• Login
Bacaini.id
Saturday, February 21, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kisah Winarko, Berjuang Jadi Pengusaha Sikat

ditulis oleh
25 December 2021 18:09
Durasi baca: 3 menit
Winarko menunjukkan sikat buatannya. Foto:Bacaini/HTW

Winarko menunjukkan sikat buatannya. Foto:Bacaini/HTW

Bacaini.id, KEDIRI – Berbeda dengan Winarko yang cacat karena kecelakaan, istrinya Binti Isrowiyah mengalami disabilitas sejak lahir. Kedua kakinya tak tumbuh sempurna. Jika berdiri, tinggi tubuh wanita kelahiran tahun 1980 itu di bawah rata-rata.

Perbedaan usia Winarko yang empat tahun lebih muda tak menghalangi mereka untuk berumah tangga. Sampai akhirnya pasangan ini dikaruniai seorang anak perempuan.

“Di sini lagi-lagi hidup saya terguncang. Anak saya juga memiliki kekurangan seperti ibunya,” kata Winarko sambil berkaca-kaca. Dia tak membayangkan bagaimana anaknya kelak akan mendapat cibiran seperti yang dia alami saat kanak-kanak. Winarko sempat frustasi.

Tak tega dengan kondisi anaknya, Winarko tidak menyekolahkannya ke sekolah umum, tetapi ke madrasah. Dia berharap lingkungan di sekolah agama lebih bisa menerima kondisi anaknya. Winarko makin merasa aman setelah anaknya dimasukkan ke pondok usai lulus madrasah ibtidaiyah. Apalagi anaknya memiliki kepercayaan diri lebih baik dari dirinya saat anak-anak.

Selain anak kandung, Winarko dan Binti juga merawat satu anak asuh. Anak laki-laki itu diambil dari seorang ibu yang mengalami gangguan jiwa, dan ditinggal bapaknya. Karena kasihan, pasangan disabilitas ini memutuskan untuk merawatnya. Sebuah keputusan yang luar biasa dari pasangan yang tidak sempurna ini untuk membantu sesama. “Saya percayakan saja pada Tuhan untuk bisa merawat dan menghidupinya sampai dewasa,” kata Winarko.

baca ini Kisah Winarko Tertabrak Motor Hingga Kaki Putus

Seiring berjalannya waktu, kerja keras dan keuletan Winarko membuahkan hasil. Dia tak lagi bekerja pada orang dan bisa membangun usaha sendiri. Kesempatan itu datang saat suatu ketika seorang agen penjual sikat mendatangi rumah produksi majikannya. Agen itu bermaksud menawarkan kerjasama menjualkan barang. Namun penawaran itu ditolak majikannya dengan alasan sudah bekerjasama dengan agen lain. “Saya beranikan diri menemui agen itu dan menyanggupi untuk memproduksi sendiri,” kata Winarko.

Karena permintaan cukup banyak, Winarko tak bisa bekerja sendiri. Selain dibantu istrinya, dia juga memberdayakan lima tetangganya sebagai karyawan. Tiga di antaranya juga penyandang disabilitas. Menurut Winarko, selama memiliki tangan yang bisa bergerak sempurna, pekerjaan membuat sikat tetap bisa dilakukan.

Kelima karyawan itu tak bekerja di rumahnya. Masing-masing bekerja di rumah untuk melakukan tugas berbeda. Ada yang merakit kawat, memotong senar, dan sebagainya. Mereka dilatih oleh Winarko terlebih dulu dan dipasok bahan bakunya. “Setiap beberapa hari sekali saya ambil ke rumah mereka menggunakan motor roda tiga,” kata Winarko.

Karena itu tak banyak peralatan kerja yang terdapat di rumahnya. Bahan baku pembuatan sikat ini adalah senar bekas yang diperoleh dari pabrik di Mojokerto. Pabrik itu mengumpulkan senar bekas sapu untuk dipotong kembali menjadi beberapa ukuran. Dia membeli senar dari pabrik seharga Rp4 juta untuk satu ton senar. Jumlah yang cukup besar untuk produksi jangka panjang.

Dalam satu minggu kemampuan produksi Winarko tak lebih dari 300 batang sikat. Jumlah tersebut cukup dipenuhi dengan satu kilogram senar. Harga yang dia banderol kepada agen sebesar Rp1.650 per pcs. Selanjutnya agen menjualnya kembali melalui sales untuk didrop ke toko. Pemilik toko mematok harga Rp3.500 per pcs.

Selain membantu pemasaran, agen juga bertugas menyediakan gagang sikat panjang untuk lantai. Gagang sikat ini juga dibuat dari limbah gagang sapu yang sudah dibuang. Mereka memotongnya seukuran 50 cm dan membungkusnya dengan plastik. “Saya pernah kepikiran lepas dari agen dan mencari kayu jenis itu sendiri. Tapi belum menemukan sampai sekarang. Tapi suatu saat saya harus bisa mandiri agar bisa menaikkan harga jual,” katanya.

Secara teknis proses pembuatan sikat cukup sederhana. Ada peralatan khusus yang dirakit sendiri oleh Winarko melalui jasa mekanik. Seperti mesin perakit senar yang bisa mengikatkan senar pada kawat. “Tapi ini masih terkendala pemotongnya. Saya memotong senar pakai gunting biasa. Harusnya ada alat khusus yang lebih cepat,” katanya. (bersambung)

Penulis: HTW
Editor: Budi S

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Kisah Winarko, Prihatin Alami Diskriminatif - Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Program rumah subsidi. Foto: istimewa

650.000 Nasabah PNM Mekaar di Lampung Berpeluang Akses Program Rumah Subsidi

Peserta BPJS PBI JK di Tulungagung mengurus reaktivasi kepesertaan setelah dinonaktifkan Februari 2026

18 Ribu Peserta BPJS PBI Tulungagung Mendadak Nonaktif, Baru 77 Orang Ajukan Reaktivasi

Suasana belanja takjil saat Ramadan

Mengapa Pengeluaran Ramadan Justru Naik? Ini Penjelasan Inflasi Musiman dan Efek THR

  • Ilustrasi penggeledahan toko emas oleh Bareskrim. Foto: bacaini/AI

    Jejak Pencucian Uang Rp 25,8 Triliun di Balik Penggeledahan Toko Emas Semar Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Worldwide Latina Belt, Benarkah Orang Indonesia Berkarakter Latin? Ini Penjelasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Istri Kapolres Bima dan Seorang Polwan Positif Narkoba, Tidak Ditetapkan Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In