Bacaini.ID, KEDIRI – Penyidikan kasus korupsi kuota haji di Kementerian Agama menyeret Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Aizzudin Abdurrahman. Azzizudin atau yang akrab disapa Gus Aiz merupakan menantu Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar.
Usai menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan mantan staf khusus Menag era Yaqut, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex sebagai tersangka, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Aizzudin Abdurrahman dalam kasus tersebut.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo sempat menyebut, Aizzudin diduga menerima aliran uang dari kasus kuota haji ini. Hal tersebut juga yang menjadi alasan diperiksanya Aizzudin sebagai saksi pada Selasa, 13 Januari 2026.
“Ada dugaan aliran kepada yang bersangkutan, ini akan didalami maksudnya seperti apa, tujuannya untuk apa, kemudian bagaimana proses dan mekanisme aliran uang itu bisa terjadi,” kata Budi kepada wartawan di Gedung C1 KPK, Jakarta Selatan.
Budi menyebut, penyidik juga mendalami soal pembagian kuota haji tambahan pada tahun 2024, yang disebut bermula dari inisiatif pihak Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).
Menantu Ketua Umum MUI
Dugaan keterlibatan Aizuddin Abdurrahman dalam kasus ini membuat publik bertanya tentang sosoknya. Mengutip dari laman resmi pagarnusa.or.id, Gus Aiz pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pagar Nusa periode 2012-2017.
Gus Aiz merupakan cucu dari pendiri Pondok Pesantren Tebuireng dan Pendiri Nahdlatul Ulama (MI) Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Ia putra dari pasangan KH. Abdurrahman Utsman dan Nyai Hj. Khodijah Binti Hasyim.
Lahir di Jombang, Jawa Timur pada 1 Mei 1979, Gus Aiz menikah dengan Hj. Neyla Saida Anwar putri dari KH. Anwar Iskandar, pengasuh Ponpes Al Amin Ngasinan Kediri. Saat ini KH Anwar Iskandar menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025 – 2030.
Gus Aiz menghabiskan masa sekolahnya di Kota Kediri. Mulai di SDN Manisrenggo, MTsN Kediri 1, dan MAN 2 Kediri. Ia juga sempat melanjutkan pendidikan di MASS Tebuireng Jombang. Gus Aiz melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dan mendapatkan gelar Sarjana Hukum (S.H.) dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Gus Aizuddin merurpakan Ketua Umum Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa periode 2012-2017. Ia juga sempat mencalonkan diri dalam pemilihan Wali Kota Kediri pada tahun 2018 silam.
Penulis: Hari Tri Wasono





