring yang beroperasi di Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara ini ingin mengetahui rahasia di balik keunggulan alumni Pesantren Lirboyo.
Menjawab pertanyaan itu, KH Kafabihi Mahrus yang mewakili tuan rumah, menyampaikan beberapa hal terkait keunggulan santri. “Keunggulan santri adalah dididik untuk memiliki akhlaqul karimah di samping pengajaran ilmu agama,” kata Kiai Kafa.
Kiai Kafa juga berpesan kepada Nadiem Makarim untuk selalu mengikuti kaidah dar’ul mafasid muqaddam ala jalbil mashalih, yakni mendahulukan mencegah keburukan di atas mengupayakan kebaikan. “Kalau ingin maju, berantas dulu yang merusak akhlaq anak bangsa seperti narkoba, korupsi, dan lain-lain,” pesan Kiai Kafa.
Penulis: Andek
Editor: HTW
Tonton video:





